Jumat, Agustus 28, 2026
Beranda blog Halaman 13

Emanuel Navarrete Siap Pertahankan Gelar Lawan O SHaque Foster di Bawah Bayang-bayang Pencopotan Gelar WBO

0

NEWSATU.COM – Juara dunia kelas bulu super IBF dan WBO, Emanuel Navarrete (40-2-1, 33 KO), dan juara dunia kelas bulu super WBC, O’Shaquie Foster (25-3-0, 12 KO), sepakat bertarung dalam duel unifikasi, 24 Oktober di Alamodome, San Antonio.

Berdasarkan laporan Chris Mannix dalam siaran langsung Shields-Scott di DAZN, Navarrete —juara dunia tiga divisi asal San Juan Zitlaltepec, Meksiko—dan Foster —juara dunia dua divisi asal Houston—akan memperebutkan setidaknya dua sabuk juara.

Hal ini terjadi karena WBO telah memerintahkan Navarrete untuk menghadapi lawan wajib lamanya, Charly Suarez. Akibatnya, Navarrete mungkin harus mengosongkan sabuk WBO tersebut agar pertarungan akbar ini bisa terwujud.

Dalam penampilan terakhirnya di ring pada Februari lalu, Navarrete yang kini berusia 31 tahun berhasil menyatukan gelar IBF dan WBO setelah menghentikan Eduardo Nunez di ronde 11.

Menariknya, Suarez dirumorkan sedang bernegosiasi untuk bertanding melawan mantan juara dunia tiga kelas, Vasiliy Lomachenko, yang akan kembali bertarung pada November. Meski demikian, laga tersebut masih belum dikonfirmasi.

Sementara itu, Foster yang berusia 32 tahun, terakhir kali terlihat mengamankan kemenangan angka mayoritas atas Raymond Ford untuk mempertahankan gelar WBC miliknya pada Mei lalu.***

Dua Perempuan Terjerat Kasus Ekstasi, Polisi Buru Pemasok Berstatus DPO

0

PRABUMULIH, NEWSATU — Berawal dari laporan masyarakat, Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih berhasil mengungkap dugaan peredaran gelap narkotika jenis ekstasi di sebuah kafe di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tebing Tanah Puteh, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua perempuan berinisial CP (26), warga Kota Bandar Lampung, dan NA (22), warga Kota Palembang.

Pengungkapan bermula saat anggota Satresnarkoba menerima informasi masyarakat pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Informasi tersebut menyebutkan bahwa sebuah kafe di lokasi tersebut diduga kerap dijadikan tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika.

Menindaklanjuti informasi itu, personel Satresnarkoba melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran laporan serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.

Setelah memperoleh informasi yang cukup, Kasat Reserse Narkoba Polres Prabumulih IPTU Fitrawadi, S.H., memerintahkan Kanit Idik 2 IPDA Novi Pran Prayogi, S.H., bersama anggota Opsnal Satresnarkoba melakukan penindakan.

Pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB, petugas tiba di lokasi dan mengamankan CP. Penggeledahan dilakukan dengan disaksikan Ketua RW setempat serta pemilik kafe.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu butir pil ekstasi warna pink dengan berat 0,44 gram yang disimpan di dalam kotak rokok dan berada di atas meja.

Polisi kemudian melakukan pengembangan berdasarkan keterangan awal CP dengan mendatangi kamar temannya berinisial NA.

Di kamar tersebut, petugas kembali menemukan enam butir pil ekstasi warna pink dengan berat bruto 3,27 gram. Barang tersebut ditemukan dalam plastik bening yang disimpan di dalam tas sandang warna hitam yang tergantung di dinding kamar.

Saat menjalani pemeriksaan awal, NA mengakui enam butir ekstasi tersebut merupakan miliknya. Kepada petugas, NA mengaku mendapatkan narkotika itu dari seorang laki-laki berinisial NO yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan disebut berada di wilayah Palembang.

Narkotika tersebut diduga diperoleh dengan cara membeli seharga Rp2,8 juta.

