Rabu, Agustus 26, 2026
Beranda blog Halaman 253

Asproksi Pusat Resmi Lantik Asproksi Bekasi

0

JAKARTA, newsatu.com — DPP Asproksi (Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional) mendorong agar DPD Asproksi Bekasi segera dapat bekerja dalam mendukung dan berkontribusi pada pengadaan alat kesehatan (alkes) khususnya di kawasan Bekasi untuk terus menekan sebaran pandemi Covid-19.

Hal itu ditegaskan jajaran pengurus DPP Asproksi pada pelantikan kepengurusan DPD Asproksi Bekasi di Hotel Santika Premier Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/10).

Asproksi Bekasi berdiri berkat kepedulian PT Sepertiga Malam Sinergi yang kemudian mendirikan PT Merdeka Medika dengan bidang pekerjaan pengadaan dan distribusi alas kesehatan. Duduk sebagai Ketua Umum adalah Iwan Sopian selaku Dirut PT Sepertiga Malam.

Dalam Pelantikan tersebut hadir Merryani Girsang, S.Si., MSc.Biomed (Wakil Ketua DPP Asproksi) beserta jajaran pengurus dalam penyematan Sumpah dan Janji Pelantikan.

“Dengan berdirinya DPD Asproksi Bekasi di Provinsi Jawa Barat tentunya akan menjadi daya tarik wilayah lain dalam pemenuhan Alat Kesehatan di wilayah masing-masing dengan catatan memiliki kualitas tinggi berstandar Internasional,” kata Merryani pascapelantikan.

Pembentukan DPD Asproksi Bekasi ini juga disambut antusias Dr. Melani Arnaldi, M.Psi., Psi.

“Adanya Asproksi DPD ini tentu akan mempermudah kami mengoodinir kebutuhan Alat Kesehatan,” kata Dr. Melani. “Selain itu Asproksi memiliki cakupan yang sangat luas seperti pengembangan usaha di bidang Obat-obatan dan makanan.”

Kegembiraan juga disampaikan Sekretaris Diskominfostandi Kota Bekasi Nia Aminah Kurniati, AP., S.IP., M.Si.

“Saat ini Alat Kesehatan bermacam jenisnya, seperti gunting operasi pun banyak jenisnya, sehingga saya yakin dengan berdirinya DPD Asproksi Bekasi Provinsi Jawa Barat ini akan sangat membantu Pemerintah Daerah,” kata Nia Aminah.

Sekretaris Jenderal DPP Asproksi Dr. Fazhra Fawwaz Al-Firman, S.H., M.M. menambahkan, “ Adanya Asproksi merupakan hasil kerja keras bersama, karena Asproksi maju dari kebersamaan.”

Dr. Fazhra juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para tamu undangan seperti Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Ikatan Bidan Indonesia, para funder yang telah hadir, para owner Perusahaan yaitu  PT. Medika Berdikari,  PT. Tri Tunggal Masindo, PT. Sepertiga Malam Sinergi, PT. AMI, PT. BOS, Pusdatin Kemenhan RI.

Terima kasih juga disampaikan Dr. Fazhra kepada Dian Prasetio, S.H. Waketum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan.

Berikut ialah nama- nama Pengurus DPD Asproksi Bekasi Provinsi Jawa Barat:

  1. Ketua: Iwan Sopian
  2. Sekretaris: Yuda Firdaus
  3. Bendahara: Achmad Tantowi
  4. Divisi Tenaga Kesehatan: Vivi Hafitri
  5. Divisi Humas: Riesky Purbianto
  6. Divisi Lembaga dan Kerjasama: Novi Ratih Ayu
  7. Divisi Pengembangan Usaha dan Pemasaran: Z. Bintang
  8. Divisi Administrasi Umum: Sandy

 

Covid-19 Tak Menyurutkan Semangat Nughie untuk Berkarya

0

JAKARTA, newsatu.com — Pandemi Covid-19 memang bisa berimbas kemana-mana, membuat sebagian orang nyaris lumpuh, tak terkecuali seniman seperti Nughie, sineas muda yang kini memilih menetap di kampung halamannya di Sragen.

Di Jakarta, Nughie pernah terlibat dalam sejumlah pembuatan film layar lebar seperti Bocah Angon, FTV Pintu Berkah di Indosiar, dan sinetron Putih Cinta Dokter Anisa dan Kembalinya Raden Kian Santang.

Namun, aktivitas perfilman yang sempat lesu karena Covid-19 membuat pria kelahiran 20 Januari 1982 ini pulang ke Sragen. “Semua produksi film sempat terhenti. Karena tidak ada yang bisa saya kerjakan, saya putuskan pulang,” ujar Nughie melalui chat WA.

Tapi, sebagai seniman, jiwa seni Nughie tak lantas padam. Bersama sejumlah teman di Sragen, Nughie pun coba melahirkan karya-karya yang mengangkat kearifan lokal. Ia juga melakukan kegiatan sosialisasi perfilman di kota kelahirannya.

Nughie (kiri) bersama Agung Joko Setianto (Granat).

Lulusan D3 Manajemen Bisnis di Surakarta 2006 ini memang lahir dari keluarga seniman dari kakeknya. Ia juga pernah menimba ilmu di Teater Pendapan Sragen dekade 2000-2007, Komunitas Biola/Srabi (Sragen Biolis), Komunitas Sedap Malam Sragen 2006-2009, dan sejak 2017 aktif di Koper atau Komunitas Perupa Sukowati.

Untuk menuangkan ide-ide kreatifnya, Nughie juga melahirkan beberapa karya visual yang diunggah di kanal YouTube Sinema Sragen.

Nughie juga mengaku tengah menjalin kerja sama dengan Agung Joko Setianto dari LSM Granat. Mereka berencana membuat film lokal tentang bahaya narkoba bagi generasi muda.

Sebagai aktor di sejumlah film, Nughie juga aktif dalam dunia penyutradaraan dalam empat tahun terakhir. “Saya banyak belajar dari Mas Dedi Setiadi,” katanya.

Itu jadi modal Nughie untuk terus berkarya meski ia mengaku agak galau karena dua film garapannya harus tertunda gara-gara Covid-19.

Mo Salah Permalukan Man United di Old Trafford

0

JAKARTA, newsatu.com — Aksi tiga gol bintang Liverpool Mohamed Salah ke gawang Manchester United, Minggu (24/10) malam, bikin posisi manajer Ole Gunnar Solskjaer makin serbasalah. Total, kiper Man-U David de Gea menenggak 5 gol tanpa balas di Old Trafford.

Hal itu juga terlihat ketika taggar #OleOut menjadi trending di Twitter saat ini.

Hampir semua pemain United juga makin tak percaya lagi dengan taktik bermain yang diterapkan Solskjaer, utamanya sejak kalah 2-4 dari Leicester City dan kemudian dibekap Liverpool 5-0.

“Pesannya tak jelas. Ada kebingungan dalam tim. Pemain tidak paham bagaimana taktinya,” kata Marcus Rashford. “Tidak ada tim, cuma individual dan persoalan besar ada di belakang.”

Sementara itu, ‘pesta’ kini dirasakan Liverpool dan fan-nya setelah dua gol Naby Keita dan Diogo Jota dilengkapi Salah dengan hattrick. Salah pun kini mantap di posisi teratas sebagai pencetak gol terbanyak Liga Primer.

Total Salah mencetak 10 gol, unggul tiga gol dari Jamie Vardy (Leicester) yang mengemas 7 gol.

Ketiga gol itu pasti akan bikin sejumlah klub seperti Real Madrid ngotot memboyongnya ke Santiago Bernabeu. Tapi, dalam konferensi pers pascapertandingan, manajer Juergen Klopp yakin Salah akan tetap di Liverpool sampai pensiun.

“Ia menikmati permainannya dan semoga itu berlanjut lama, lama, lama. Saya sudah tahu (ia ingin mengakhiri kariernya di sini), saya tahu situasinya.”

Eks gelandang Liverpool, Graeme Souness, mengakui bahwa Salah adalah pemain terbaik di dunia saat ini, meski kadang ia terganggu dengan sifat egoistis penyerang timnas Mesir itu.

Salah nampaknya memang benar-benar sedang on fire. Ia melesakkan 12 gol dalam 11 penampilan terakhirnya di semua kompetisi. Tak aneh jika namanya  masuk dalam daftar nominasi untuk penghargaan Ballon d’Or 2021.

Di Liga Inggris musim ini, Salah telah bermain sembilan kali, dengan catatan 10 gol dan empat assist. Torehan itu membuatnya semakin menjadi pemain utama Liverpool.

Salah kini telah mencetak 106 gol di Liga Inggris, membuatnya  menjadi pencetak gol terbanyak pemain Afrika dalam sejarah kompetisi itu, melampaui Didier Drogba (104).

Salah adalah pemain pertama yang mencetak hattrick di Old Trafford selama lebih dari 18 tahun, sejak Ronaldo melakukannya untuk Real Madrid pada April 2003 di Liga Champions.

Salah telah menjadi pemain pertama dalam sejarah Liverpool yang mencetak gol dalam tiga penampilan melawan Manchester United.

Salah kini telah mencetak gol dalam 10 penampilan berturut-turut di semua kompetisi sejak 2017/18. Ia  merupakan pemain ke-4 di Eropa setelah Ronaldo (April 2018), Duvan Zapata (Januari 2019) dan Robert Lewandowski (3 kali).

Hari Dokter Nasional: IDI Berharap Para Dokter Berkomitmen pada Pengabdian terhadap Kemanusiaan

0

JAKARTA, newsatu.com — Hari Dokter Nasional diperingati pada hari ini, Minggu (24/10). Hari Dokter Nasional tahun ini merupakan kali kedua diperingati pada masa pandemi virus corona.

Pada masa pandemi ini, dokter dan tenaga medis memegang peranan paling penting dalam penanganan pasien yang terpapar Covid-19.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, dalam rangka Hari Dokter Nasional, IDI berharap semua dokter di Indonesia berkomitmen pada pengabdian terhadap kemanusiaan.

“Diharapkan semua dokter Indonesia tetap komitmen pada jati dirinya sebagai pengabdi pada kemanusiaan dan sebagai pejuang kebangsaan sejak lahirnya,” ujar Daeng saat dihubungi Kompas.com.

Tantangan saat ini, lanjut dia, banyaknya daerah terpencil yang belum mendapatkan pelayanan dokter. Menurut dia, dokter-dokter di daerah terpencil merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan.

“Tindakan ini masih perlu diperhatikan baik kesejahteraannya, keamanan, dan keselamatannya,” lanjut dia.

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Adib Khumaidi mengatakan, ada dua hal yang saat ini dihadapi profesi dokter di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dua hal itu adalah tantangan dan keterbatasan. Untuk tantangan, Adib mengatakan, saat ini dokter tengah menghadapi permasalahan kesehatan yang semakin kompleks.

“Disrupsi pelayanan kesehatan yang diakibatkan krisis pascapandemi, transformasi digital, liberalisasi jasa kesehatan,” ujar Adib.

Sementara, terkait keterbatasan, baik internal maupun eksternal, IDI diharapkan bisa mempersiapkan organisasi dan anggotanya serta akselerasi regulasi dari pemerintah yang harus dioptimalkan.

Ia berharap, ada peningkatan sense of urgency para anggota IDI dan tranformasi organisasi profesi.

Selain itu, diharapkan adanya upaya-upaya seperti Reevaluate value, Reconnect, Rebuild business program, dan Reimagine yang berkesinambungan.

“Dalam hal ini, IDI melakukan upaya internal yaitu Reavaluate value (teknologi digital disuntikkan dalam setiap aktivitas organisasi untuk meningkatkan value/manfaat besar bagi anggota),” ujar Adib.

Upaya Reconnect dilakukan dengan semua stakeholder termasuk memosisikan menjadi mitra strategis pemerintah.

Untuk Rebuild business, terkait program organisasi menuju kemandirian organisasi. Sedangkan Reimagine diperlukan untuk memperkokoh branding yakni branding identitas dan branding image.

Hari Dokter Nasional pertama kali disepakati saat Muktamar IDI yang terselenggara di Ujung Pandang 22-27 Oktober 1994. Ketua IDI saat itu, Agus Purwadianto, menegaskan, Muktamar memutuskan peringatan Hari Dokter Nasional setiap 24 Oktober.

Dicetuskannya Hari Dokter Nasional ini juga bertepatan dengan berdirinya IDI yang dinilai sebagai organisasi profesi kedokteran di mana para pemimpin dan anggotanya hanya dokter Indonesia dan tidak ada lagi dokter asing (Belanda).

Menurut Agus, para dokter telah mencetak prestasi dalam kurun waktu penjajahan, kemerdekaan, maupun di era pembangunan. Oleh karena itu,pencetusan Hari Dokter Nasional bukan sesuatu yang berlebihan.

Saat dibentuk, organisasi ini telah disebar ke berbagai karisidenan, dan muncullah istilah dokabu (dokter kabupaten), digunakan untuk penyebutan bagi dokter yang mengabdi di daerah.

Hari Dokter Nasional menjadi bukti bahwa profesi dokter merupakan profesi mulia dan sekaligus menjadi sarana bagi kelompok profesi ini untuk menjaga tradisi kemuliaan.

LaNyalla Mattalitti: Pemerintah Harus Perkuat UMKM Dalam Negeri

0

KUNINGAN, newsatu.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah memperkuat Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) dalam negeri agar memiliki daya saing. Menurutnya, hal itu dibutuhkan untuk menekan produk impor yang banyak dijual pada platform e-commerce.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi e-commerce sepanjang 2020 mencapai Rp253 triliun dan diperkirakan bisa mencapai Rp337 triliun pada 2021. Sayangnya, 90 persen lebih produk yang dijual di e-commerce Indonesia adalah produk impor.

“Platform e-commerce itu seakan dikuasai oleh produk impor. Maka, saya menilai penting untuk meningkatkan dan memperkuat kemampuan UMKM kita agar berdaya saing yang akhirnya berdampak positif bagi perekonomian nasional,” kata LaNyalla di sela-sela kunjungan kerja ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (23/10).

Senator asal Jawa Timur itu menilai, angka yang sangat besar itu perlu diimbangi dengan pertumbuhan produk-produk kebutuhan konsumen dengan harga yang kompetitif dan kualitas barang yang baik.

“Karena bagaimanapun, konsumen akan mencari barang yang murah. Untuk itu, UMKM kita harus mampu menyediakan berbagai kebutuhan tersebut,” tuturnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jawa Timur melihat, UMKM di luar negeri seperti Cina lebih siap dalam memasuki ekosistem ekonomi digital yang sudah merambah pasar global.

“Ini merupakan tantangan yang besar. UMKM di Indonesia harus memiliki kesadaran dan terus-menerus diberikan edukasi dan peningkatan kapasitas dalam produksi, baik SDM maupun kualitas produk,” tegas LaNyalla.

Menurutnya, salah satu kelemahan pelaku UMKM dalam negeri masih banyak yang belum memahami digital knowledge dan skill. Meskipun pelaku UMKM milenial telah ada yang merambah pasar internasional melalui kanal media sosial seperti Instagram dan Facebook, namun persentase mereka masih kecil dibanding dengan UMKM konvensional.

“Pelaku UMKM perlu dibekali dengan pemahaman keuangan secara profesional, akses pembiayaan serta pengelolaan yang profesional untuk merambah pasar ekspor,” papar LaNyalla.

Langkah strategis ini berhasil dilakukan oleh Koperasi Produsen Angudi Logam Abadi, Tulungagung, Jawa Timur, yang berhasil meluncurkan produk Cangkul Merah Putih berstandar SNI melalui dukungan pembiayaan BRI dan pasokan bahan baku dari Krkatau Steel.

Produksi ini merupakan program lokalisasi kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Perindustrian, LPDB-KUMKM dan BUMN untuk menekan impor cangkul.

“Pemerintah perlu melakukan langkah yang serius melalui kebijakan yang strategis untuk mendorong UMKM memproduksi berbagai kebutuhan dalam negeri. Sebab, pelaku UMKM tidak dapat berjalan sendiri. Jika tidak begitu, maka UMKM kita di dalam pasar e-commerce akan terus tergerus oleh produk luar negeri,” kata LaNyalla.

Kalahkan Petinju Jepang, Petinju Wanita Vietnam Jadi Juara Dunia

0

JAKARTA, NEWSATU.COM — Nguyen Thi Thu Nhi mencetak sejarah bagi pertinjuan wanita Vietnam. setelah ia merebut gelar minimum WBA female, Sabtu (23/10) malam.

Nhi mengalahkan petinju Jepang, Etsuko Tada, dalam pertarungan menarik dan menghibur penonton di Wadong Gymnasium, Ansan, Korea Selatan. Nhi yang kalah pengalaman bertarung gagah berani selama 10 ronde dan menang.

Nhi, 25 tahun, naik ring dengan pengalaman 4 pertarungan pro tapi dengan modal juara WBO Asia Pasifik yang direbutnya pada Februari 2020 dengan mengalahkan petinju Thailand Kanyarat Yoohanngoh.

Tada adalah petinju peringkat 1 kelas layang mini atau minimum [47,6kg]  dan pemegang gelar WBO. Sebelum jumpa Nhi, Tada, 40 tahun, sudah 26 kali naik ring, 20 kali menang, 3 kali kalah, dan 3 kali draw.

Memulai pertarungan dengan lamban, Nhi mengejutkan Tada di ronde 3 ketika ia meng-counter dengan sebuah pukulan lurus. Meski kalah tinggi dan jangkauan, Nhi unggul skill dan hook keras.

Tada sempat membuat mata Nhi berdarah di ronde 9 melalui sebuah hook. Tada memanfaatkan hal itu dengan coba terus menyerang. Namun, Nhi pun tetap meladeni serbuan Tada meski pandangannya terganggu.

Ia akhirnya dimenangkan hakim dengan 96-94.

Dengan hasil itu, Nhi mencetak sejarah sebagai petinju pertama Vietnam yang jadi juara sekaligus wanita Vietnam pertama yang jadi juara dunia.

LaNyalla Mattalitti: Ponpes, Kyai, & Santri Mampu Jaga Kearifan Lokal

0

JAKARTA, NEWSATU.COM — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai pondok pesantren masih menjadi institusi yang paling konkret dalam memberikan sumbangsih bagi masyarakat dan negara.

Penilaian itu disampaikan LaNyalla pada Peringatan Milad Hari Santri ke-6 sekaligus Rapat Kerja NasionalDPP Foksi (Forumum Komunikasi Santri Indonesia)  di Jakarta, Sabtu (23/10).

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual itu LaNyalla menilai, pondok pesantren dengan kyai dan santrinya tetap hidup mandiri dan memberi solusi, serta mampu menjaga kearifan lokal dalam pembangunan.

“Kalau kita bedah dari analisa ideologi, ekonomi, sosial dan budaya, pondok pesantren merupakan salah satu institusi yang paling nyata berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Indonesia ini,” kata LaNyalla.

