NEWSATU.COM — Jaron “Boots” Ennais resmi menasbihkan dirinya sebagai juara dunia di dua kelas berbeda, Sabtu (27/6) waktu setempat. Petinju berjuluk “King of Philly” tersebut tampil luar biasa spektakuler dengan menghentikan perlawanan sengit Xander Zayas di ronde ketujuh, sekaligus merebut sabuk juara dunia kelas menengah ringan versi WBA dan WBO dari tangan Zayas.
Dalam duel bertajuk “Reasonable BK Bout” yang digelar di Barclays Center, Brooklyn, New York—tepat pada peringatan ke-38 tahun laga super legendaris Mike Tyson vs Michael Spinks—kedua petinju menyajikan aksi jual beli pukulan yang sangat brutal layaknya miniatur pertarungan klasik Hagler vs Hearns.
Ennis (36-0, 32 KO) langsung mengambil inisiatif serangan sejak bel ronde pertama berbunyi. Ia sukses mengirim Zayas (23-1, 13 KO) jatuh mencium kanvas lebih awal lewat kombinasi pukulan presisi ke arah kepala. Meski Zayas sempat bangkit dan memberikan perlawanan sengit di ronde ketiga lewat pukulan kanan keras yang memaksa Ennis mundur, dominasi “Boots” tak terbendung.
Petaka bagi Zayas kembali hadir di ronde kelima. Sebuah uppercut kanan secepat kilat dari Ennis menghantam telak dagu petinju asal Puerto Riko tersebut hingga terjungkal untuk kedua kalinya. Walau tim medis dan wasit sempat memeriksa kondisinya dan mengizinkan laga berlanjut, Zayas terlihat mulai goyah akibat menerima pukulan-pukulan bertenaga dari Ennis.
Puncak takdir pertarungan terjadi pada ronde ketujuh. Ennis yang mengendus kemenangan langsung tampil beringas mencari celah mematikan. Ia membombardir pertahanan Zayas dengan rentetan kombinasi pukulan kiri dan kanan yang sangat rapat di dalam ring. Zayas yang sudah kehabisan bensin akhirnya berlutut dengan satu kaki di atas kanvas untuk keempat kalinya dalam laga ini sembari menatap cemas ke arah sudut ringnya.
Melihat situasi yang tidak lagi aman, wasit Harvey Dock langsung menghentikan jalannya pertarungan dan memberikan kemenangan Technical Knockout (TKO) bagi Ennis saat ronde ketujuh baru berjalan 1 menit 49 detik. Pasca-laga, Zayas segera dilarikan ke rumah sakit sebagai langkah pencegahan demi memastikan kondisinya baik-baik saja setelah menerima kerusakan yang cukup parah.
“Saya sangat menikmati pertarungan tadi. Xander adalah lawan yang sangat bagus, saya berharap dia baik-baik saja,” ujar Ennis yang menunjukkan kelasnya dengan menaruh simpati pada sang lawan di sesi konferensi pers bersama promotornya, Eddie Hearn (Matchroom).
“Misi saya berikutnya adalah menguasai divisi ini, menyatukan seluruh sabuk (unifikasi), dan menjadi wajah baru dunia tinju.”
Kemenangan dominan ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan milik Jaron Ennis, tetapi juga semakin memperkokoh posisinya di papan atas peringkat pound-for-pound (P4P) dunia sebagai petinju dengan paket lengkap: kecepatan, kekuatan, keseimbangan, serta kecerdasan bertarung yang luar biasa.***








