Sabtu, Agustus 29, 2026
Beranda blog Halaman 39

Polda Aceh Ungkap Kronologi Tewasnya Anggota POM TNI Saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba

ACEH, NEWSATU – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengungkap kronologi peristiwa penembakan yang menyebabkan anggota Polisi Militer (POM) TNI, Pratu Galuh Nugraha, meninggal dunia saat berlangsungnya operasi penangkapan terhadap terduga bandar narkoba.

Kapolda Aceh menjelaskan, insiden bermula ketika aparat melakukan operasi penangkapan terhadap empat orang terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan satu orang yang diduga merupakan oknum anggota Brimob. Sementara tiga terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran.

Saat proses pengejaran berlangsung, petugas melepaskan tembakan ke arah para pelaku. Dalam situasi tersebut, peluru yang mengalami rekoset diduga mengenai seorang warga yang turut membantu proses penangkapan. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Belakangan diketahui bahwa korban merupakan anggota POM TNI, Pratu Galuh Nugraha, yang akhirnya meninggal dunia.

“Pada saat kejadian terdapat empat orang terduga pelaku di dalam mobil. Satu orang yang diduga merupakan anggota Brimob berhasil diamankan, sedangkan tiga lainnya masih dalam pengejaran,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda menambahkan, sejak insiden itu terjadi pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Pangdam Iskandar Muda beserta jajaran, Danpuspomad, dan Danpomdam Iskandar Muda.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta awal kejadian, memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara Polri dan TNI.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh dan seluruh jajaran, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha serta seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia,” ucap Kapolda.

Polda Aceh juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan foto, video, maupun narasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Selain itu, masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut diharapkan bersedia memberikan keterangan kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus.

Hingga saat ini, Polda Aceh menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung, termasuk pengejaran terhadap tiga terduga pelaku yang melarikan diri. Aparat juga mengharapkan dukungan masyarakat melalui informasi yang dapat membantu pengungkapan perkara. (ril)

Rumah BUMN Binaan PTBA Unjuk Gigi di INACRAFT Festival 2026

YOGYAKARTA, NEWSATU – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui ajang INACRAFT Festival 2026 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 15–19 Juli 2026, PTBA membuka peluang lebih luas bagi UMKM binaannya untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

Mengusung tema “Hamemayu Hayuning Bawana”, INACRAFT Festival 2026 menjadi salah satu pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku UMKM, desainer, investor, buyer, komunitas kreatif, hingga masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi kreatif.

Dalam ajang tersebut, PTBA menghadirkan berbagai produk unggulan dari empat Rumah BUMN binaan, yakni Rumah BUMN Muara Enim, Banyuasin, Pringsewu, dan Sawahlunto. Produk yang dipamerkan mencerminkan kekayaan budaya Nusantara, mulai dari Habar Jumputan, Zhuliansyah Songket, Mojao Art, SIBA Batik Kujur, SIBA Songket, SIBA Ecoprint, Astrina Collection, hingga Putra Tapis.

Keikutsertaan ini bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi menjadi langkah strategis perusahaan untuk memperkuat branding produk, memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi UMKM binaan.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perseroan tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui pembinaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar yang lebih luas. Keikutsertaan dalam INACRAFT Festival 2026 menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan daya saing produk UMKM binaan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Kami berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh, mandiri, dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” ujar Eko.

Tak hanya memamerkan produk, PTBA juga mendapat kesempatan mengisi sesi Talk Show bertema “The Queen of Textile: Songket Palembang”. Dalam kesempatan itu, Owner Zhuliansyah Songket sekaligus mitra binaan PTBA, Ilham, berbagi pengalaman mengenai perjalanan usahanya, filosofi Songket Palembang, proses kreatif, hingga tantangan dalam mengembangkan industri wastra di tengah perkembangan ekonomi kreatif.

Kehadiran mitra binaan sebagai narasumber menjadi bukti nyata dukungan PTBA dalam memberikan ruang promosi, meningkatkan eksposur, sekaligus memperkuat posisi UMKM di industri kreatif nasional.

Bagi PTBA, partisipasi dalam INACRAFT Festival 2026 bukan hanya berorientasi pada peningkatan penjualan selama pameran. Lebih dari itu, ajang ini menjadi sarana memperkenalkan potensi UMKM binaan kepada calon pembeli, mitra usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan, sehingga membuka peluang kolaborasi dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Melalui sinergi bersama Rumah BUMN dan para pelaku UMKM, PTBA optimistis mampu terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh, berdaya saing, serta mampu membawa produk-produk lokal Indonesia menembus pasar global.

INACRAFT Festival 2026 sendiri turut dihadiri Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua ASEPHI Muchsin Ridjan, jajaran Dekranas dan Dekranasda, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, perwakilan BUMN, Kadin DIY, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, serta sejumlah organisasi kerajinan dunia. (ril) 

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Ungkap Peredaran Sabu dan Ekstasi di Muara Telang

BANYUASIN, NEWSATU – Polda Sumatera Selatan melalui Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banyuasin kembali mengungkap kasus dugaan peredaran gelap narkotika. Seorang pria berinisial I (40) ditangkap di Desa Upang Ceria, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, setelah kedapatan menyimpan puluhan paket sabu siap edar dan sejumlah butir ekstasi.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah di Desa Upang Ceria. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Polsek Muara Telang bersama Satresnarkoba Polres Banyuasin melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek lokasi pada Rabu (22/7/2026).

Dalam penggerebekan itu, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat penggeledahan yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan sebuah tas selempang hitam di dalam kamar tersangka.

Dari dalam tas tersebut, polisi mengamankan 40 paket plastik klip bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 10,68 gram. Selain itu, turut ditemukan tiga butir tablet diduga narkotika jenis ekstasi berlogo Rolex berwarna merah muda dengan berat bruto 1,28 gram serta satu buah skop plastik berwarna hijau yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.

Seluruh barang bukti bersama tersangka kemudian dibawa ke Mapolres Banyuasin untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lain yang berkaitan dengan tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para pelaku kejahatan narkotika di wilayah Kabupaten Banyuasin. Pengungkapan ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkoba demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat, profesional, dan Presisi,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi keberhasilan jajaran Polres Banyuasin bersama Polsek Muara Telang dalam mengungkap kasus tersebut.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

“Kami akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan Presisi guna menjaga situasi kamtibmas yang aman serta melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya. (ril)

Bhayangkari Sumsel Raih Juara 1 Stand Terbersih di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026

JAKARTA, NEWSATU – Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 Kategori Stand Terbersih dan Terapih pada ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara (KBN) 2026. Prestasi tersebut menjadi bukti komitmen Polda Sumatera Selatan dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi nasional.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Martha Dedi Prasetyo, yang mewakili Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo, pada acara penutupan KBN 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya”, kegiatan yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 itu diikuti seluruh Pengurus Daerah Bhayangkari se-Indonesia sebagai ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus mendorong pengembangan UMKM.

Keikutsertaan Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM. Melalui pembinaan dan promosi produk lokal, Bhayangkari bersama Polda Sumsel terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha serta memperluas akses pasar hingga tingkat nasional.

Pada pameran tersebut, Stand Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan yang menempati Hall A nomor A25 hingga A31 menampilkan beragam produk khas Bumi Sriwijaya, mulai dari kain songket, jumputan, aneka kerajinan tangan, hingga kuliner tradisional seperti pempek.

Keberhasilan meraih Juara 1 didasarkan pada penilaian yang mencakup aspek kebersihan, kerapian penataan produk, sanitasi, estetika stan, serta pengelolaan lingkungan sesuai standar penyelenggara.

“Penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi bukti komitmen Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan dalam mendukung pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh tim dalam menghadirkan produk unggulan daerah dengan penataan terbaik. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta membawa nama Sumatera Selatan semakin dikenal di tingkat nasional,” demikian semangat yang diusung Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan melalui partisipasinya pada ajang tersebut.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan, tetapi juga memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM binaan. Diharapkan, promosi produk lokal melalui ajang nasional seperti KBN mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (ril)

Legenda Tinju AS Errol Spence Jr Pensiun, Dari Kecelakaan Maut Ferrari Hingga Tumbang dari Tszyu

0

NEWSATU.COM – Mantan juara dunia kelas welter asal Amerika Serikat, Errol Spence Jr, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia tinju profesional pada usia 36 tahun. Keputusan gantung sarung tinju ini diambil usai ia menelan dua kekalahan beruntun dalam kariernya.

Spence mengonfirmasi keputusan tersebut dalam wawancara pasca-bertarung pada Minggu (26/7), sesaat setelah dikalahkan oleh petinju Australia berusia 31 tahun, Tim Tszyu, di Sydney.

Saat ditanya apakah kariernya telah berakhir usai kekalahan angka mutlak tersebut, Spence menjawab lugas. “Saya pikir, ya. Sudah pasti,” tegasnya.

Spence menambahkan bahwa faktor kesehatan dan keluarga menjadi alasan utama di balik keputusannya.

“Kemampuan fisik dan mental saya masih utuh. Keuangan saya juga bekerja dengan baik. Semuanya baik-baik saja,” ujar Spence.

“Saya memiliki keluarga yang luar biasa dan saya bersyukur kepada Tuhan bisa meninggalkan olahraga ini dengan kondisi fisik yang sehat serta keluarga yang tetap mendampingi.”

Pengumuman mengejutkan ini datang setelah pertarungan sengit 12 ronde di Sydney. Tiga juri memberikan penilaian mutlak 118-110, 117-111, dan 117-111 untuk keunggulan Tszyu, yang mencatatkan 190 pukulan masuk berbanding 157 milik Spence.

Meski menang, Tim Tszyu tetap melayangkan pujian setinggi langit dan menyebut Spence sebagai salah satu petinju terhebat di eranya.

“Saya sempat tidak bisa tidur memikirkan bagaimana rasanya menghadapi legenda seperti dia. Tapi ini pertarungan yang luar biasa. Mengalahkan petinju hebat seperti Errol Spence bahkan terasa lebih besar daripada meraih gelar juara dunia,” kata Tszyu.

Errol Spence Jr mengakhiri perjalanan karier profesionalnya dengan rekor impresif 28 kemenangan (22 KO) dan 2 kekalahan. Selama masa jayanya, ia berhasil menyatukan gelar juara dunia kelas welter versi WBC, WBA, dan IBF, serta menumbangkan nama-nama besar seperti Kell Brook, Shawn Porter, hingga Danny Garcia.

Perjalanan karier Spence mulai mengalami penurunan drastis usai selamat dari kecelakaan mobil maut yang menghancurkan mobil Ferrari miliknya di Dallas pada Oktober 2019. Setelah bangkit dari kecelakaan tersebut, rekor tak terkalahkannya akhirnya pecah pada Juli 2023 saat dihentikan oleh Terence Crawford di ronde ke-9.

Usai absen selama tiga tahun sebelum akhirnya naik ring kembali menghadapi Tim Tszyu, laga di Australia tersebut resmi menjadi penutup dari perjalanan panjang salah satu petinju terbaik yang pernah dimiliki Amerika Serikat.***

Launching Si Bara, Muara Enim Mantapkan Langkah Jadi Tuan Rumah FORPROV II KORMI 2026

MUARA ENIM, NEWSATU – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri kegiatan Senam Bugar sekaligus meluncurkan logo, maskot, dan theme song Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II KORMI Tahun 2026 di Plaza GOR Pancasila Muara Enim, Minggu (26/7/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) merupakan wadah olahraga masyarakat yang menaungi sekitar 90 jenis olahraga rekreasi di tingkat nasional. Menurutnya, olahraga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif.

“Olahraga ada yang berorientasi prestasi di bawah KONI dan ada yang berorientasi rekreasi di bawah KORMI. Keduanya sama-sama penting untuk membangun masyarakat yang sehat,” ujar Herman Deru.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan terus menghidupkan berbagai cabang olahraga, baik yang berada di bawah naungan KONI maupun KORMI.

Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah FORPROV II KORMI 2026. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi pesta olahraga masyarakat, tetapi juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kegiatan ini akan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM hingga berbagai sektor jasa lainnya. Jadilah role model bagi kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan,” katanya.

Herman Deru juga berpesan kepada seluruh atlet, wasit, dan ofisial agar mempersiapkan diri dengan baik serta menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan FORPROV. Sementara kepada masyarakat Muara Enim, ia mengajak untuk menyambut para tamu dengan sikap ramah dan bersahabat.

Sementara itu, Ketua KORMI Provinsi Sumatera Selatan Samantha Tivani HD mengatakan peluncuran logo, maskot, dan theme song FORPROV II diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam mengembangkan olahraga rekreasi sekaligus membudayakan hidup sehat.

Di kesempatan yang sama, Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, M.Si. menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah FORPROV II KORMI yang dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kabupaten Muara Enim.

Ajang tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 5.000 peserta, terdiri atas pegiat olahraga, pelatih, ofisial, serta para pendukung dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Acara ditutup dengan penampilan resmi logo, theme song, serta maskot FORPROV II KORMI 2026 bernama Si Bara, yang akan menjadi ikon penyelenggaraan pesta olahraga masyarakat di Kabupaten Muara Enim. (ril) 

Kalah Dari Persebaya, STY Masih Optimis Persija Akan Berkembang

0

NEWSATU.COM – Persija mengakhiri laga perdana Piala Presiden 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (26/7) malam. Meski gagal raih kemenangan, pola permainan racikan pelatih anyar Shin Tae-yong (STY) sudah memperlihatkan level yang menjanjikan.

Persija menurunkan empat pemain barunya di babak pertama. Aqil Savik mendapatkan tugas sebagai kiper utama di bawah mistar. Denis Kolinger dan Radovan Pankov dipercaya menjadi duet di jantung pertahanan. Sementara itu, Victor Dethan berperan sebagai amunisi di sisi kiri penyerangan.

Namun, keberuntungan belum berpihak kepada anak-anak Jakarta. Pankov, yang sejatinya tampil tangguh sepanjang laga, justru mencetak gol bunuh diri yang menjadi satu-satunya gol yang tercipta malam itu. Denis Kolinger sempat mencetak gol setelah menerima umpan Arhan. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena dinilai berada dalam posisi offside.

Usai pertandingan, Shin Tae-yong menegaskan bahwa hasil ini tidak mencerminkan kekuatan terbaik timnya. Ia optimistis anak didiknya akan terus berkembang hingga mencapai level permainan terbaik. Masih menurut STY, pertandingan pertama memang selalu sulit karena seluruh elemen tim masih berada dalam proses adaptasi.

“Wajar jika ada kekurangan. Tapi, saya percaya ke depannya tim ini akan bermain lebih baik lagi dan menunjukkan performa yang semakin meningkat. Mengenai gol bunuh diri, itu adalah bentuk salah komunikasi antara kiper dan pemain belakang. Tentu ke depannya hal seperti itu tidak boleh terulang lagi,” ujar STY di laman resmi Persija.

Senada dengan STY, bek Persija, Ilham Rio Fahmi, mengatakan bahwa ia dan kolega akan terus berkembang meski mengawali kiprah di Piala Presiden 2026 dengan hasil yang belum memuaskan. Rio menegaskan bahwa kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim.

Ia juga optimistis Persija akan menunjukkan perkembangan seiring bertambahnya waktu persiapan dan semakin matangnya pemahaman para pemain terhadap strategi yang diterapkan tim pelatih.

“Tentunya bukan pertandingan yang mudah bagi kami, terlebih lagi kami baru latihan sekitar 1-2 minggu. Saya percaya pada tim ini bahwa ke depannya bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi,”  kata Rio dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Polisi Gagalkan Upaya Pelaku Buang Barang Bukti, 8,34 Gram Sabu Disita

OKI, NEWSATU – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mengungkap dugaan kasus peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial KS (30) diamankan petugas setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu di Desa Kampung Baru, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI.

Penangkapan dilakukan pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, personel Satresnarkoba Polres OKI melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil memastikan identitas serta keberadaan terduga pelaku. Petugas kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan penangkapan.

Saat hendak diamankan, KS diduga sempat berupaya melarikan diri sambil membuang barang yang diduga merupakan barang bukti. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas, sehingga pelaku dapat diamankan.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 8,34 gram.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, yakni satu unit timbangan digital, satu unit telepon seluler, satu pipet plastik berbentuk sekop, serta enam lembar plastik klip bening kosong.

Seluruh barang bukti bersama terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Ogan Komering Ilir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang terkait.

Barang bukti akan diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan untuk memastikan kandungan narkotika sekaligus melengkapi proses penyidikan.

Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pihaknya terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika hingga ke pelosok desa.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ilir,” tegas AKBP Eko Rubiyanto.

Ia menambahkan, setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan Presisi.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkoba demi melindungi masyarakat serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (ril) 

Prabu Fight Night Vol. I Resmi Digelar, Wawako Franky Nasril Dukung Lahirnya Petinju Berprestasi

PRABUMULIH, NEWSATU – Wakil Wali Kota Prabumulih, Franky Nasril, S.Kom., M.M., secara resmi membuka ajang Prabu Fight Night Vol. I yang digelar di Gedung Balai Karya Prabumulih, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan atlet tinju sekaligus hiburan olahraga (sport entertainment) yang mengusung semangat sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan.

Prabu Fight Night Vol. I diikuti petinju dari Kota Prabumulih serta sejumlah kabupaten dan kota lainnya. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kompetisi ini juga diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan atlet, meningkatkan prestasi olahraga, sekaligus mempererat persaudaraan antaratlet dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril mengapresiasi seluruh panitia, pengurus PERTINA, sponsor, serta semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap Prabu Fight Night tidak hanya menjadi ajang pertandingan semata, tetapi dapat berkembang menjadi agenda olahraga rutin yang mampu mencetak atlet-atlet tinju berprestasi.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap akan lahir petinju-petinju berbakat yang mampu mengharumkan nama Kota Prabumulih, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Ajang ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga tinju sekaligus memperkuat pembinaan atlet sejak dini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Sekretaris Umum I PERTINA Sumatera Selatan Zamilus, S.E., Ketua Komisi Teknik PERTINA Sumatera Selatan, Ketua Komisi Kesehatan PERTINA Sumatera Selatan, Ketua Panitia beserta jajaran, Camat Prabumulih Utara, Lurah Pasar I, serta tamu undangan lainnya.

Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati Gedung Balai Karya Prabumulih. Dukungan penonton kepada para petinju menciptakan atmosfer kompetisi yang sportif, aman, dan penuh semangat, sekaligus menandai suksesnya penyelenggaraan perdana Prabu Fight Night Vol. I. (ril)

Peredaran Narkoba di Sukabangun Digagalkan, Polisi Ringkus Dua Tersangka

PALEMBANG, NEWSATU – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Palembang kembali mengungkap kasus dugaan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Dua pria berinisial ME (40) dan ADCF (40) ditangkap dalam operasi yang digelar di kawasan Jalan Peternakan, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 14 paket sabu dengan berat bruto 4,40 gram, lima butir pil ekstasi berlogo TMT seberat bruto 2,49 gram, uang tunai Rp300 ribu yang diduga hasil transaksi narkotika, lima lembar plastik klip bening kosong, serta satu unit telepon seluler yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam aktivitas peredaran narkotika.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di kawasan Sukabangun. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Unit 5 Satresnarkoba Polrestabes Palembang melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku.

Saat penyergapan berlangsung, tersangka ME diduga sempat membuang satu bungkus plastik klip bening yang berisi lima paket sabu. Petugas kemudian menemukan dan mengamankan barang bukti tersebut sebelum melakukan penangkapan.

Selanjutnya, polisi menggeledah tersangka ADCF dan menemukan sembilan paket sabu yang disimpan di dalam kaleng bekas, lima butir pil ekstasi warna oranye berlogo TMT, plastik klip kosong, uang tunai Rp300 ribu, serta satu unit telepon seluler.

Kedua tersangka kemudian menjalani tes urine dengan hasil positif mengandung zat narkotika. Selanjutnya, mereka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolrestabes Palembang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium forensik terhadap barang bukti serta mengembangkan penyidikan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., menegaskan pihaknya akan terus menindak tegas pelaku peredaran gelap narkotika di Kota Palembang.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kepolisian. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara cepat, profesional, dan Presisi demi menjaga Kota Palembang tetap aman dari ancaman narkotika,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan Polda Sumsel berkomitmen memperkuat pemberantasan narkotika di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Polda Sumsel akan terus melakukan penegakan hukum secara profesional, tegas, dan Presisi guna melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Atas dugaan perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan peredaran narkotika lainnya. (ril)