NEWSATU.COM – Pelatih kepala tim nasional Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo tak punya obsesi mencapai angka 1000 gol dalam kariernya sebelum pensiun.
Meski telah menginjak usia 41 tahun saat ini, Cristiano Ronaldo, sang bintang Al Nassr, masih tetap tajam di depan gawang.
Namun, baru-baru ini, pemain yang sudah mengemas 965 gol ini harus menepi selama beberapa pekan akibat cedera, yang membuatnya absen dari skuad Portugal untuk laga persahabatan internasional bulan ini.
Kendati demikian, Martinez menjamin bahwa sang kapten akan kembali beraksi untuk Piala Dunia FIFA 2026.
“Saya tidak setuju dengan anggapan itu (obsesi). Jika Cristiano bermain di Kejuaraan Eropa hanya fokus mencetak gol demi memecahkan rekor, maka assist untuk Bruno Fernandes saat melawan Turki tidak akan pernah terjadi,” ujar Martinez seperti dikutip dari goal.com.
Martinez menambahkan bahwa para pemainnya, terutama yang senior, tidak bermain demi statistik pribadi.
“Tidak benar jika pemain kami hanya memikirkan rekor atau target pribadi. Yang saya lihat di Kejuaraan Eropa adalah jenis tanggung jawab yang berbeda dari para pemain berpengalaman—tanggung jawab maksimal untuk memberikan performa puncak di turnamen tersebut.”
Saat didesak mengenai apakah Ronaldo memiliki target jumlah gol tertentu, Martinez menjawab dengan santai.
“Tidak, karena saya tidak melihat Cris bermain dengan kecemasan atau niat mengejar 1000 gol. Apakah dia punya 950 atau 1.050 gol, warisannya tetap sama. Itu tidak akan mengubah apa pun. Itu hanya pembicaraan orang luar.”
Martinez juga merasa bahwa Ronaldo memiliki pola pikir yang sama dengannya terkait pentingnya kerja sama tim.
“Tentu saja. Karena kami pernah menjalani pertandingan di mana Cris berhadapan dengan gawang namun tetap mencari celah untuk memberikan assist. Itu adalah aspek yang sangat saya hargai.”
“Kita berbicara tentang striker yang mencetak 25 gol dalam 30 pertandingan. Tapi saya jauh lebih menghargai perilakunya di dalam kotak penalti. Cristiano tidak memiliki obsesi seperti yang dibicarakan orang-orang di luar sana mengenai gol ke-1000. Setidaknya di tim nasional, perilakunya tidak menunjukkan hal itu,” pungkas Martinez.***