Selain tujuh butir ekstasi, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti lain, yakni satu kotak rokok, satu lembar plastik bening, satu tas sandang warna hitam, satu unit telepon seluler warna hitam serta uang tunai Rp400 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan.

Kedua perempuan tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, keduanya diduga berstatus sebagai pengedar dan hasil pemeriksaan urine menunjukkan positif.

Kasat Reserse Narkoba Polres Prabumulih IPTU Fitrawadi, S.H., menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Prabumulih.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti melalui penyelidikan. Kami berhasil mengamankan dua orang perempuan dan sejumlah barang bukti narkotika jenis ekstasi,” ujar Fitrawadi.

Ia menambahkan, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok, termasuk memburu NO yang telah masuk dalam daftar pencarian orang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kepolisian dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Atas dugaan perbuatannya, kedua terduga pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau ketentuan pidana lain sebagaimana diterapkan penyidik.

Saat ini, proses hukum terhadap keduanya masih berlangsung di Satresnarkoba Polres Prabumulih. Polisi juga terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan pemasok narkotika tersebut.

Olahraga hingga UMKM, Festival Merah Putih Pematangsiantar Banjir Antusias Warga

0

PEMATANGSIANTAR, NEWSATU — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kota Pematangsiantar. Hal itu terlihat dalam gelaran Festival Merah Putih dan Pekan Olahraga Masyarakat Merah Putih, Minggu, (16/8/2026).

Mengusung semangat “Sehat, Bugar, Gembira, Luar Biasa”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan melalui aktivitas olahraga, hiburan, kegiatan sosial, sekaligus mempererat kebersamaan.

Festival tersebut turut dihadiri Wali Kota Pematangsiantar bersama istri, Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Kapolres Pematangsiantar, pimpinan Bank Indonesia, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Sekretaris KORMI, serta Ketua KONI Pematangsiantar.

Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme masyarakat adalah Senam Bugar Bersama PORPI dan ASIAFI. Senam dipandu instruktur dari Persatuan Olahraga Pernapasan Indonesia (PORPI) Pematangsiantar dan Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI) Kota Pematangsiantar.

Kegiatan tersebut turut didukung Ketua PORPI Pematangsiantar Henni Suesdina, S.Pd.I., atau Hensus, serta Ketua ASIAFI Kota Pematangsiantar Riando P. Silalahi.

Peserta mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat. Suasana semakin meriah karena masyarakat dari berbagai kalangan ikut bergerak bersama dalam kegiatan yang memadukan olahraga dan kegembiraan.

Selain mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.

Hadiah Lomba Tambah Semarak

Usai senam, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah berlangsung pada 10–15 Agustus 2026.

Para pemenang menerima penghargaan atas prestasi dan partisipasi mereka dalam memeriahkan Pekan Olahraga Masyarakat Merah Putih. Suasana semakin semarak ketika para pemenang dipanggil ke hadapan peserta untuk menerima hadiah.

Festival Merah Putih juga dimeriahkan berbagai kegiatan lainnya, mulai dari fun run, pemeriksaan kesehatan gratis, UMKM, pushbike race, PASPORIA, pasar murah, fun games hingga doorprize.

Berlangsung bersamaan dengan Car Free Day, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati suasana akhir pekan bersama keluarga.

Kehadiran UMKM juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Sementara pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Perpaduan olahraga, hiburan, layanan kesehatan, UMKM dan kegiatan sosial membuat Festival Merah Putih menjadi perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan semangat kebersamaan.

Semangat “Merah Putih untuk Kita” pun terasa sepanjang kegiatan. Kemerdekaan tidak sekadar dirayakan melalui seremoni, tetapi juga diwujudkan dengan mengajak masyarakat hidup sehat, aktif, produktif dan saling mempererat persaudaraan.

Festival Merah Putih dan Pekan Olahraga Masyarakat Merah Putih diharapkan dapat terus menjadi momentum untuk memperkuat budaya olahraga sekaligus membangun semangat persatuan masyarakat Kota Pematangsiantar dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (ril) 

Mental Baja Lawan Anak Emas, Filip Hrgovic Siap Jadikan Itauma Korban KO Berikutnya

0

NEWSATU.COM – Filip Hrgovic(20-1-0, 15 KO) begitu percaya diri bahwa dia bisa mengalahkan petinju muda Moses Itauma (14-0-0, 12 KO) yang baru berusia 21 tahun di jadwal tinju dunia Itauma vs Hargovic di O2 Arena, London, 22 Agustus.

Bagi Hrgovic, di jadwal tinju dunia Itauma vs Hargovic ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan kapasitasnya di panggung dunia melawan rival yang tengah naik daun.

“Saya tahu dunia tinju mencoret nama saya di laga ini dan menganggap dia seperti Mike Tyson baru—bocah muda sang penghancur. Namun saya percaya pada diri sendiri. Ini pertarungan terbesar dalam hidup saya dan datang di saat yang tepat,” ujar Hrgovic.

“Usia saya baru 34 tahun, punya segudang pengalaman, energi melimpah, pukulan bertenaga, dan segalanya. Jadi saya sangat senang dengan duel ini dan saya akan mengalahkannya.”

“Orang-orang terlalu membesar-besarkan namanya. Dia memang berbakat, punya kualitas, pukulan keras, dan gerakannya cepat untuk ukuran kelas berat. Namun menurut saya, hype yang dia dapatkan jauh melebihi apa yang pantas ia terima.”

Hrgovic kemudian diminta membeberkan keunggulan pengalamannya dibanding Itauma serta bagaimana hal itu memberinya keuntungan di atas ring di jadwal tinju dunia Itauma vs Hrgovic nanti.

“Saya sudah belajar untuk tidak gampang menyerah di saat sulit, terus melawan, dan bertahan melewati apa pun demi kemenangan. Jalan hidup saya keras, baik di luar maupun di dalam ring,” bebernya.

“Saya melewati banyak pertarungan sengit, berbagai tantangan, dan ronde-ronde yang menyiksa. Itu membuat mental dan tekad saya jauh lebih kuat, membentuk saya menjadi sosok yang berbeda dibanding dia. Jika dibandingkan dengan karier saya, dia mendapatkan segalanya dengan mudah di atas piring perak.”

Hrgovic lantas diminta menganalisis rekaman video untuk membedah gaya bertarung Itauma.

“Gerakan tipuannya (feinting) tak bakal mempan lawan saya,” kata Hrgovic saat menyaksikan klip pertandingan Itauma.

“Saya akan langsung mendaratkan jab tepat di mukanya saat dia mencoba menunduk melakukan tipuan… Dan jika dia masuk dengan pukulan kiri, saya akan mundur sedikit—boom, counter punch. Pukulan kanan, hook kiri, lalu sesekali saya sengaja melepaskan pukulan kanan yang meleset agar bisa menyambungnya dengan hook kiri—langsung tidur dia.”

Itu teorinya. Praktiknya?

Bagaimana dengan head-to-head kedua petinju di jadwal tinju dunia Itauma vs Hrgovic ini? Berikut bedahannya:

Moses Itauma

  • Rekor Bertanding: 14 Kali Bertarung, 14 Kemenangan, 0 Kekalahan (14-0-0)
  • Pukulan KO: 12 kali menang KO/TKO (KO ratio sangat tinggi, hanya 2 pertarungan yang berakhir lewat keputusan juri).
  • Hasil 5 Pertarungan Terakhir:
    • Menang TKO ronde 5 atas Jermaine Franklin (28 Maret 2026)
    • Menang TKO ronde 1 atas Dillian Whyte (16 Agustus 2025)
    • Menang TKO ronde 2 atas Mike Balogun (24 Mei 2025)
    • Menang TKO ronde 1 atas Demsey McKean (21 Desember 2024)
    • Menang TKO ronde 2 atas Mariusz Wach (27 Juli 2024)
  • Gelar yang Dipegang/Dimenangkan: Sabuk WBA International, WBO Inter-Continental, dan Commonwealth Heavyweight.

