YOGYAKARTA, 14 Juni 2026 – Gelanggang Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (GOR UNY) menjadi saksi salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah futsal Indonesia.
Pada laga puncak Grand Finals Pro Futsal League (PFL) 2025/2026 yang digelar Minggu (14/6), Bintang Timur Surabaya (BTS) sukses mengunci kemenangan luar biasa atas Cosmo JNE dengan skor ketat 4-3. Kemenangan ini disaksikan langsung oleh gemuruh 6.886 penonton yang memadati tribun arena.
Laga adu taktik antara pelatih Reka Cahya Punthoadi di kubu BTS dan Motonori Baba di sisi Cosmo JNE ini menghadirkan tensi yang sangat tinggi sejak peluit pertama dibunyikan.
Di babak pertama Cosmo JNE tampil mendominasi sejak awal dan sukses menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 berkat gol dari Ruan Nakamatsu pada menit ke-18.
Memasuki babak kedua, Cosmo JNE tampak di atas angin. Mereka berhasil memperlebar jarak menjadi 3-0 lewat tambahan gol dari Reza Gunawan pada menit ke-22 dan sang kapten Andri Kustiawan pada menit ke-30.
Magis 10 Menit Akhir dan Heroisme sang Penjaga Gawang
Namun, mentalitas juara Bintang Timur Surabaya benar-benar diuji dan dibuktikan di sisa 10 menit terakhir pertandingan. Comeback bersejarah ini diinisiasi oleh Ardiansyah yang memecah kebuntuan pada menit ke-31.
Hanya berselang satu menit, Firman Adriansyah sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-32 untuk mempertipis ketertinggalan. Momentum kebangkitan ini mencapai klimaksnya ketika Samuel Eko mencetak gol penyama kedudukan menjadi 3-3 pada menit ke-38.
Puncak dari segala drama terjadi di menit ke-39. Penjaga gawang BTS, Ahmad Habiebie, maju mengambil peran mematikan dan sukses mencetak gol penentu kemenangan yang sangat spektakuler.
Gol krusial dari sang kiper ini memastikan BTS membalikkan keadaan dari tertinggal 0-3 menjadi kemenangan sensasional 4-3. Penampilan pantang menyerah dari skuad BTS, dan terkhusus heroisme Ahmad Habiebie di menit akhir, menjadi penutup sempurna bagi kompetisi musim ini.
Malam Puncak Penganugerahan: Dominasi Sang Juara & Apresiasi Kompetisi
Selain merayakan gelar juara untuk BTS dan posisi runner-up dengan kepala tegak bagi Cosmo JNE Jakarta, malam puncak kompetisi yang dikelola oleh PT Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) ini juga menjadi panggung penganugerahan bagi para insan futsal terbaik yang telah menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim.
Kiper andalan BTS, Ahmad Habiebie, yang menjadi penentu kemenangan dengan gol spektakulernya di laga final, resmi dinobatkan sebagai PNM Best GK. Rekan setimnya, Firman Adriansyah, melengkapi kejayaan tim dengan menyabet gelar pemain terbaik, PNM Best Player.
Sementara itu, meski harus puas di posisi kedua, kiprah luar biasa Cosmo JNE tak lepas dari tangan dingin sang juru taktik, Motonori Baba, yang diganjar penghargaan Best Head Coach. Skuad Cosmo JNE juga menempatkan talenta mudanya, Revan Revian (Epoy), sebagai peraih PNM Best Young Player.
Ketajaman di depan gawang juga mendapat sorotan utama dengan dinobatkannya Well Pereira sebagai PNM Top Scorer musim ini. Dari sisi kepemimpinan di lapangan, Wahyu Wicaksono terpilih sebagai Best Referee, sementara Asahan Allstar Samarinda mendapatkan apresiasi atas sportivitas tinggi mereka dengan meraih gelar Fair Play Team.
Daftar Lengkap Penghargaan PFL 2025/2026:
- Juara: Bintang Timur Surabaya
- Runner-up: Cosmo JNE Jakarta
- PNM Best Player: Firman Adriansyah (Bintang Timur Surabaya)
- PNM Top Scorer: Well Pereira
- PNM Best GK: Ahmad Habiebie (Bintang Timur Surabaya)
- PNM Best Young Player: Revan Revian / Epoy (Cosmo JNE)
- Best Head Coach: Motonori Baba (Cosmo JNE)
- Best Referee: Wahyu Wicaksono
- Fair Play Team: Asahan Allstar Samarinda***








