Sabtu, Agustus 29, 2026
Beranda blog Halaman 242

Jemaah Kota Denpasar Antusias Ikut Manasik Haji on the Road

0

DENPASAR, newsatu.com — Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Denpasar, Bali, kembali melaksanakan program Manasik Haji On The Road (MHotR).

Ini merupakan turunan dari Program Mahabah yaitu Manasik Haji Bali Sepanjang Hayat yang memiliki lima program turunan yaitu Manasik Centre, Manasik Swkarsa, Manasik Online, Manasik on Call dan Manasik on the Road.

Kepala Seksi PHU Kementerian Agama Kota Denpasar Suraji berharap MHotR  ini bisa dilakukan kapanpun, di manapun dan dalam kesempatan apapun. Menurutnya ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Kemenag Kota Denpasar bagi jemaah hajinya.

“Ini merupakan pertemuan rutin mingguan karena jumlah jemaah haji Denpasar itu hampir 300, 40 persennya dari jumlah jemaah Prov Bali,” kata Suraji saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (10/12/2021).

Silaturahim sambil berolahraga itu digelar dengan mengenakan baju olah raga.

Pada kegiatan MHotR ini hadir juga sejumlah petugas kesehatan yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Selain mendapatkan ilmu manasik haji dan informasi terkini soal penyelenggaraan haji dan umrah, peserta juga diberikan ilmu menjaga kesehatan diri seperti senam bersama, jalan pagi hingga melakukan pengukuran tekanan darah dan pengenalan aplikasi Sipgar (aplikasi pencatatan pemeriksaan kondisi fisik seseorang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu menggunakan metode Rockport).

Acara dimulai pukul 07.00 WIT di lapangan Renon Kota Denpasar, diawali dengan olahraga jalan santai, senam, penyampaian informasi terkini haji.

“Kami juga menyampaikan sedikit tentang manasik ibadah haji dan kami juga mengajak petugas kesehatan dari TKHI dengan memperkenalkan aplikasi Sipgar untuk kesehatan jemaah,” terang Suraji.

Tidak kurang setiap pekannya 60-70 jemaah haji antusias mengikuti MHotR yang ditempatkan di lapangan yang berhadapan dengan Kantor Gubernur Bali ini.

“Karena sifatnya nonformal jadi kami  tidak mengharuskan setiap jemaah ikut. Dari jumlah jemaah Denpasar yang berjumlah 280-an yang aktif hanya 60-70 jemaah, jadi setiap Jumat kami  buat undangan di grup. Peserta kami  fokuskan kepada jemaah yang akan berangkat,” tutur Suraji.

Indonesia Gelar Promosi Ekonomi, Budaya & Kuliner Indonesia di Pattani, Thailand Selatan

0

JAKARTA, newsatu.com — Dalam rangka mempromosikan produk, budaya dan kuliner Indonesia, Konsulat RI Songkhla  menyelenggarakan kegiatan diplomasi ekonomi, budaya dan kuliner Indonesia di Pattani, Sabtu (11/12)

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan lebih luas berbagai  produk, keanekaragaman seni budaya dan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat Thailand Selatan, khususnya Propinsi Pattani dan sekitarnya.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari ketua Persatuan Alumni Pelajar Indonesia Thailand (Persait) dan dibuka oleh Acting Kepala Perwakilan RI di Songkhla.

Acara  menampilkan peragaan busana  Nusantara oleh staf KRI Songkhla dan Dharma Wanita Persatuan KRI Songkhla, dimeriahkan dengan pentas tari (tari Gebyar Barong, tari Puspa Wresti dan tari Piring) yang dibawakan oleh 4 mahasiswa alumni program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

Selain itu, acara promosi tersebut diselingi  tayangan video destinasi wisata Indonesia dan dilengkapi dengan berbagai hidangan khas Indonesia, berupa bakso, gado-gado lontong, tahu isi, perkedel jagung dan kolak pisang.

Bersamaan dengan penampilan seni budaya, dibuka pula beberapa stand yang memamerkan produk Indonesia, antara lain aneka batik, produk herbal dan tempe khas Indonesia.

Sambutan atas kegiatan tersebut terlihat dari antusiasme para pengunjung yang datang dari berbagai penjuru wilayah Pattani  dan sekitarnya yang secara budaya mempunyai hubungan erat dengan Indonesia sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit.

Diharapkan kegiatan promosi ini dapat menggugah dan meningkatkan ketertarikan masyarakat setempat terhadap kekayaan produk, budaya dan kuliner Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan Indonesia ke Thailand Selatan serta meningkatkan  kunjungan wisatawan Thailand Selatan ke Indonesia.

Rumah Tahfizh Al-Jihadi Kampung Perigi, Dibangun atas Usul Ibu-Ibu

0

JAKARTA, newsatu.com – Sejumlah pekerjaan besar banyak diawali dengan obrolan ringan seperti juga pada pendirian Rumah Tahfizh Al-Jihadi Kampung Perigi, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

“Rumah Tahfizh Al-Jihadi malah diawali dengan obrolan ibu-ibu tadarus Al-Qur’an Yayasan Al-Jihadi pimpinan Ibu Harsanti,” kata Ustadz Drs H Soparman Syaroni, Ketua Yayasan Al-Jihadi sekaligus Guru Majelis Taklim dan Tadarus Al-Jihadi, kepada difanews.com, Sabtu (11/12).

Ibu-ibu yang secara rutin hadir di pengajian tadarus Al-Qur’an dan Majelis Taklim awalnya terinspirasi setelah melihat ada sebuah rumah yang akan dijual. Letaknya berderetan dengan lokasi Yayasan Al-Jihadi.

Maka, suatu hari pada 2016, Uun Tarjuni, salah satu anggota pengajian tadarus dan majelis taklim, menyampaikan ide pendirian itu kepada Ustadz Soparman dengan cara membeli rumah yang akan dijual itu untuk pembangunan Rumah Tahfizh.

Tak cuma menyampaikan gagasan, Uun juga memberikan dana awal.

Menurut Ustadz Soparman, ada sekitar 80-an ibu-ibu anggota pengajian dan majelis taklim di bawah bimbingannya. Mereka terdiri atas ibu-ibu yang pernah mengikuti umrah bersama biro perjalanan haji dan umrah Arafah Tour.

Setuju dengan usulan itu, Ustadz Soparman sebagai Ketua Yayasan Al-Jihadi pun membentuk tim. Drs. H. Sudarno mendapatkan tugas sebagai Ketua Pembangunan, sementara Ust Muhammad Dzul Ikrom, sarjana lulusan Al-Azhar Mesir yang juga anak sulungnya ditugaskan mempersiapkan pengajaran sekaligus sebagai Kepala Tahfizh.

Drs H. Soparman Syaroni (kanan) & Drs H. Sudharno.

Menurut Sudharno, upaya pembelian lahan di sebelah Yayasan Al-Jihadi berjalan cukup alot. Namun, berkat negosiasi berulang-ulang, harga tanah dan bangunan seluas 220 m2 yang semula dipatok Rp3 miliar itu akhirnya bisa diambil alih dengan Rp1,4 miliar.

“Ya, kami bayar secara cicilan sebanyak Rp1,3 miliar karena yang Rp100 juta sebagai infaq pemilik lahan,” terang Sudharno.

Peletakan batu pertama pembangunan dilaksanakan, Ahad 29 November 2010. Dengan pelaksana PT MJMS pimpinan Haji M Syukri, yang kebetulan ayah dari Alifah, teman  Ustadz H Ahmad Zul Jalal Lc (alumni Universitas Islam Madinah ) yang juga salah seorang pendidik Rumah Tahfizh dan kebetulan adik dari Ustadz Dzul Ikram.

Dengan modal persahabatan itu, pembangunan berjalan lancar dengan 13 tukang setiap hari. Tanpa menghiraukan berapa pun dana yang ada, PT MJMS berjanji akan menyelasaikan sampai tuntas.

Adapun gambar bangunan hasil karya H Saptono, yang juga tanpa imbalan sama sekali.

Ditambahkan Sudharno, pembangunan Rumah Tahfiz dengan 3,5 lantai itu saat ini sudah berjalan 80 persen dengan total biaya, termasuk pembelian lahan, Rp3,3 miliar. “Dana kami peroleh dari donatur perseorangan. Mulai dari yang menyumbang Rp50 ribu sampai Rp300-an juta,” ujarnya.

Ustadz Soparman yang juga guru tahsin Al-Qur’an di Masjid Jami Al-Abror Kampung Perigi Tanah Kusir, mengaku sangat bersyukur karena ada orang-orang seperti Ny. Fui Leman (Ibu Fifi), H. Dadong, H Iwa Kartiwa, Harsanti, Supriadi, dan banyak lagi, yang tak sungkan menggelontorkan dana ratusan juta untuk mendanai pendirian Rumah Tahfidz Al-Jihadi Kampung Perigi Tanah Kusir ini.

Sementara itu, Ust Dzul Ikrom mengatakan, Rumah Tahfizh ini kemungkinan mulai menerima santri pada pertengahan 2022.

Adapun syarat penerimaan santri adalah:
1. Lulus SD/Madrasah, lancar baca Qur’an dan bersedia menunda masuk SMP selama setahun;
2. Lulus SMP/Sederajat, lancar baca Qur’an dan bersedia menunda masuk SMA selama setahun;
3. Lulus SMA/Sederajat, lancar baca Qur’an dan bersedia menunda melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi selama setahun;
4. Masyarakat Umum, lancar baca Qur’an dan bersedia menunda bekerja atau kegiatan lain selama setahun.

Tahap awal, Rumah Tahfizh Al-Jihadi menerima maksimal 40 santri khusus laki-laki. Rumah Tahfizh untuk santri wanita baru masuk dalam perencanaan Yayasan.

Selama nyantri, semua kebutuhan makan ditanggung Yayasan. Namun, mereka dibebani target hafalan. Jika dalam tes uji hafalan gagal, mereka diwajibkan membayar semua biaya akomodasi selama nyantri.

“Kalau lulus tes hafalan, mereka dibebaskan dari biaya apapun sampai lulus hafal Qur’an,” tambah Ustadz Dzul Ikrom yang juga mengajar Hadits setiap Kamis malam di Masjid Jami Al-Abror.

Menurut Ustadz Soparman, dalam setahun setiap siswa ditargetkan hafal 20 juz Al-Qur’an. “Tapi, kalau mereka cerdas, dalam setahun bisa hafal 30 juz,” ujarnya.

“Kami prioritaskan untuk warga Kampung Perigi, Tanah Kusir, untuk masuk dan dididik menjadi hafizh Qur’an di sini,” kata Ustadz Soparman lagi. “Tapi, tentu kami buka untuk siapa saja yang mau, dari mana saja.”

ObraS KaIN: Orangtua Harus Bijak Menyikapi Dampak Positif & Negatif Era Digital

0

JAKARTA, newsatu.com – Era digital dan kemajuan teknologi memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat dengan berbagai manfaatnya. Di sisi lain, kemajuan ini juga memiliki dampak negatif bila masyarakat tidak mampu mempelajarinya dengan baik.

Demikian disampaikan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang juga Ketua Bidang III Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Tri Tito Karnavian saat membuka Obrolan Santai Kader Inspiratif (ObraS KaIN) PKK edisi ke-17 secara virtual, Kamis (9/12/2021).

Kegiatan bertajuk ‘Orangtua Membangun Keluarga Tangguh Digital’ ini merupakan edisi spesial ObraS KaIN PKK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim Bersama Ketua Bidang III OASE Kabinet Indonesia Maju serta TP PKK.

Tri menegaskan, orangtua perlu membangun sikap bijak dan terbuka agar mampu memahami perkembangan digitalisasi. Dengan begitu, orangtua dapat membangun keluarga yang lebih tangguh dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara baik.

Menurutnya, era digital pada dasarnya merupakan sebuah tanda kemajuan teknologi informasi yang pasti terjadi dan dialami masyarakat. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, banyak aktivitas masyarakat yang terbantu dengan kehadiran teknologi digital.

“Proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, tidak terhalang pandemi Covid-19, karena semuanya bisa dilangsungkan secara virtual. Demikian juga kegiatan perkantoran, pertemuan-pertemuan, rapat-rapat, dan sejenisnya, malah lebih intens dilakukan dengan media virtual. Ini semua merupakan sebuah pembelajaran sosial bagi kita semua, bahkan masyarakat dunia,” ujar Tri.

Tri menambahkan, kondisi ini membuat cara pembelajaran di bidang sosial menjadi berubah. Hal ini berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat, meski tak sedikit yang memunculkan dampak negatif.

“Sistem relasi kita sebagai keluarga, juga ikut terpengaruh. Kehangatan hubungan antaranggota keluarga seakan terabaikan, karena semuanya cukup dikomunikasikan melalui gawai kita masing-masing,” katanya.