Filip Hrgovic

  • Rekor Bertanding: 21 Kali Bertarung, 20 Kemenangan, 1 Kekalahan (20-1-0)
  • Pukulan KO: 15 kali menang KO/TKO, 5 kali menang angka, dan 1 kali kalah TKO.
  • Hasil 5 Pertarungan Terakhir:
    • Menang TKO ronde 3 atas David Allen (16 Mei 2026)
    • Menang Angka Mutlak (UD) 10 ronde atas David Adeleye (16 Agustus 2025)
    • Menang Angka Mutlak (UD) 10 ronde atas Joe Joyce (5 April 2025)
    • Kalah TKO ronde 8 dari Daniel Dubois (1 Juni 2024 – Perebutan Gelar Interim IBF yang lowong)
    • Menang TKO ronde 1 atas Mark de Mori (23 Desember 2023)
  • Gelar yang Dipegang/Dimenangkan: Sabuk WBA Continental Gold, IBF Inter-Continental, dan WBO International Heavyweight.***

Api Mengamuk di Desa Curup PALI, Tiga Rumah Warga Terbakar

0

PALI, NEWSATU — Tiga rumah warga di Dusun II, Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, terbakar pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski seluruh penghuni rumah selamat, kebakaran menghanguskan sebagian bangunan dan harta benda warga. Total kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp110 juta.

Kebakaran pertama kali diketahui Wahyu Noprianto (38), warga yang tinggal di sekitar lokasi. Saat itu, Wahyu melihat kepulan asap hitam tebal disertai kobaran api yang sudah membesar dari rumah milik Zainudin bin Matoha (64), seorang petani.

Melihat kondisi tersebut, Wahyu langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar kemudian berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Saya melihat asap hitam tebal dan api sudah membesar dari rumah Zainudin. Saya langsung berteriak meminta pertolongan, kemudian warga berdatangan untuk membantu memadamkan api,” ujar Wahyu.
Namun, kobaran api dengan cepat merambat ke dua rumah di sebelahnya. Bangunan rumah Zainudin yang didominasi material kayu membuat api mudah menjalar hingga menyambar bagian dinding rumah milik Harmoko bin Zailani (41) dan Warnia binti Mat Yakip (52).

Ketiga rumah tersebut diketahui merupakan rumah panggung dengan dinding berbahan papan. Kondisi material bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.

“Api cepat sekali membesar dan merambat ke rumah sebelah. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,” katanya.
Ironisnya, saat kebakaran terjadi, ketiga pemilik rumah sedang berada di kebun untuk menyadap karet. Kondisi tersebut membuat warga sekitar menjadi pihak pertama yang berupaya menyelamatkan barang-barang sekaligus mencegah api semakin meluas.

Rumah Zainudin menjadi bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. Bagian atap, dinding, lantai, perabotan hingga surat-surat penting miliknya hangus terbakar.

Kerugian rumah Zainudin diperkirakan mencapai Rp80 juta.

Sementara itu, rumah Harmoko mengalami kerusakan pada bagian dinding. Beruntung, warga berhasil menyelamatkan lantai, perabotan dan sejumlah surat penting sehingga kerugian diperkirakan sekitar Rp10 juta.

Sedangkan rumah Warnia juga turut terdampak akibat kobaran api. Jika ditotal, kerugian material akibat kebakaran yang menghanguskan tiga rumah tersebut diperkirakan mencapai Rp110 juta.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (ril) 

Polisi Amankan Ayah Tiri di OKU Selatan, Diduga Lakukan Persetubuhan terhadap Anak

0

OKU SELATAN, NEWSATU – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres OKU Selatan mengamankan seorang pria berinisial AR (48), yang merupakan ayah tiri korban, terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

AR diamankan polisi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.28 WIB. Perkara tersebut terungkap setelah keluarga korban membuat laporan ke Polres OKU Selatan pada 22 Juli 2026.

Dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 25 Mei 2025 sekitar pukul 15.00 WIB, di sebuah rumah yang berada di Desa Gunung Tiga, Kecamatan Muaradua, OKU Selatan.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, saat kejadian korban masih berusia sekitar 11 tahun. Ketika itu, korban disebut diminta tersangka membuatkan kopi setelah AR tiba di rumah.

Saat korban mengantarkan kopi ke kamar, tersangka diduga melakukan persetubuhan terhadap korban. Polisi juga menduga tersangka sempat menjanjikan sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk membeli perlengkapan sekolah.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik Unit PPA telah memeriksa sejumlah saksi dan tersangka. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, AR disebut mengakui perbuatannya.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap setiap perkara kekerasan maupun kejahatan seksual yang melibatkan anak.

“Tidak ada ruang bagi siapa pun yang melakukan kekerasan maupun kejahatan seksual terhadap anak. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, proses hukum terhadap tersangka akan dilakukan secara profesional dan transparan dengan tetap memperhatikan hak serta kepentingan terbaik bagi korban.

Korban juga dipastikan mendapatkan perlindungan dan pendampingan sesuai kebutuhan selama proses penanganan perkara berlangsung.

Atas dugaan perbuatannya, AR diproses berdasarkan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 473 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen jajaran Polda Sumsel dalam memberikan perlindungan terhadap anak.

“Polda Sumsel bersama seluruh jajaran berkomitmen memberikan perlindungan maksimal terhadap anak. Setiap laporan terkait dugaan kekerasan maupun kejahatan seksual terhadap anak akan ditangani secara serius, profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum,” tegasnya.

Hingga kini, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres OKU Selatan masih melengkapi proses penyidikan, termasuk pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka.

Polisi memastikan perkara tersebut ditangani sesuai prosedur hukum dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan terbaik bagi korban yang masih di bawah umur. (ril)

Persaingan Sengit di Columbia Edgewater: Arpichaya Yubol Ditempel Ketat Pesaing Korea dan AS

0

NEWSATU.COM – Pegolf muda asal Thailand, Arpichaya Yubol, yang tengah berburu gelar pertamanya di ajang LPGA Tour, berhasil memimpin klasemen sementara turnamen The Standard Portland Classic dengan keunggulan satu pukulan.

Pegolf berusia 24 tahun tersebut mencetak skor 6-under 66 untuk hari kedua berturut-turut pada 14 Agustus di Columbia Edgewater Country Club. Catatan total 12-under 132 miliknya menempatkannya unggul tipis satu pukulan atas pesaing terdekatnya, Sophia Schubert (AS), Pajaree Anannarukarn (Thailand) yang sama-sama mencetak angka 66 pada hari kedua, serta pegolf Korea Selatan, Hye-Jin Choi, yang mengantongi skor 67 atau under 5.

Sementara itu, posisi kelima diisi oleh tujuh pegolf yang mencatatkan skor imbang 9-under, termasuk Rose Zhang (65), Erika Hara dari Jepang (66), Morgane Metraux asal Swis (67), Jeeno Thitikul asal Thailand (67), Haeran Ryu dari Korea Selatan (68), Nataliya Guseva asal Rusia (68), serta Grace Kim asal Australia (69).

Performa Gemilang dengan Putaran Positif

Yubol tampil gemilang sepanjang hari sebelum akhirnya mencatatkan satu-satunya bogey atau over 1 pada lubang ke-18. Sebelum kesalahan kecil tersebut, ia sukses mengantongi tujuh birdie (under 1), termasuk tiga kali birdie berturut-turut dari lubang ke-5 hingga ke-7.

“Hari yang sangat bagus untuk pukulan stik putter saya,” ujar Yubol, yang mencatatkan 24 pukulan putt pada hari kedua setelah sehari sebelumnya hanya memerlukan 23 pukulan.

“Hanya di lubang terakhir sedikit ada masalah. Tapi secara keseluruhan sama seperti kemarin… pukulan wedge dan short game saya cukup memuaskan, dan saya juga bisa mencetak birdie di lubang par 5,”  katanya, dikutip dari The Straits Times.

Mengenai penampilannya secara keseluruhan di paruh turnamen ini, Yubol menambahkan:

“Bagi saya, melahap 36 lubang hanya dengan satu bogey adalah pencapaian yang luar biasa… Anda bisa saja mencetak birdie, bogey, atau bahkan double bogey, tetapi kuncinya adalah bagaimana mengelola pikiran agar tetap positif. Masih ada dua hari tersisa, dan saya hanya perlu terus bermain konsisten.”

