NEWSATU.COM – Mantan juara dunia kelas berat WBO, Joseph Parker, diizinkan untuk kembali bertarung setelah masa sanksi berakhir. Manajernya, Spencer Brown, bahkan sudah mulai membicarakan rencana duel comeback-nya.
Sebagai salah satu petinju papan atas kelas berat, Parker pernah berbagi ring dengan nama-nama besar seperti Anthony Joshua dan Andy Ruiz. Ia mencatatkan kemenangan impresif atas Deontay Wilder, Zhang Zhilei, dan Martin Bakole. Namun ia juga pernah dihentikan oleh Joe Joyce dan—pada laga terakhirnya—Fabio Wardley.
Kini, setelah sanksinya berakhir karena terbukti positif menggunakan kokain dalam tes pascaduel dengan Wardley pada Oktober 2025, Parker berharap bisa segera kembali beraksi.
“Dia sudah kembali, bagi saya dia adalah petinju lima besar. Dia bisa memberi perlawanan sengit kepada siapa pun di kelas berat; sekarang kami harus melihat semua opsi yang ada. Saya sudah berbicara dengan David Higgins (promotornya di Australia),” kata Spencer Brown kepada Playbook Boxing, dilansir Seconds Out.
“Jujur saja, saya sudah tidak sabar melihatnya bertarung lagi. Saya pikir dia sangat bersemangat. Dia akan melanjutkan kamp latihannya bersama Tyson (Fury) karena mereka saling memacu dan mendorong satu sama lain. Mereka melakukan banyak sesi sparring bersama.”
Ketika ditanya mengenai potensi lawan yang bakal dihadapi ke depannya, Brown menambahkan:
“Sebenarnya, saya baru saja berbicara dengan Derek Chisora pagi ini. Dia menelepon saya dan bertanya apakah saya sudah mendengar kabar tentang Joe, lalu dia bilang bersedia menerima pertarungan itu. Jadi mari kita lihat nanti.
“Saya sangat ingin melihatnya tampil di partai tambahan (undercard) duel Tyson Fury melawan Joshua, itu akan sangat luar biasa.”
Chisora sendiri sudah dua kali menelan kekalahan angka dari Parker lewat pertarungan sengit 12 ronde berturut-turut pada Mei dan Desember 2021. Kini ia telah berusia 42 tahun dengan rekor veteran 50 pertarungan—yang membuat banyak kalangan di dunia tinju justru lebih berharap untuk melihatnya pensiun.
Tapi, tinju adalah bisnis. Sepanjang kepalan tangan masih bisa menghasilkan cuan besar, Chisora perlu berpikir banyak untuk memutuskan pensiun.***








