MUARA ENIM, NEWSATU– Kabupaten Muara Enim menegaskan kesiapan untuk mengambil peran strategis dalam mendukung kebijakan energi nasional melalui pengelolaan 133 sumur minyak masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Muara Enim, Edison, saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di Graha Bina Praja, Jumat (24/4).
Dalam forum tersebut, Bupati menekankan pentingnya transparansi dalam pembagian hasil minyak dan gas (migas). Menurutnya, pengelolaan yang akuntabel akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang selanjutnya menjadi fondasi dalam penyusunan APBD yang lebih kuat dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Sumatera Selatan, atas usulan Bupati, telah menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pengelola sumur minyak masyarakat. Kebijakan ini merujuk pada penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 9 Oktober 2025.
Dari total 133 sumur minyak yang diperoleh Kabupaten Muara Enim, sebanyak 71 sumur dikelola oleh Koperasi Mandiri Berkah Mandiri, sementara 62 sumur lainnya dipercayakan kepada UMKM Beringin Sejahtera Energi. Bupati Edison menilai langkah ini sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada pelaku usaha lokal agar dapat berperan aktif di sektor migas.
“Ini bukan hanya soal produksi minyak, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kita ingin pelaku lokal menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap pengelolaan sumur minyak masyarakat ini dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target produksi minyak sebesar satu juta barel per hari di Sumatera Selatan.
Selain itu, pengelolaan yang terstruktur dan legal juga diyakini menjadi solusi dalam menekan praktik pengeboran ilegal yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, koperasi, dan UMKM, diharapkan aktivitas migas di Muara Enim dapat berjalan lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.
“Dengan semangat kebersamaan, kita optimistis pengelolaan migas ini akan menjadi pilar pembangunan daerah yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ril)







