Kamis, Agustus 27, 2026

Naseem Hamed Tegaskan Duel Moses Itauma dan Filip Hrgovic akan Berjalan Mudah, Itauma Jadi Juara Dunia IBF

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Moses Itauma mendapat pujian tinggi dan dinilai “sejuta kali lebih baik” dibandingkan Anthony Joshua atau Tyson Fury.

Pernyataan tersebut keluar dari mulut legenda tinju Prince Naseem Hamed—yang mendukung petinju muda kelas berat itu untuk melampaui pencapaian kedua ikon tersebut.

Itauma, 21 tahun, berambisi menjadi juara dunia kelas berat termuda kedua dalam sejarah saat ia menghadapi Filip Hrgovic untuk memperebutkan sabuk IBF yang kosong pada Sabtu (29/8) malam di O2 Arena.

Itauma sebelumnya menargetkan untuk memecahkan rekor legendaris Mike Tyson. Meski target itu terlewat, petarung asal Chatham ini tetap dengan senang hati mengejar status sebagai juara dunia kelas berat Inggris termuda dalam sejarah.

Kendati baru mengantongi 14 pertarungan profesional, Itauma sudah diprediksi bakal menjadi petinju hebat oleh nama-nama besar seperti Oleksandr Usyk dan Lennox Lewis.

Di tengah dominasi Fury dan Joshua sebagai dua nama terbesar dalam sejarah tinju Inggris, Prince Naseem Hamed meyakini Itauma mampu melampaui torehan prestasi keduanya.

“Moses berada di level yang berbeda dibandingkan orang-orang seperti Tyson Fury, dan Tyson sendiri pun akan mengakui hal itu,” ujarnya kepada BBC Sport.

“Tyson tidak akan mau bertarung melawan Moses, begitu pula dengan Joshua. Jika mereka berani mengambil pertarungan itu, saya katakan mereka sangat nekat.”

Pria berusia 52 tahun itu menambahkan: “Saya pikir Tyson Fury sangat luar biasa bagi dunia tinju Inggris lewat apa yang ia capai, apa yang ia berikan pada olahraga ini, serta kepribadiannya yang sangat berwarna.”

“Saya juga melihat Joshua melakukan pekerjaan luar biasa di awal kariernya dengan merebut gelar juara dunia dan menjadi pembawa nama baik bagi tinju Inggris. [Tetapi] saya tidak bisa membandingkan Moses dengan mereka. Dia sejuta kali lebih baik dari mereka.”

Kemenangan pada laga ini berarti Itauma berhasil mengamankan gelar juara dunia lebih cepat daripada Joshua—yang meraih sabuk utamanya pada pertarungan profesional ke-16.

Namun, Hrgovic diprediksi menjadi ujian terberat bagi sang petinju muda Inggris. Petinju veteran asal Kroasia yang juga peraih medali Olimpiade tersebut baru menelan satu kekalahan sejak berstatus profesional pada 2017 lalu, yakni kalah TKO dari Daniel Dubois dua tahun lalu.

Kendati demikian, Hamed meyakini laga nanti justru akan menjadi malam yang mudah bagi Itauma. Ia menyatakan: “Di atas kertas ini memang sebuah tes, tetapi saya rasa saat kita menontonnya nanti, laga ini tidak akan terasa seperti ujian. Saya pikir ini akan menjadi salah satu malam termudah dalam karier Moses dan dia akan memenangkan gelar juara dunia.”

Menjelang malam pertarungan yang semakin dekat, Itauma dan Hrgovic sudah mulai saling melempar serangan verbal.

Petinju Kroasia tersebut menyebut calon lawannya ‘halusinasi’ dan percaya bahwa kekalahan bisa berdampak buruk bagi jiwanya. Meskipun Itauma sempat enggan melayani psywar tersebut, ia akhirnya tidak bisa tinggal diam merespons cemoohan rivalnya.

“Saya selalu berkata pada diri sendiri bahwa tidak ada yang bisa dilakukan orang bernama Hrgovic ini untuk memengaruhi mental saya, tetapi dia benar-benar mulai memancing emosi saya,” kata Itauma kepada para wartawan, termasuk Mirror Fighting, dalam sesi wawancara media pada Selasa (25/8) malam.

“Dalam sebuah wawancara sebelumnya, dia bilang saya bangun tidur hanya untuk memeluk pohon. Ucapan itu benar-benar mulai mengganggu saya.”

“Dalam pikiran saya, jika seseorang mencoba memprovokasi atau masuk ke dalam kepala Anda, itu karena mereka tidak percaya diri dengan kemampuan mereka sendiri. Hrgovic memang omong besar. Sebelum bertarung, dia selalu mengatakan hal-hal tertentu—seperti saat dia bilang ke [Daniel] Dubois bahwa dia hanya melihat otot besar tapi tidak punya keberanian.”

“Lalu Anda melihat Dubois langsung tersulut emosi. Jadi Hrgovic memang sejak dulu suka omong besar. Hanya saja karena bahasa Inggris bukan bahasa utamanya, orang-orang tidak terlalu memperhatikan.”***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini