NEWSATU.COM – Sejak kekalahan dari Sebastian Fundora, Maret 2024, sepakterjang Tim Tszyu (28-3-0, 18 KO) ibarat roller coaster.
Setelah kehilangan sabuk kelas menengah ringan WBO dalam duel berdarah-darah dengan Fundora, Tszyu sangat percaya diri bisa mengalahkan Bakhram Murtazaliev pada Oktober 2024 untuk duel perebutan gelar menengah ringan IBF.
Faktanya, Tszyu malah kalah TKO ronde 3 di Caribe Royale, Orlando, Florida.
Lalu, dalam rematch dengan Fundora pada Juli 2025, petinju Australia ini kembali kalah, dihentikan di ronde 7 di MGM Grand Garden Arena.
Setelah itu, Tszyu merebut 3 kemenangan beruntun. Terakhir menang angka atas Errol Spence Jr, Juli 2026, di Sydney, Australia.
Tanpa gelar besar saat ini, kecuali sabuk kelas menengah WBO internasional, Tszyu berambisi merebut gelar kedua sebelum 2026 berakhir.
Lawan yang diincar adalah Erislandy Lara (32-3-3, 19 KO), juara kelas menengah WBA yang terbilang gaek di usia 43 –boleh jadi dia-lah juara dunia tertua saat ini.
Berbicara kepada Fox Sports Australia pada Selasa (8/9), bos No Limit, George Rose, mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Tim Lara telah memasuki tahap akhir, dengan kedua kubu sedang bernegosiasi untuk menjadikan duel di Australia tersebut sebagai laga utama sebelum Natal.
Pengumuman ini mengindikasikan bahwa Tszyu bersaudara berpotensi melakoni pertarungan terbesar dalam karier mereka hanya berselang beberapa hari. No Limit juga sedang bernegosiasi agar Nikita yang berusia 28 tahun dapat melakoni debutnya di Amerika Serikat, tepatnya di Las Vegas pada awal Desember.
Meski Tim Tszyu sempat mengincar superstar Amerika Serikat Jermell Charlo via media sosial akhir pekan lalu, Rose kini secara resmi mengonfirmasi Lara sebagai kandidat terkuat untuk menjadi lawan berikutnya.
“Kami telah melakukan diskusi yang sangat baik dengan tim Lara,” kata sang promotor. “Dan saya merasa pengumuman resminya sudah semakin dekat.”
Kendati Rose menolak secara halus untuk membeberkan detail lebih lanjut, sumber-sumber yang dekat dengan Tim Tszyu mengisyaratkan bahwa laga utama di Australia pada bulan Desember kini menjadi skenario yang paling memungkinkan.
Sementara Tszyu dijadwalkan berbicara kepada media pada hari Rabu (10/9), pelatih barunya, Jeff Fenech, telah mengonfirmasi bahwa ia ingin petinju berjuluk ‘The Phoenix’ itu kembali bertarung di atas ring sebelum tahun ini berakhir.
Anggota Hall of Fame tersebut dan Tszyu dijadwalkan bertemu pekan depan untuk mematangkan persiapan kembalinya sang petinju, meski sang pelatih menyebut belum ada lawan yang secara resmi ditandatangani.
Awalnya, beredar rumor bahwa mantan juara dunia tersebut tidak akan bertanding lagi di sisa tahun ini. Namun, usai menikmati liburan di luar negeri, Tszyu kini telah kembali ke Sydney dan bersiap memasuki pemusatan latihan.
“Awalnya ada pembicaraan bahwa Tim tidak akan bertarung sampai Januari mendatang,” ujar Fenech. “Tapi itu hampir enam bulan setelah laga lawan Spence, dan saya ingin membawa Tim kembali ke ring lebih cepat. Terutama mengingat perubahan-perubahan taktik yang sedang kami lakukan.”
“Jadi sekarang ada pembicaraan mengenai akhir November. Begitu Tim kembali dari masa istirahatnya, itu memberi kami waktu 11 pekan, dan itu sangat cukup.”
“Dan siapa pun lawan kita nanti, kita harus memaksa mereka bertarung dengan gaya kita. Karena ketika Tim mampu memaksa lawan-lawannya beradaptasi, saya yakin tidak ada dari mereka yang bisa mengalahkannya.”
Mengingat Tszyu sebelumnya memegang sabuk juara kelas menengah yunior WBO, kemenangan atas Lara akan membuatnya bergabung dengan segelintir petinju legendaris Australia yang mampu menyabet gelar juara dunia di banyak divisi—termasuk Fenech, Liam Paro, dan analis Main Event saat ini, Danny Green.
“Saya tentu akan senang melihat Timmy memenangi gelar juara dunia di dua divisi berbeda,” tutur pemegang gelar juara dunia empat divisi tersebut. “Bisa berada di sisinya untuk momen itu, ya, tentu luar biasa.”
“Tapi siapa pun yang dipilih Tim, saya akan menyiapkan rencananya. Kami sudah membuat perencanaan menghadapi beberapa potensi lawan dan saya tahu dia beserta [promotor No Limit] Matt Rose sedang menyiapkan sesuatu.”
“Sejak pertarungan melawan Spence, Tim sempat berlibur. Jadi kami akan duduk bersama pekan depan untuk merampungkan semuanya. Belum ada yang difinalisasi, tapi dia dan Matt punya rencana matang dan saya senang bekerja dengan itu. Tim adalah bosnya. Saya bekerja untuk dia.”
Saat ditanya mengenai peluang bertarung melawan Lara, Fenech melanjutkan: “Yah, saya sudah melihat usianya dan melihat cara bertarungnya… [tertawa] dan Lara sama sekali tidak bertarung seperti pria berusia 43 tahun.”
“Dia sangat terampil, sangat dominan. Dan alasan Lara memiliki rekor sehebat itu adalah karena dia selalu memaksa orang lain bertarung sesuai gayanya.”
“Dia mendikte dan membuat Anda bertarung sesuai keinginannya. Jadi tugas saya adalah memastikan hal itu tidak terjadi. Membuat Lara bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Tim.”***








