PALI, NEWSATU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan. Sekitar enam hektare lahan perkebunan di Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, terbakar pada Kamis (11/9/2026).
Kebakaran terjadi di kawasan dengan kondisi tanah semi gambut. Karakteristik lahan tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke area perkebunan lainnya.
Begitu menerima laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) Posko Karhutla Posko Induk BPBD Kabupaten PALI langsung bergerak menuju lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait dan melakukan pemadaman secara bersama-sama.
Proses pemadaman melibatkan 12 personel BPBD PALI, lima personel Brimob, lima personel Satpol PP, tiga personel kepolisian serta tujuh warga.
Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., mengatakan keterlibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas.
“Personel gabungan bersama BPBD, Brimob, Satpol PP dan masyarakat telah melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran lahan. Api sudah berhasil dipadamkan dan situasi saat ini terkendali,” kata Januar.
Dalam proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi. Sejumlah sarana pendukung juga dikerahkan, di antaranya satu unit mobil angkut personel BPBD, satu mobil tangki BPBD, satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pertamina, satu mobil angkut personel Satpol PP, 10 selang dan satu unit nozzle.
Januar menegaskan, kondisi lahan semi gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Petugas harus memastikan titik api benar-benar padam karena masih terdapat kemungkinan api kembali muncul dari bagian lahan yang terbakar.
“Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan memastikan titik api benar-benar terkendali. Kami juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi rawan karhutla,” ujarnya.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, petugas tetap melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali menyala.
Hingga pemadaman selesai, penyebab maupun sumber awal kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan terdampak. (ril)
Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah PALI. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Langkah cepat dan keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas, terlebih pada lahan perkebunan dengan kondisi semi gambut yang relatif mudah terbakar dan berpotensi menyimpan bara di dalam tanah.