Dari sisi ideologi, ujar LaNyalla, Pancasila jelas menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa di sila pertama dan di Pasal 29 Ayat 1 Konstitusi bahwa negara ini berlandaskan Ketuhanan. Hal itu menjadi domain utama  Pondok Pesantren sebagai penjaga akhlak dan adab atau moral generasi bangsa ini.

“Artinya dengan melaksanakan ajaran agama, sisi penghayatan dari sila pertama Pancasila akan terwujud. Dan ini akan melahirkan manusia yang beradab dan berakhlak,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, selain sebagai institusi mandiri, pondok pesantren sudah memasuki ruang ekonomi melalui koperasi pondok pesantren dan usaha-usaha di sektor pertanian, peternakan dan lainnya.

Bahkan ditambahkan LaNyalla, beberapa pesantren telah mencatat sukses mengembangkan sektor usaha melalui koperasi pondok pesantren, meskipun hanya perlu dilakukan secara lebih luas. Sebab, belum semua dari pondok pesantren di Indonesia mampu membesarkan skala bisnisnya, padahal potensinya ada.

“Yang perlu dimanfatkan adalah peluang pasar Produk Halal karena pasarnya bisa menembus manca negara, khususnya negara-negara yang membutuhkan produk halal. Memang hal ini masih membutuhkan dukungan dan keberpihakan pemerintah, baik daerah maupun pusat. Saya kira ini perlu disinergikan agar terwujud,” lanjut LaNyalla.

Dari sisi sosial, pondok pesantren sudah pasti menjadi penjaga nilai-nilai kearifan lokal. Dimana di tengah gencarnya arus dan gaya hidup global, pondok pesantren berperan sebagai penyeimbang, sekaligus penjaga moral generasi penerus.

“Dari sisi budaya, pondok pesantren masih menjadi garda depan lembaga pendidikan di Indonesia. Perannya sangat besar dan fundamental karena mengajarkan nilai-nilai adab dan budi pekerti yang menjadi bekal kehidupan bagi para alumni santri dalam menjalani kehidupan di masyarakat.  Inti pendidikan adalah menghasilkan anak didik yang berakhlak dan bermoral,” bebernya.

Kontribusi pesantren sudah dilakukan sejak era sebelum kemerdekaan. Pondok pesantren adalah prototipe dari masyarakat madani atau entitas civil society. Pesantren hidup mandiri sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat di sekitar.

“Ada yang sakit, minta doa ke kyai. Ada yang tidak punya beras, datang ke pondok pesantren. Ada yang punya masalah, minta nasihat kyai, dan seterusnya. Begitulah kenyataannya kalau kita baca sejarah,” tuturnya.

Peran ulama dan kyai-kyai pengasuh pondok pesantren saat itu juga tidak bisa dihapus dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Termasuk peran para ulama dan kyai se-Nusantara dalam memberikan pendapat dan masukan kepada BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yang kemudian menjadi PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

“Termasuk sikap legowo para ulama dan kyai, yang demi keberagaman, setuju menghapus anak kalimat ‘Piagam Jakarta’ yang menjadi pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,  dengan kalimat ‘Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa’,” tutupnya.

Ini 3 Langkah Kemenkes Turunkan Kasus Baru TBC di Indonesia

0

JAKARTA, NEWSATU.COM — Kementerian Kesehatan menargetkan penurunan angka kasus baru TBC hingga 65 kasus per 100 ribu penduduk. Sejumlah strategi akan dilakukan Kemenkes dibantu kementerian/lembaga terkait.

Data teranyar kasus TBC menunjukkan sebanyak 301 kasus per 100 ribu penduduk, dan saat ini  Indonesia berada di posisi ke-3 kasus TBC terbanyak tingkat global.

Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan target 65 kasus per 100 ribu penduduk tersebut harus dicapai hingga tahun 2030.

