Rabu, Juli 22, 2026

FIGC Pusing, untuk Gaet Guardiola sebagai Pelatih Timnas, Italia Harus Bayar Lebih dari Rp350 Miliar per Tahun

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM — Pernyataan mengejutkan dari Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, mengenai adanya “pengecualian finansial” untuk merekrut Pep Guardiola langsung memicu spekulasi besar di panggung sepak bola dunia.

Pertanyaan terbesar yang kini menyeruak di publik Italia adalah: Seberapa besar dana yang harus dikucurkan FIGC untuk mendaratkan mantan juru taktik Manchester City tersebut?

Jika melihat peta finansial sepak bola di Negeri Apenina saat ini, langkah FIGC untuk memboyong Guardiola jelas akan menjadi rekor dan anomali terbesar sepanjang sejarah sepak bola Italia.

Jurang Pemisah: Gaji Standar Italia vs Angka Fantastis Guardiola

Secara historis, FIGC menetapkan batasan anggaran (salary cap) yang cukup terukur untuk posisi pelatih kepala Gli Azzurri. Rata-rata pelatih elit Timnas Italia—seperti Luciano Spalletti atau Roberto Mancini saat membawa Italia menjuarai Euro 2020—mengantongi gaji di kisaran €2,8 juta hingga €3 juta per tahun (sekitar Rp50 miliar).

Bahkan di kasta teratas liga domestik (Serie A), pelatih dengan bayaran tertinggi di klub raksasa seperti Inter Milan, Juventus, atau AC Milan berada di rentang €4 juta hingga €7 juta per tahun (sekitar Rp70 miliar hingga Rp122,5 miliar per tahun atau sekitar Rp5,8 miliar hingga Rp10,2 miliar per bulan).

Angka-angka tersebut terbilang kerdil jika dibandingkan dengan standar pendapatan Pep Guardiola. Selama 10 tahun masa kejayaannya di Manchester City, pelatih yang mengoleksi enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions itu mengantongi bayaran mencapai €20 juta+ per tahun (sekitar Rp350 miliar).

Artinya, untuk bisa memboyong Pep ke kursi kepelatihan timnas, FIGC harus bersiap melipatgandakan plafon anggaran gaji pelatih mereka hingga 6 sampai 7 kali lipat dari standar tertinggi yang pernah ada!

Mekanisme ‘Pengecualian Finansial’: Bagaimana FIGC Melakukannya?

Menutup jurang pemisah bernilai puluhan juta Euro tersebut tentu bukan perkara mudah bagi federasi yang baru saja terpukul akibat kegagalan Gli Azzurri menembus putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Di sinilah letak peran skema “pengecualian finansial” yang dimaksud oleh Malago.

Untuk merealisasikan kontrak bernilai mega-bintang tanpa merusak kestabilan kas utama federasi, FIGC diprediksi akan menggunakan beberapa formula khusus:

  1. Suntikan Dana Sponsor & Pihak Ketiga: FIGC berpotensi menggandeng konsorsium sponsor utama atau investor eksternal untuk mendanai mayoritas porsi gaji Guardiola melalui kesepakatan komersial khusus.
  2. Struktur Hak Cipta Gambar (Image Rights): Nilai komersial dan nama besar Guardiola akan dimaksimalkan melalui hak citra global, komitmen promosi, serta skema bonus berbasis performa yang tinggi.
  3. Fleksibilitas Regulasi Internal: Melonggarkan batasan struktur gaji staf kepelatihan yang selama ini mengikat di internal FIGC.

Perjudian Terbesar Sepak Bola Italia

Meskipun Malago menegaskan bahwa negosiasi ini belum tentu berujung pada kesepakatan final, niat FIGC untuk menembus batas finansial menunjukkan betapa desperatnya Italia untuk bangkit pasca-pengunduran diri Gennaro Gattuso pada April lalu.

Selain nama Guardiola, kandidat lain seperti Roberto Mancini dan Andrea Pirlo tetap masuk dalam radar. Namun, jika skenario “pengecualian finansial” ini benar-benar terwujud dan Pep Guardiola berlabuh di Roma, hal itu bukan hanya sekadar pergantian pelatih—melainkan revolusi finansial dan taktik terbesar dalam sejarah sepak bola Italia.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini