MUSI RAWAS, NEWSATU – Di balik hamparan kebun pinang di Desa Sukakarya, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, tersimpan kisah inspiratif seorang perempuan yang berhasil mengubah komoditas sederhana menjadi sumber harapan bagi puluhan perempuan desa. Berbekal tekad dan semangat pemberdayaan, Suhartini sukses membangun Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati hingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengolahan pinang bernilai tambah.
Berawal dari kegelisahannya melihat banyak perempuan di desanya menghadapi keterbatasan ekonomi, pendidikan rendah, hingga pernikahan usia dini, Suhartini memutuskan melakukan perubahan setelah mengikuti pelatihan pertanian dan kewirausahaan pada 2018.
Ia kemudian mengajak belasan perempuan membentuk KWT Melati dengan modal patungan Rp10 ribu per orang. Awalnya mereka membudidayakan jahe menggunakan polybag sebagai solusi menghadapi banjir yang kerap melanda desa.
Perubahan besar terjadi pada 2021 saat PT Pertamina EP Pendopo Field melalui program Gerakan Perempuan Lestarikan Alam Melalui Konservasi Pinang (GEMILANG) memberikan pendampingan, pelatihan budidaya, hingga pengolahan pinang kepada anggota kelompok.
Kini KWT Melati mampu memproduksi sekitar 900 kilogram pinang kering dan 200–300 kilogram pinang muda setiap bulan dari lahan seluas 15 hektare. Berbagai produk bernilai ekonomi seperti kopi pinang, bandrek pinang, permen pinang, hingga eco-print dari daun pinang berhasil dipasarkan ke berbagai daerah.
Usaha tersebut menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp8 juta per bulan. Anggota kelompok juga memperoleh upah sesuai hasil produksi serta dapat memanfaatkan kas kelompok untuk kebutuhan pendidikan anak maupun keperluan keluarga.
Tak hanya meningkatkan pendapatan, keberhasilan KWT Melati turut mengubah cara pandang masyarakat terhadap perempuan di Desa Sukakarya.
“Perempuan di Desa Sukakarya sekarang dipandang sebagai orang-orang yang berkemampuan, bukan lagi sebagai penerima belas kasihan. Kami membantu ekonomi keluarga dan desa melalui kemampuan kami mengolah potensi pinang dan tanaman herbal lainnya,” ujar Suhartini.
Atas dedikasinya, Suhartini dinobatkan sebagai salah satu 20 Pahlawan Lokal dalam ajang Local Heroes Inspiration Award 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ia juga aktif berbagi ilmu kepada kelompok perempuan di berbagai daerah agar semakin banyak perempuan yang mampu mandiri secara ekonomi.
Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan kisah Suhartini menjadi bukti bahwa perempuan mampu menjadi motor penggerak pembangunan apabila diberi kesempatan dan pendampingan.
“PEP Pendopo Field dan PHR berkomitmen terus menciptakan ruang-ruang kesetaraan melalui program CID seperti GEMILANG agar lahir Suhartini-Suhartini lainnya yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat,” ujarnya. (ril)