“Mudah-mudahan langkah konkret bisa dihasilkan pada pertemuan TB Summit ini, dan memberikan kontribusi kepada seluruh stake holder terkait untuk menemukan kasus aktif dan pengobatan yang lebih baik kepada pasien-pasien TBC,” katanya dalam diskusi TB Summit di Bali, Kamis (21/10).

Kemenkes juga menargetkan penurunan angka kematian hingga 6 per 100 ribu penduduk.

Strategi yang akan dilakukan Kemenkes, tambah Dante, meliputi 3 hal yakni melalukan Preventif, Deteksi, dan Terapi.

Untuk Preventif, dilakukan dengan imunisasi BCG pada anak-anak yang sudah berlangsung puluhan tahun. Cakupan BCG 3 tahun terakhir angkanya semakin menurun. Tahun 2018 sebanyak 37%, 2019 sebanyak 50%, dan tahun 2020 sebanyak 32%. Hal tersebut dikarenakan adanya pandemi COVID-19.

Kemudian pemberian terapi pencegahan TBC pada kontak erat.

“Jadi mereka yang sudah terkontak dengan pasien TBC di rumahnya bisa diberikan obat TBC sebagai preventif untuk mencegah terjadinya penularan lebih lanjut,”  ucap Wamenkes.

Strategi selanjutnya adalah Deteksi, mulai dari fasilitas kesehatan, tracing target per desa, kecamatan hingga provinsi dan utilisasi mesin tes cepat molekuler (TCM). Utilisasi mesin TCM yang tersedia di Puskesmas menurun akibat pandemi COVID-19.

Saat ini ada 1.168 alat TCM yang tersebar di 34 provinsi dan 496 kabupaten/kota. Wamenkes Dante mengatakan akan menambah jumlah mesin tersebut.

Strategi terakhir adalah Terapi, baik terapi sensitif TBC maupun TBC yang sudah resisten yang sulit diobati.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus berperan serta dalam kegiatan ini. Maka penemuan kasus di luar fasilitas kesehatan menjadi sangat penting dan menjadi ujung tombak dari skrining dan penemuan kasus TBC di masa yang akan datang,’ tutur Dante.

Kadin Minta Swasta Dukung Upaya Dekarbonisasi

0

JAKARTA, NEWSATU.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong sektor swasta secara aktif mendukung upaya dekarbonisasi (upaya pengurangan emisi karbon) yang tengah digencarkan pemerintah.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan komitmennya untuk menghimpun keikutsertaan seluruh sektor swasta menjadi katalisator kebijakan pemerintah menurunkan gas rumah kaca (GSK).

Kadin juga akan mengintegrasikan pihak swasta ke dalam siklus kegiatan ekonomi untuk memberikan kontribusi dalam upaya dekarbonisasi. Pun demikian, dia menilai bahwa cukup banyak pihak swasta yang berminat mendukung kebijakan ini.

“Dalam skala utilitas, Kadin melihat banyak minat dari pihak domestik, regional, bahkan internasional yang telah menjalankan praktik Environmental, Social, and Governance [ESG] dan ingin mengambil bagian dalam pertumbuhan energi terbarukan di Indonesia,” katanya dalam agenda Indonesian Pathway to Net Zero Emission – Energy Transition di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Dalam skala yang lebih kecil, Kadin juga melihat banyak dari sektor swasta semakin tertarik untuk memasang panel energi surya sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi.

Dengan model bisnis dan skema pembiayaan yang semakin matang di sekitar industri panel energi surya, Kadin dapat mendorong lebih banyak investasi dalam rantai nilai atap surya.

Investasi tersebut baik dalam bentuk panel surya, elektronika daya, penyimpanan energi, dan layanan EPC.

“Hal seperti ini pada gilirannya akan menciptakan siklus umpan balik positif yang memungkinkan terciptanya ekonomi hijau atau industri hijau,” terangnya.

Di sisi lain, dia menilai, peran swasta dalam pengembangan energi terbarukan  cukup penting. Selain berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca, langkah itu diyakini dapat memacu tumbuhnya industri baru dan memberikan keuntungan ganda bagi Indonesia.

Seperti diketahui, pemerintah menargetkan bauran energi bersih akan mencapai 23 persen pada 2025. Saat ini, bauran energi baru terbarukan masih terbilang sedikit yakni sekitar 11 persen.

Sumber: Bisnis.com

Ketua DPD RI Minta Pelatihan Active Selling ke Pelaku UMKM Digencarkan

0

JAKARTA, NEWSATU.COM — Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendorong agar pelatihan Active Selling kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lebih digencarkan.

Menurut LaNyalla, program itu akan membuat pelaku UMKM melek dunia digital dan membawa peluang baru. Dengan begitu mereka akan lebih optimal dalam penjualan pasar luring maupun daring.

“Pelatihan semacam itu tentu sangat baik, sangat positif, agar pelaku UMKM bisa lebih kompetitif dan mengoptimalkan penjualan. Dampaknya  akan meningkatkan pendapatan serta memperpanjang kelangsungan usaha,” kata LaNyalla, Kamis (21/10).

Berdasarkan data terakhir Kementerian Koperasi dan UKM, dari total 64,19 juta pelaku UMKM yang sudah onboarding di ekosistem digital baru mencapai 19 persen atau sekitar 12 juta UMKM. Jumlah ini memang lebih besar dibanding tahun 2020 yang masih di angka 13 persen atau sekitar 8 juta UMKM. Tapi, tentu masih terus lebih digencarkan pembinaannya.

Hal ini, menurut LaNyalla, menjadi pekerjaan rumah pemerintah agar dapat mendorong pelaku UMKM beralih ke marketplace.

“Sejauh ini memang pelaku UMKM, terutama para pedagang kecil masih rendah pemahaman mengenai teknologi dan penggunaan kegiatan ekonomi digital, sehingga mereka belum banyak tahu bagaimana menjual dan mempromosikan produk secara online,” lanjutnya.

Pelatihan Active Selling dijalankan oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo selama enam bulan. Mereka dibimbing para fasilitator agar terampil mengoptimalkan media sosial dan marketplace, menggunakan kasir online dan agregator.

“Kita berharap pelaku UMKM mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru. Lebih dari itu agar industri lokal juga semakin maju. Ini menjadi tantangan di masa pandemi seperti sekarang untuk sekaligus mewujudkan agenda bangsa kita yaitu pulihnya sektor kesehatan dan bangkitnya sektor ekonomi,” tegasnya.

Namun, LaNyalla mengingatkan kepada pelaku UMKM untuk menjaga kepercayaan konsumen. Pemasaran produk yang bagus tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan profesionalitas dalam pelayanan penjualan.

“Yang perlu diingat kemudian adalah menjaga kepercayaan konsumen. Seperti pengiriman produk harus cepat dan tepat waktu. Ini penting. Kemudian kualitas produk harus tetap terjaga. Karena begini, kita berhasil mengunggah foto atau memberi keterangan produk di marketplace dengan bagus, bisa terampil berinteraksi dengan calon pembeli, bertransaksi secara daring, tapi kalau kemudian ada yang kecewa dengan pelayanan kita, itu semua tidak ada artinya,” kata Senator asal Jawa Timur itu.

Program Active Selling tahun 2021 menyasar 26.000 UMKM produsen sektor pengolahan di sepuluh Kawasan Wisata Prioritas selama Juli hingga Desember 2021.

Yang menarik, dalam pelatihan Active Selling ini para pelaku UMKM juga melakukan pertemuan kelompok di pusat pelatihan serta mendatangi lokasi usaha para UMKM yang sudah sukses.

Bahkan fasilitator datang langsung ke rumah pelaku UMKM untuk mengajar tips dan trik sehingga toko atau produk yang dihasilkan mendapat order maksimal di masa pandemi dan bisa memasarkan  produk sampai luar wilayah.