PRABUMULIH, NEWSATU – Komitmen mencegah praktik korupsi terus diperkuat di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih. Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih menggelar Seminar Anti Korupsi dalam rangka memperingati HUT Kota Prabumulih Tahun 2026.
Mengusung tema “Bersama Lawan Korupsi untuk Indonesia yang Lebih Baik”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Prabumulih dan diikuti para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat serta bendahara di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.
Seminar dibuka langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, Asvera Primadona, S.H., M.H. Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman, S.T., M.M.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan hukum, integritas, transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah.
Materi disampaikan oleh Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Prabumulih Volanda Azis Saleh, S.H., S.E., M.H., dengan Kasi Intelijen Ajie Martha, S.H., M.H. bertindak sebagai moderator.
Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih Asvera Primadona mengatakan, seminar tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum bagi jajaran pemerintah daerah.
“Seminar ini menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi melalui peningkatan pemahaman dan kesadaran hukum, khususnya bagi jajaran Pemerintah Kota Prabumulih. Kami ingin seluruh peserta memahami potensi risiko hukum dalam pengelolaan anggaran sekaligus mengetahui langkah-langkah preventif agar tidak terjadi penyimpangan,” ujar Asvera.
Menurutnya, pencegahan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur pemerintahan.
“Pencegahan korupsi membutuhkan komitmen bersama. Integritas, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari setiap proses penyelenggaraan pemerintahan, sehingga anggaran yang dikelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Prabumulih H. Elman menyambut baik pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kota Prabumulih untuk semakin memahami aturan dan meningkatkan kehati-hatian dalam menjalankan tugas, terutama terkait pengelolaan anggaran.
Seminar juga membahas berbagai potensi risiko hukum dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan serta langkah preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan tindak pidana korupsi.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan prinsip pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum pun diharapkan semakin kuat, sehingga upaya pencegahan korupsi dapat dilakukan sejak dini dan pelayanan kepada masyarakat di Kota Prabumulih semakin baik.








