OKI, NEWSATU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri rapat koordinasi penanganan Karhutla di Markas Daops Manggala Agni Sumatera XVII, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (31/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D. Turut hadir Bupati OKI Muchendi Mahzareki, jajaran Forkopimda serta para kepala OPD terkait.
Dalam rapat tersebut, Herman Deru memaparkan perkembangan penanganan Karhutla di Sumsel, termasuk strategi pemadaman melalui operasi darat, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Berdasarkan informasi BMKG, diperkirakan musim hujan merata baru terjadi pada Oktober. Namun, ada potensi titik awan hujan dalam waktu dekat yang terus kita manfaatkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca, baik siang maupun malam,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, keberadaan tim darat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pemadaman Karhutla. Dari total 17 hektare lahan yang berhasil dipadamkan pada hari sebelumnya, sebanyak 15 hektare ditangani oleh tim darat, sedangkan dua hektare lainnya melalui water bombing.
“Kita saat ini menyiagakan empat helikopter,” jelasnya.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi progres penanganan Karhutla di Sumsel. Berdasarkan pemantauan terbaru, dari total 46 hektare lahan yang terbakar di Sumsel, area terdampak di Kabupaten OKI telah menyusut dengan tersisa lima titik api dengan luas sekitar 21 hektare.
Suharyanto juga meminta agar kebutuhan para petugas di lapangan menjadi perhatian. Hak-hak petugas seperti uang harian serta kelengkapan peralatan harus disalurkan secara tepat guna untuk mendukung mobilitas sekaligus keselamatan Satgas Karhutla OKI.
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya penambahan personel pasukan darat guna mempercepat proses pemadaman.
Selain penambahan personel, Raja Juli juga mengingatkan pentingnya manajemen kerja dan pengaturan waktu istirahat petugas. Hal itu diperlukan agar personel yang berada di lapangan tidak mengalami kelelahan berlebihan selama menjalankan tugas.
Usai rapat koordinasi di Markas Daops Manggala Agni Sumatera XVII, Gubernur Herman Deru bersama Kepala BNPB RI dan Menteri Kehutanan RI kemudian meninjau langsung lokasi kebakaran lahan di sepanjang ruas Jalan Tol Palembang–Kayu Agung.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan langkah penanganan Karhutla di lapangan berjalan optimal.
Pemerintah Provinsi Sumsel bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni dan seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi dalam mengendalikan Karhutla, khususnya di wilayah yang masih terdapat titik api. (ril)