Tri menekankan, agar kondisi ini tidak dianggap sepele oleh masyarakat. Proses penyadaran diri maupun antaranggota keluarga terhadap kondisi ini, harus sedini mungkin dilakukan. “Kita harus mampu mengembalikan ruh kehangatan komunikasi di dalam keluarga agar komunikasi yang terbangun dalam lingkup sosial yang lebih luas, juga tetap terjaga secara harmonis,” harap Tri.

Sementara itu, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, tantangan dalam membina keluarga sangat beragam, apalagi dalam bidang teknologi. Senada dengan Tri, menurut mantan CEO Gojek tersebut, teknologi tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua dalam mendidik anaknya di tengah arus perkembangan teknologi.

“Kecanduaan dalam teknologi pada anak harus disikapi serius oleh para orangtua dan memberikan pemahaman tentang pentingnya literasi digital menjadi hal yang harus dilakukan,” ujar Nadiem.

Literasi digital, kata Nadiem, merupakan hal yang penting bagi perkembangan anak. Kemampuan bernalar kritis bisa menjadi tameng dalam menghadapi banyaknya informasi yang ada di dunia digital.

“Ketika anak mampu berpikir kritis maka pemanfaatan teknologi menjadi hal yang positif dalam menerima informasi yang ada dan membuat merdeka belajar pada anak menjadi kenyataan,” tandas Nadiem.

Di lain pihak, Praktisi Psikologi kesehatan dan keluarga Monica Kumalasari yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan itu menjelaskan, budaya bermedia digital harus diiringi dengan penguatan karakter individu.

“Selain itu harus ada etis bermedia digital agar paham menerapkan etika di ruang digital saat berkomunikasi secara one to one atau one to many,” terangnya.

Co & Cho 2021, Ajang Pembuktian Kualitas Kopi & Cokelat Indonesia

0

RIYADH, newsatu.com — Para pecinta kopi di Arab Saudi sejatinya telah mengenal reputasi kopi Indonesia, mulai dari Kopi Gayo, Toraja, Lampung, Kintamani, Ijen, Temanggung, Bajawa dan lain-lain.

Aroma dan rasa khas kopi Indonesia telah merambah berbagai pasar internasional dalam beberapa dekade terakhir. Hal yang sama berlaku pula untuk produk-produk cokelat dari Indonesia.

Untuk semakin memperkuat penetrasi pasar kopi dan cokelat di Arab Saudi, KBRI Riyadh bekerja sama dengan KJRI Jeddah dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah mengikuti ‘International Coffee & Chocolate Exhibition 2021’ (Co & Cho 2021), sebuah ajang pameran kopi dan cokelat yang berlangsung di Riyadh Convention and Exhibition Center, 8 – 12 Desember 2021.

Pameran Co & Cho 2021 yang berlangsung selama 5 hari ini merupakan pameran kopi dan cokelat terbesar di Timur Tengah diikuti lebih dari 300 peserta baik lokal maupun internasional dari 40 negara.

Indonesia diwakili oleh beberapa produk yang telah memiliki pasar di Arab Saudi seperti Torabika Cappucino, Coffee Joy Biscuit, Good day Coffee, Kopi Kapal Api, Kapal Api Cappucino, Caffino, Tango Wafer Chocolate & Vanila, dan Deka Wafer Roll.

Paviliun Indonesia Juga menampilkan produk bijih kopi Green Bean Arabica dan Robusta.

Konjen RI Jeddah menyatakan, keikutsertaan Indonesia pada pameran ini membuktikan Indonesia sangat serius mendukung upaya pemasaran sekaligus terus memperkuat branding kopi dan cokelat Indonesia di dunia internasional, khususnya di Arab Saudi.

Ini Alasan Kemenag Tutup Izin Operasional Pesantren Manarul Huda Bandung

0

JAKARTA, newsatu.com — Kementerian Agama mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung. Tindakan tegas ini diambil karena pemimpinnya yang berinisial HW diduga melakukan tindakan memalukan berupa pemerkosaan terhadap sejumlah santri.

Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga diasuh HW ditutup. Lembaga ini juga belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan, pemerkosaan adalah tindakan kriminal. Kemenag mendukung langkah hukum yang telah diambil kepolisian. Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini.

“Kami telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,” kata Dirjen Pendis di Jakarta, Jumat (10/12).

