Rabu, Oktober 7, 2026

Jangan Tertukar dengan Flu Biasa! Simak Penjelasan Dokter Soal Gejala dan Penanganan Influenza A

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM — Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala Influenza A sejak dini. Infeksi saluran pernapasan ini patut diwaspadai karena dapat memicu demam tinggi yang muncul secara mendadak, disertai nyeri otot dan gangguan pernapasan.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. M Edwin Widyanto Daniwijaya, Ph.D., Sp.MK, melalui kanal YouTube resmi Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta pada 25 September 2026. Edwin mengungkapkan bahwa secara umum gejalanya menyerupai flu biasa, tetapi ada perbedaan mencolok pada lonjakan suhu tubuh.

“Sebenarnya flu Influenza A itu kurang lebih sama seperti flu, tapi dia memiliki perbedaan sedikit dengan suhu tubuh yang lebih mendadak tinggi,” terang Edwin.

Dalam penjelasannya, suhu tubuh penderita Influenza A dapat melonjak drastis hingga mencapai 38–40 derajat Celsius. Lonjakan suhu ini kerap disertai nyeri otot, pegal-pegal, batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, hingga rasa lelah luar biasa yang datang tiba-tiba.

Meski gejalanya terasa berat, masyarakat diminta untuk tetap tenang. Sebagian besar pasien dapat pulih dalam kurun waktu beberapa hari hingga kurang dari dua pekan. Langkah penanganan awal yang sangat disarankan adalah memperbanyak istirahat, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta membatasi interaksi dengan orang lain untuk mencegah penularan.

Namun, dr. Edwin mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan kondisi tubuh jika keluhan tak kunjung membaik.

“Bagi sahabat semua bila menemukan gejala yang demam ataupun mulai pilek ataupun yang merasa pegel-pegel, sakit kepala, segera periksa ke layanan kesehatan,” imbaunya.

Pemeriksaan medis menjadi jauh lebih krusial bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami komplikasi, seperti lansia, balita, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Pada kasus tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus yang paling efektif jika dikonsumsi dalam 1–2 hari pertama sejak gejala muncul.

Perlu diingat, antibiotik tidak berguna untuk mengatasi influenza karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Penggunaan obat-obatan harus selalu dikonsultasikan dengan tenaga medis.

Segera cari pertolongan medis darurat apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, penurunan kesadaran, dehidrasi, lemas parah, atau jika kondisi sempat membaik namun tiba-tiba memburuk kembali. Dengan memahami ciri dan tanda bahayanya, masyarakat diharapkan dapat mengambil tindakan yang tepat dan terukur.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini