Kamis, Februari 19, 2026

Semifinal Carabao Cup – Arsenal Sukses Gagalkan Amuk Chelsea di Menit Berdarah

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Chelsea berjuang keras di markas pemimpin klasemen Premier League, Arsenal, namun itu tidak cukup untuk mencegah mereka tersingkir dari semifinal Carabao Cup setelah kalah 0-1 dan gugur dengan agregat 2-4.

Mengalahkan tim Arsenal yang sedang terbang tinggi di semua kompetisi musim ini di stadion mereka sendiri selalu menjadi tugas berat bagi The Blues, namun itulah yang coba dilakukan Chelsea di leg kedua semifinal Piala Carabao..

Pertandingan ini penuh dengan semangat juang yang diharapkan dari sebuah Derby London sebesar ini, apalagi dengan tiket ke Wembley yang diperebutkan, meski sepanjang laga minim aksi di depan gawang. Arsenal tampak senang bermain aman dan mempertahankan keunggulan satu gol mereka dari leg pertama di Stamford Bridge.

Kedua penjaga gawang hanya dipaksa melakukan satu penyelamatan masing-masing sepanjang 90 menit. Enzo Fernandez sempat menguji ketangkasan Kepa Arrizabalaga untuk Chelsea. Namun, di masa injury time saat Chelsea terus menekan untuk mencetak gol, sebuah sapuan bola jauh memungkinkan Kai Havertz mencetak gol melalui serangan balik dan memastikan Chelsea tersingkir.

Perubahan formasi Chelsea membuat mereka tampil dengan tiga bek, seiring masuknya Wesley Fofana ke lini pertahanan bersama Trevoh Chalobah dan Jorrel Hato. Marc Cucurella juga kembali bermain sebagai bek sayap kiri, sementara Malo Gusto mempertahankan posisinya di sisi kanan. Enzo Fernandez mengapteni tim dari lini tengah bersama Moises Caicedo, sementara Andrey Santos juga tampil sebagai starter. Joao Pedro dan Liam Delap berduet di lini serang.

Atmosfer Laga Besar

Tugas Chelsea sudah jelas. Tanpa adanya aturan gol tandang lagi di kompetisi ini, hanya kemenangan yang bisa menyelamatkan mereka. Menang dengan selisih satu gol akan membawa semifinal ini ke perpanjangan waktu setelah di leg 1 Chelsea kalah 2-3.

Awal laga berlangsung sengit dengan atmosfer luar biasa di Emirates Stadium. Pembukaan yang mengandalkan fisik membuat penonton semakin bersemangat, terutama saat pemain dan pendukung Chelsea geram ketika Cucurella dijatuhkan secara kasar untuk menghentikan serangan balik.

Awalnya, Chelsea lebih banyak menguasai bola setelah permainan mulai stabil. Tidak mengherankan mengingat Chelsea adalah tim yang mengejar ketertinggalan agregat.

Permainan sempat menjadi seperti ‘kucing dan tikus’ ketika Arsenal mendapatkan serangkaian sepak pojok. Setiap kali itu terjadi, tiga pemain Chelsea akan berlari ke depan untuk memberi ancaman serangan balik dan memancing pemain Arsenal keluar dari kotak penalti, namun dibutuhkan pertahanan kuat di area enam yard untuk menghalau bola mati tersebut.

Itu adalah periode tekanan yang berbahaya bagi The Blues, puncaknya saat Sanchez menunjukkan ketangkasannya menepis tendangan melengkung Piero Hincapie. Beruntung Gabriel Martinelli tidak bisa mengontrol bola rebound, dan Chelsea berhasil selamat.

Baru sekitar menit ke-25 Chelsea berhasil menikmati tekanan berkepanjangan di area Arsenal. Namun, serangan tersebut kebanyakan berakhir dengan bola mati dan tidak membuahkan hasil saat sepakan Caicedo melenceng dari tepi kotak penalti.

Keseimbangan yang Tipis

Sangat sedikit aksi di kedua ujung lapangan saat waktu terus bergulir menuju turun minum, meskipun dibutuhkan pertahanan gemilang dari Gusto untuk memblokir upaya Martinelli di dalam kotak penalti. Minimnya peluang di depan gawang lebih menguntungkan tuan rumah daripada tim tamu, mengingat keunggulan 3-2 mereka dari leg pertama.

Ketegangan terasa di dalam stadion, kedua tim tahu satu gol akan mengubah konstelasi semifinal ini sepenuhnya. Hingga babak pertama usai, penyelamatan awal Sanchez dan tangkapan nyaman Kepa atas tendangan jarak jauh Fernandez di menit ke-43 tetap menjadi satu-satunya aksi berarti dari kedua kiper.

Chelsea hampir mencetak gol krusial tepat di awal babak kedua. Menyusul sepak pojok The Blues, para pemain Arsenal melakukan kesalahan saat mencoba menyapu bola dan bola hampir memantul masuk ke gawang mereka sendiri, sebelum pemeriksaan VAR atas dugaan tarikan terhadap Joao Pedro akhirnya dinyatakan bersih.

Menekan Hingga Akhir

Dengan pertimbangan tersebut, setelah menahan pemimpin Premier League selama satu jam dengan tiga bek, Rosenior memainkan kartu truf yang disimpannya. Masuknya Estevao Willian dan Cole Palmer menggantikan Liam Delap dan Jorrel Hato membuat Chelsea kembali ke formasi yang lebih familier.

Chelsea coba terus mengejar gol penyeimbang agregat. Cucurella mencoba peruntungannya dari tepi kotak penalti, namun bola melengkung tipis di samping gawang. Kreativitas tambahan dari Palmer dan Estevao mulai membawa perbedaan dengan terbukanya celah di pertahanan Arsenal, namun hingga 20 menit terakhir, The Blues belum mampu memanfaatkannya.

Joao Pedro terjatuh dan mengklaim ditarik oleh Magalhaes saat memasuki kotak penalti, namun wasit bergeming. Alejandro Garnacho kemudian masuk sebagai pemain pengganti terakhir yang berorientasi menyerang untuk menambah tekanan pada fase akhir laga.

Namun, tugas itu sulit. Arsenal senang dengan sifat permainan babak kedua yang terus terhenti, sehingga sulit bagi Chelsea untuk membangun momentum.

Pada akhirnya, gol yang dicari tak kunjung datang. Sebaliknya, Cucurella harus melakukan blok krusial untuk menggagalkan peluang Magalhaes. Peluang terbaik Chelsea hanyalah tendangan bebas Palmer yang membentur pagar betis dan bola muntah voli Chalobah yang terdefleksi keluar.

Kemudian, saat waktu tambahan hampir habis dan seluruh pemain Chelsea menumpuk di kotak penalti Arsenal, sebuah sapuan jauh menciptakan peluang serangan balik. Havertz yang notabene pernah membela Chelsea hingga 2023, mengakhirinya dengan melewati Sanchez untuk mencetak gol dan memastikan Arsenal-lah yang akan berlaga di final Carabao Cup di Wembley.

Di laga final, Arsenal akan berjumpa Newcastle United atau Manchester City. Kedua tim akan bertarung memperebutkan tiket final pada Rabu (4/2) di kandang City.

Susunan Pemain

Chelsea (3-5-2): Sanchez; Fofana, Chalobah, Hato (Estevao 61); Gusto (Acheampong 87), Santos (Garnacho 75), Caicedo, Fernandez (c), Cucurella; Joao Pedro, Delap (Palmer 61)

  • Cadangan tidak digunakan: Sharman-Lowe, Badiashile, Holland, Guiu, Mheuka.
  • Kartu Kuning: Delap 55, Gusto 68, Estevao 71.

Arsenal (4-3-3): Kepa; Timber, Saliba, Magalhaes (c), Hincapie; Eze, Zubimendi, Rice; Madueke (Trossard 69), Gyokeres (Havertz 69), Martinelli

  • Cadangan tidak digunakan: Raya, Calafiori, Mosquera, White, Lewis-Skelly, Norgaard, Jesus.
  • Kartu Kuning: Arteta 52.
  • Pencetak Gol: Havertz 90+6.

Wasit: Peter Bankes***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini