Keyshawn Davis Siap Tantang Keperkasaan Devin Haney, Bayarannya Jauh di Bawah Juara Bertahan
Bentrok Dua Jago Tak Terkalahkan, Devin Haney Kantongi Rp100 Miliar Lebih Jelang Hadapi Keyshawn Davis
Pertarungan sengit antara Devin ‘The Dream’ Haney (33-0 1 NC, 15 KO) dan Keyshawn ‘The Businessman’ Davis (15-0 1 NC, 10 KO) telah dijadwalkan bakal berlangsung pada 3 Oktober di Barclays Center, Brooklyn, New York. Kepastian ini didapat setelah Top Rank memenangkan lelang duel pekan ini.
Promotor kawakan Bob Arum melalui Top Rank menang lelang dengan tawaran fantastis sebesar 8,55 juta dolar AS (sekitar Rp138,5 miliar). Angka ini mengalahkan tawaran Takeover Promotions milik Teofimo Lopez yang secara mengejutkan mengajukan nilai sangat rendah di angka 2,35 juta poundsterling (sekitar Rp48,8 miliar).
Dua rival asal Amerika Serikat ini bakal bertarung memperebutkan gelar juara dunia kelas welter WBO milik Haney—sabuk yang ia rebut dari tangan Brian Norman Jr. pada November tahun lalu.
Sebagai juara bertahan, Haney berhak mengantongi 75% dari total nilai lelang, yakni sebesar 6,4 juta dolar AS (sekitar Rp100 miliar lebih). Sementara sang penantang, Keyshawn Davis, akan menerima bayaran sebesar 2,1 juta dolar AS (sekitar Rp34 miliar).
Keyshawn Davis, petinju berusia 27 tahun asal Norfolk, Virginia, merupakan mantan juara dunia kelas ringan WBO. Ia tak terkalahkan dalam 15 laga dan diakui luas sebagai salah satu talenta paling bersinar di AS. Namun, kariernya tak lepas dari rentetan kontroversi.
Davis pernah dinyatakan positif mengonsumsi ganja usai menang angka angka tipis atas Nahir Albright pada 2023, yang membuat hasilnya diubah menjadi No Contest (NC). Ia kemudian menebus kesalahannya pada Mei lalu dengan mengalahkan Albright lewat angka mutlak selama 12 ronde.
Usai menghentikan Gustavo Lemos hanya dalam dua ronde pada 2024, Davis menantang Denys Berinchyk untuk memperebutkan sabuk kelas ringan WBO dan menang KO di ronde ke-4.
Noda hitam lainnya terjadi ketika Davis dijadwalkan mempertahankan sabuk WBO untuk pertama kalinya melawan Edwin De Los Santos di Scope Arena, Norfolk, pada 7 Juni 2025.
Sikap tak profesionalnya membuat ia gagal memenuhi batas bobot saat timbang badan, yang berujung pada dicopotnya gelar juara miliknya.
Padahal, secara prestasi amatir, Davis merupakan peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020 dan peraih perak Kejuaraan Dunia 2019.
Sang juara bertahan, Devin Haney, juga berusia 27 dan belum tersentuh kekalahan. Kesamaan unik lainnya, kedua petinju sama-sama memiliki catatan No Contest (NC) dalam rekor bertarung mereka akibat kasus tes obat-obatan terlarang. Bedanya, kekalahan Haney dari Ryan Garcia yang diubah menjadi NC, sedangkan pada kasus Davis, hasil kemenangannya yang dibatalkan.
Petinju asal San Francisco ini merebut gelar juara dunia pertamanya pada 2019, baru empat tahun setelah berkarier profesional. Ia dinaikkan statusnya dari pemegang gelar Interim WBC menjadi juara penuh pada Oktober 2019 usai Vasyl Lomachenko ditetapkan sebagai ‘Franchise Champion’ oleh WBC.
Haney membuktikan kepantasannya secara sah dengan sukses mempertahankan gelar melawan Alfredo Santiago pada November 2019. Setelah empat kali berhasil mempertahankan sabuknya, ia terbang ke Australia untuk mengalahkan petinju tuan rumah George Kambosos Jr. demi mengukuhkan diri sebagai juara dunia tak terbantahkan kelas ringan.***








