NEWSATU.COM – Kepastian tanggal dan lokasi mega-duel kelas berat yang paling dinantikan dalam sejarah tinju Britania Raya, Tyson Fury vs Anthony Joshua, akhirnya ‘bocor’ ke publik usai keduanya sama-sama meraih kemenangan akhir pekan ini.
Para penggemar tinju dunia sempat dibuat senewen saat Anthony Joshua tampil pada Sabtu (25/7) malam. Joshua hampir saja bernasib tragis usai dua kali dijatuhkan oleh petinju Albania, Kristian Prenga, di ronde pertama.
Beruntung, Joshua mampu bangkit secara dramatis di ronde kedua dan melancarkan pukulan knockout (KO) hingga melempar lawan ke luar ring.
Hasil itu melengkapi kemenangan Tyson Fury yang sudah lebih dulu menghentikan veteran Polandia, Mariusz Wach, pada Jumat (24/7) malam. Meski performa kedua petinju dinilai kurang mengesankan dalam laga ‘pemanasan’ tersebut, kemenangan keduanya memastikan duel impian Fury vs Joshua tetap terwujud.
Bukan Wembley, New York Jadi Pilihan Utama
Stadion Wembley di London yang berkapasitas 90.000 penonton semula digadang-gadang sebagai arena paling ideal. Namun, aturan lokal di Inggris yang mewajibkan seluruh rangkaian acara selesai sebelum pukul 23.00 waktu setempat dinilai sangat merugikan bagi jam tayang penonton di Amerika Serikat (AS). Padahal, awalnya, laga utama direncanakan mulai digelar pukul 02.00 pagi waktu setempat.
Laporan dari The Sun mengungkapkan bahwa demi menyesuaikan pasar siaran AS, pertarungan monumental ini resmi dialihkan ke arena legendaris Madison Square Garden (MSG), New York, yang dijadwalkan berlangsung pada 14 November tahun ini.
Meskipun kapasitas MSG hanya menampung 20.000 penonton—jauh di bawah kapasitas arena di Inggris—situs tersebut memiliki nilai sejarah luar biasa. MSG merupakan panggung bagi duel-duel legendaris seperti Muhammad Ali vs Joe Frazier (1971), Joe Louis vs Rocky Marciano (1951), hingga Lennox Lewis vs Evander Holyfield (1999).
Promotor Matchroom Boxing Eddie Hearn, bos TKO Nick Khan, pihak Netflix, hingga Ketua Otoritas Hiburan Arab Saudi Turki Alalshikh dikabarkan telah sepakat bulat untuk menggelar laga tersebut di New York.
Kecaman dari Publik dan Mantan Juara Dunia
Keputusan membawa duel dua petinju asal Inggris ke Amerika memicu gelombang protes keras. Mantan juara dunia kelas penjelajah WBC, Tony Bellew, meluapkan kemarahannya atas pemindahan venue tersebut.
“Ini sangat memuakkan. Tinju Amerika itu sudah mati. Mereka sempat memiliki juara dunia kelas berat WBC selama 10 tahun lewat Deontay Wilder dan tidak ada yang peduli. Mereka hanya menginginkan apa yang kita miliki: penonton terbaik dan fans paling bergairah di dunia. Pertarungan ini seharusnya digelar bersama kita di Inggris,” tegas Bellew.
Meski mendapat penolakan keras dari fans dan tokoh tinju Inggris, keputusan para pemegang hak siar dan pemangku kepentingan tampaknya sudah bulat untuk membawa ajang akbar ini ke The Big Apple.***