Pencapaian ini membuat Yubol sukses lolos cut untuk ke-10 kalinya dari 15 turnamen yang ia ikuti sepanjang musim 2026. Sebelumnya, atlet berusia 24 tahun ini mencatatkan hasil terbaik sebagai runner-up di ajang Riviera Maya Open di Mayakoba pada April, serta ShopRite LPGA pada Mei lalu.***

Wapres Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional 2026, Siap Kibarkan Merah Putih di Istana

0

JAKARTA, NEWSATU – Sebanyak 76 pelajar terbaik dari 38 provinsi resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026 di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Pengukuhan dipimpin Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang bertindak sebagai pembina upacara. Prosesi tersebut menjadi tanda kesiapan para putra-putri terbaik Indonesia untuk menjalankan tugas negara pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Senin, 17 Agustus 2026.

Sebelum dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia yang dipimpin Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Setelah pembacaan ikrar, Wapres Gibran membacakan pernyataan pengukuhan bagi seluruh anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan semangat kebangsaan. Para anggota Paskibraka diharapkan mampu menjaga kehormatan tugas yang diberikan negara sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.

“Jalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat kebangsaan. Jadikan amanah ini sebagai kebanggaan sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” demikian pesan Wapres Gibran dalam prosesi pengukuhan.

Sebagai tanda pengukuhan, Wapres Gibran secara simbolis menyematkan Lencana Merah Putih Garuda dan memasangkan kendit kepada pemimpin upacara, Julita Rista Lestari dari Kalimantan Timur.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi 76 anggota Paskibraka yang akan mengemban amanah mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dengan bekal disiplin, semangat kebangsaan dan rasa tanggung jawab, seluruh anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026 kini siap menjalankan tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.

Selamat bertugas. Kibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan! 🇮🇩

(ril)

Sisi Gelap Promotor Zuffa Boxing, Gvozdyk Diputus Kontrak Saat Bersiap Naik Ring Lagi Karena 1 Kali Kalah

0

NEWSATU.COM – Oleksandr Gvozdyk mengungkapkan bahwa kiprahnya di Zuffa Boxing berakhir hampir secepat saat dimulai. Mantan juara dunia kelas berat-ringan WBC ini mengklaim pihak promotor memutus kontraknya secara sepihak usai ia menelan kekalahan TKO dari Radivoje Kalajdzic pada Februari lalu.

Gvozdyk menyampaikan pengakuan tersebut dalam sebuah wawancara terbaru bersama vRINGe. Petinju asal Ukraina berusia 39 tahun itu menyebutkan bahwa pemutusan hubungan kerja tersebut disampaikan hanya melalui email, justru di saat ia sudah mulai kembali berlatih untuk persiapan naik ring lagi untuk duel berikutnya.

Ini adalah keputusan bisnis yang sangat kejam, bahkan untuk standar olahraga beladiri sekalipun. Satu kekalahan, satu ronde ketujuh yang buruk, dan pintu promotor langsung tertutup rapat baginya.

Gvozdyk menjelaskan bahwa klausul dalam kontraknya memang cukup eksplisit: jika seorang petinju kalah, promotor berhak memutus kerja sama.

“Mereka mengakhiri kontrak pada bulan Februari setelah kekalahan itu,” katanya. “Setiap promotor memang memiliki opsi tersebut jika seorang petinju menelan kekalahan.”

Ia menambahkan bahwa orang-orang di sekitar laga tersebut sebenarnya memuji aksi sengit yang ia tampilkan, yang membuat momen pemecatan ini terasa makin menyakitkan. Gvozdyk sempat beristirahat dan mulai berlatih kembali sekitar bulan Mei, hingga akhirnya ia baru menyadari pada April bahwa ada email masuk yang mengakhiri kesepakatan tersebut.

Pemecatan Gvozdyk Warnai Ambisi Tinju Dana White

Debut Gvozdyk di Zuffa Boxing sebenarnya bukan laga yang membosankan. Ia sempat menjatuhkan Kalajdzic sebanyak dua kali dan tampak mendominasi perolehan poin sebelum situasi berbalik drastis di ronde ketujuh.

