Senin, Februari 16, 2026

Prediksi KO di Meta APEX! Efe Ajagba Janji ‘Tidurkan’ Charles Martin dalam Debut Zuffa Boxing, Siap Jadi Raja Kelas Berat

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

LAS VEGAS – Efe Ajagba sempat ragu menentukan langkah selanjutnya setelah memutuskan mundur dari rencana tanding ulang melawan Frank Sanchez. Namun, ia sadar betul bahwa momen tersebut adalah titik balik krusial dalam kariernya.

Keputusan itu akhirnya membawa Ajagba menjadi petinju kelas berat pertama yang bergabung dengan Zuffa Boxing. Petarung Nigeria di Olimpiade 2016 ini dijadwalkan melakukan debutnya melawan mantan pemegang sabuk juara dunia IBF, Charles Martin, dalam laga utama ‘Zuffa Boxing 03’ pada Minggu (15/2) ini atau Senin (16/2) WIB di Meta APEX, Las Vegas.

Alasan Finansial di Balik Kepindahan

Laga ini merupakan penampilan perdana Ajagba sejak hasil imbang melawan Martin Bakole pada Mei ltahun alu di Riyadh.

Sebenarnya, ada peluang bagi Ajagba (20-1-1, 14 KO) untuk menghadapi Frank Sanchez dalam eliminator gelar sekaligus membalas satu-satunya kekalahan dalam kariernya.

Meskipun Ajagba mendapatkan pembagian hasil 60/40 dari hasil lelang promotor, ia hanya akan mengantongi bayaran sebesar $181.200 (sekitar Rp2,8 miliar). Angka yang dianggap terlalu kecil untuk laga selevel itu.

“Bayarannya tidak layak,” tegas Ajagba kepada BoxingScene. “Itulah alasan saya meninggalkan laga tersebut dan menjadi faktor besar mengapa saya akhirnya bergabung dengan Zuffa milik Dana White.”

Mengejar Sejarah Baru

Ketimbang menjadi ‘sandera’ industri tinju konvensional yang penuh ketidakpastian gelar, Ajagba memilih jalur baru. Zuffa Boxing telah mengonfirmasi rencana untuk meluncurkan sabuk juara mereka sendiri. Jika berhasil melewati Charles Martin (30-4-1, 27 KO) akhir pekan ini, Ajagba menargetkan sejarah besar.

“Ekspektasi saya adalah menjadi juara kelas berat pertama Zuffa,” ujar Ajagba penuh percaya diri. “Saya adalah petinju kelas berat pertama yang bergabung dengan mereka, jadi masuk akal jika saya menjadi juara pertamanya juga.”

Target Menang KO

Lawan yang dihadapi, Charles Martin (39), memang sedang berada di fase akhir kariernya sebagai gatekeeper. Namun, petinju kidal ini hanya pernah dihentikan dua kali dalam 35 laga (oleh Anthony Joshua dan Luis Ortiz).

Ajagba tidak gentar dan menargetkan kemenangan telak.

“Saya menantikan momen untuk menjatuhkannya. Saya tidak akan memburu KO secara membabi buta, tapi KO itu akan datang dengan sendirinya. Rencana saya adalah menghujani dia dengan pukulan, dan itu akan berujung pada penyelesaian akhir,” pungkasnya.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini