NEWSATU.COM – Dalam banyak kasus pertarungan tinju, negosiasi antarpromotor atau antarpetinju seringkali harus diakhiri dengan lelang? Apa itu lelang? Megapa harus terjadi?
Purse bid (lelang pertarungan) dalam tinju adalah mekanisme yang terjadi ketika seorang juara bertahan dan penantang wajibnya (mandatory challenger) gagal mencapai kesepakatan dalam batas waktu negosiasi yang ditentukan.
Daripada membiarkan pertarungan tersebut batal, badan tinju yang menaungi akan mengambil tindakan tegas melalui lelang: para promotor yang bersaing menyerahkan penawaran finansial tertutup, dan siapa pun yang menawarkan uang tertinggi berhak mempromosikan pertarungan tersebut.
Mengapa Sistem Ini Ada?
Badan-badan tinju mengharuskan para juara untuk mempertahankan gelarnya melawan penantang peringkat teratas secara berkala. Tanpa adanya mekanisme yang memaksakan kesepakatan, promotor sang juara bisa saja terus mengulur waktu demi menghindari risiko kehilangan gelar saat menghadapi penantang wajib yang berbahaya. Purse bid diciptakan secara khusus untuk mencegah aksi saling ulur waktu seperti itu.
Bagaimana Pembagian Uangnya?
Setelah lelang dimenangkan, sang juara umumnya menerima 75 persen dari total nilai purse (hadiah), sementara sang penantang menerima 25 persen sisanya—tidak peduli promotor mana yang akhirnya memenangkan lelang tersebut. Pembagian tersebut memberikan penghargaan atas status sang juara, sekaligus tetap menjamin bayaran yang layak bagi sang penantang yang telah bersedia menerima pertarungan sejak awal.
Makin Sering Terjadi di Tahun 2026
Pertarungan gelar antara Devin Haney melawan Keyshawn Davis harus melewati proses ini pada awal tahun, di mana Top Rank akhirnya memenangkan lelang dengan nilai fantastis sebesar 8,55 juta dolar AS.
Karena pembagiannya 75% untuk Haney, Davis yang dipastikan hanya menerima 25% atau 2.14m, dilaporkan menarik diri dari pertarungan tersebut.
Sementara itu, Floyd Schofield dan Lucas Bahdi saat ini juga sedang dikejar tenggat waktu purse bid untuk pertarungan perebutan gelar WBA yang kosong, setelah sebelumnya mereka diberi tambahan waktu satu minggu untuk bernegosiasi secara langsung.
Celah Unik yang Bikin Heran
Karena promotor yang menang harus membayar dari kantong mereka sendiri demi hak menggelar pertarungan, purse bid terkadang menghasilkan angka-angka yang sangat melambung tinggi dan tidak mencerminkan pendapatan riil pertarungan tersebut di box office. Ini bukan sekadar tolok ukur nilai komersial suatu duel, melainkan sebuah mekanisme yang dirancang murni untuk memaksakan lahirnya kesepakatan saat negosiasi mengalami jalan buntu.***