Kalajdzic berhasil menjatuhkannya, lalu memaksa wasit menghentikan laga setelah knockdown berikutnya—mengubah duel yang tadinya dirancang sebagai panggung unjuk gigi sang veteran menjadi pengingat keras betapa kejamnya dunia tinju merusak rencana yang sudah tersusun rapi.

Karier sang mantan juara dunia memang sudah melewati banyak laga berat. Gvozdyk mengalahkan Adonis Stevenson pada 2018 untuk merebut gelar kelas berat-ringan WBC, sempat mempertahankan sabuknya, lalu takluk dari Artur Beterbiev dalam duel penyatuan gelar pada 2019.

Sempat memutuskan pensiun, ia kembali ke ring namun kalah angka dari David Benavidez pada 2024, sebelum akhirnya mengambil kesempatan di Zuffa Boxing melawan Kalajdzic pada Februari lalu.

Gvozdyk juga menggambarkan sistem kerja di Zuffa jauh lebih kaku dibandingkan model promotor tinju pada umumnya. Ia menyebut para petinju terikat aturan ketat mengenai perlengkapan bertanding, bahkan hingga warna celana dalam dan kaos kaki, yang ia ibaratkan seperti hidup di barak militer.

“Bersama Zuffa, rasanya seperti berada di barak,”  ungkapnya.

Meski begitu, ia tidak bermaksud mengkritik keseluruhan sistem tersebut. Gvozdyk mengakui bahwa format yang ketat ini juga menghilangkan pusingnya urusan birokrasi, karena petinju tidak perlu repot memikirkan sendiri detail seremoni masuk ring dan presentasi acara.

Hal ini sejalan dengan visi yang sering digaungkan bos UFC, Dana White, yang menginginkan produksi ajang yang lebih bersih, penentuan lawan yang lebih kompetitif, serta mengurangi kekacauan sabuk juara dari berbagai federasi yang selama ini menggerogoti olahraga tinju.

Sisi canggung dari sistem ini adalah nasib yang menimpa nama-nama veteran ketika mereka kalah dalam laga yang sebenarnya menarik.

Zuffa Boxing selama ini menjual konsep olahraga yang lebih lugas dan berfokus pada sisi kompetisi murni, tetapi pemecatan Gvozdyk menunjukkan bahwa di balik kemegahan itu, tetap ada sisi bisnis yang dingin dan tanpa kompromi.

Perusahaan yang sama yang gencar mendorong ambisi juara dunia bagi petinju seperti Jai Opetaia, bisa dengan sangat cepat membuang veteran yang dianggap tak lagi masuk dalam rencana jangka panjang mereka.

Bagi Gvozdyk, langkah selanjutnya kini masih samar. Di usia 39 tahun dengan tiga kekalahan dari Beterbiev, Benavidez, dan Kalajdzic, ia tak akan lagi mendapatkan jalan yang mudah.

Jika ia memilih bertarung lagi, itu kemungkinan besar karena ada promotor lain yang masih melihat nilai jual dari nama besarnya, pengalamannya, serta fakta bahwa walau kalah, The Nail (julukan Gvozdyk) masih sanggup membuat lawannya mandi keringat.***

Bentrok Dua Raja Hiburan, Rolando Romero dan Teofimo Lopez Jr Siap Guncang T-Mobile Arena

0

NEWSATU.COM – Juara Dunia Kelas Welter WBA, Rolando ‘Rolly’ Romero, kini tengah untuk pertarungan mempertahankan gelarnya melawan mantan juara dunia di dua kelas, Teofimo Lopez Jr.

Ia mengungkapkan betapa krusialnya pertarungan perebutan gelar dunia yang akan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus tersebut, sebagai partai utama ajang PBC Pay-Per-View (tersedia di DAZN dan Prime Video) dari T-Mobile Arena, Las Vegas.

Meski Romero mengakui hubungan persahabatannya dengan Lopez—termasuk kenangan beberapa kali menjadi lawan sparring—ia menegaskan bahwa keakraban itu tak akan memengaruhi hasil saat mereka beradu jotos di bawah sorotan lampu arena.

“Ya, kami berteman dan saling mengenal keluarga masing-masing, tetapi semua itu tidak ada artinya pada 22 Agustus nanti,” ujar Romero. “Saya ingin menjadi anggota Hall of Fame, begitu juga Teofimo. Satu-satunya cara untuk mencapai itu adalah dengan saling mengalahkanm” ungkapnya, dilansir fightnews.com.

“Itulah yang salah dengan dunia tinju saat ini. Semua orang ingin berteman, tapi takut bertarung satu sama lain dan malah lupa alasan awal kita terjun ke olahraga ini. Alasan kita di sini adalah untuk menjadi legenda dan salah satu yang terbaik di generasi kita.”

Petinju asli Las Vegas ini telah mengukir prestasi dan merebut gelar di kelas ringan, ringan super, dan welter, mencapai puncak olahraga ini hanya dalam 15 pertarungan profesional saat menantang superstar kelas ringan, Gervonta Davis, dalam laga super fight tahun 2022.

Meski harus menelan kekalahan dari Davis, petinju berusia 30 tahun tersebut terus menambah koleksi prestasinya dengan menjadi juara dunia kelas ringan super usai menang TKO ronde kesembilan atas Ismael Barroso pada 2023.

Setelah kehilangan gelar dari superstar Meksiko, Isaac Cruz pada 2024, ia bangkit ke jalur kemenangan di tahun yang sama saat menghadapi Manuel Jaimes, sebelum akhirnya naik ke kelas kelas welter.

Kembali dihadapkan dengan sesama bintang di generasinya, Romero menciptakan kejutan besar dengan menjatuhkan Ryan Garcia di ronde kedua dalam perjalanannya meraih kemenangan angka mutlak sekaligus mengamankan sabuk WBA.

Menjelang pertarungan penentu kariernya ini, Romero memberikan kredit besar kepada pelatihnya, Ismael Salas yang legendaris, yang merancang strategi bertarung untuk meredam total ledakan pukulan mematikan milik Garcia.

“Bagi saya, Salas adalah pelatih terbaik sepanjang masa,” tutur Romero, yang telah didampingi Salas di sudut ring dalam tiga pertarungan terakhirnya.

“Siapa pelatih yang pernah memenangkan gelar dunia dengan petinju lebih banyak dari Salas? Dia tidak pernah mendapatkan penghargaan yang layak saat orang-orang membicarakan Trainer of the Year.”

“Kami selalu memiliki kemistri yang sangat cocok, seperti roti dengan selai. Salas tahu persis cara melatih saya dan apa yang perlu kami asah untuk meraih kemenangan. Pada 22 Agustus, kami akan membuktikan kepada semua orang mengapa tidak ada yang boleh meragukan kami lagi.”

Di kubu lawan, Lopez menyuguhkan pengalaman tanding yang tak kalah mentereng dalam laga-laga besar.

Ia pernah terlibat duel krusial melawan Shakur Stevenson, Vasily Lomachenko, dan Josh Taylor sepanjang kiprahnya di kelas ringan dan ringan super. Dengan silsilah bertarung tingkat tinggi serta gaya bertanding yang disukai penonton dari kedua belah pihak, Romero yakin 22 Agustus akan menjadi malam yang tak terlupakan bagi era tinju saat ini.

“Ini akan menjadi pertarungan yang penuh aksi dan berkelas Fight of the Year,” tegas Romero.

“Saya dan Teo selalu menyajikan pertarungan yang menghibur. Kami adalah petinju paling menghibur di dunia, dan pastinya promotor mandiri terbaik di dunia. Tidak ada yang bisa menyebut kami petinju lari-lari atau membosankan seperti beberapa petinju lain yang selalu kalian puji-puji itu.”

“Kami tidak lari, kami suka memukul. Dan itulah yang bisa kalian harapkan pada 22 Agustus: pertarungan terbesar tahun ini dari petinju paling menghibur di jagat raya.”***