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono mengungkapkan, pihaknya sejak awal telah mengawal kasus ini,  berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat.

Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan pendidikan. Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Kadin Indonesia & Asproksi Siap Jadikan FastMed Mitra Klinik Kesehatan

0

JAKARTA, newsatu.com — Kamar Dagang Indonesia (Kadin Indonesia) dan Asproksi siap berkolaborasi dengan Klinik FasMed dalam memberikan pelayanan yang prima bagi siapa pun yang membutuhkan.

“FastMed bisa membuka Gerai Klinik di Kadin Indonesia untuk pelayanan kesehatan dan kami mengucapkan selamat kepada Fast Medika Center atas berdirinya Klinik FastMed yang baru,” kata Dian Prasetyo SH, Waketum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan dalam peluncuran Klinik FastMed di ITC Mangga Dua, Jakarta Pusat, Rabu (8/12).

Dukungan yang sama juga datang dari DPP Asproksi (Asosiasi Produk Kesehatan Indonesia Standar Internasional)sebagaimana dikatakan Sekjen Dr Fazhra Fawwaz Al Firman, SH, MM.

Dian Prasetio, Waketum Kadin Indonesia bidang Perdagangan.

“Klinik FastMed memiliki standar pelayanan prima, karena itu Asproksi tak ragu bekerja sama dengan FastMed dalam pelayanan kesehatan tersebut,” kata Dr Fazhra.

“Semoga FastMed terus sukses menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19.”

Pelayanan yang sangat baik, cepat, tepat, dan akurat menjadi visi dan misi Fast Medika Center yang sudah terbukti. Dengan demikian Klinik FastMed percaya diri dalam melakukan penanganan kesehatan yang berkualitas.

Fast Medika Center Luncurkan Klinik FastMed di Mangga Dua

0

Jakarta, newsatu.com — Dengan target memberikan pelayanan kesehatan terbaik di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Fast Medika Center meluncurkan Klinik FastMed di kawasan bisnis ITC Mangga Dua, Jakarta, Pusat, Rabu (8/12).

“Fastmed hadir di tengah masyarakat merupakan wujud dari kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. FastMed berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan prima dan berkualitas sekaligus manusiawi,” kata Indah Mayliana, Chief Marketing Officer Indah Mayliana.

Dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan memuaskan, menurut Indah, FastMed mengedepankan nilai disiplin, tanggung jawab, jujur, kerja sama, ramah. Semuanya diungkus dalam bingkai pelayanan yang bermutu sehingga member kepuasan pelanggan.

Peluncuran Klinik FastMed ini dihadiri antara lainPenanggung Jawab klinik dr. Richard, CEO Radius, CFO (Chief Financial Officer) Suwarni, dan CMO (Chief Marketing Officer) Indah Mayliana, Waketum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Dian Prasetio, S.H., Sekretaris Jenderal Asproksi Pusat Dr. Fazhra Fawwaz Al Firman, S.H., M.M.

Hadir juga Asproksi DPW DKI Jakarta, Perwakilan Puskesmas Pademangan Jakarta dr. Octo, Mandiri In Health, Mitra Kerja Asuransi, E Commerce dan para tamu undangan lainnya.

Ditambah Indah, Klinik FastMed memberikan layanan-layanan Rawat Jalan, Poli Dental, Optik, Apotek, Home Service, Laboratorium, Radiologi, Medical Check Up, Teleconsult dan Telemedicine, In House Clinic, Medical Evakuasi, dan Medical Tourism.

49% Rakyat Indonesia Sudah Mendapatkan Vaksin Lengkap

0

JAKARTA, newsatu.com — Hingga Selasa (7/12), sudah lebih dari 100 juta warga Indonesia mendapatkan dosis lengkap atau 2 dosis vaksinasi Covid-19. Berdasarkan data pukul 18.00 WIB sebanyak 100.033.810 orang telah menerima vaksinasi dosis 1 dan dosis 2.

Artinya, sudah 49% dari total sasaran 208,2 juta orang yang harus divaksinasi Covid-19. Selain itu, berdasarkan rangkuman dari Our World in Data pada 6 Desember 2021 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat 5 negara dengan jumlah terbanyak vaksinasi Covid-19 dosis lengkap setelah Cina, India, Amerika Serikat, dan Brasil.

Kemenkes menargetkan vaksinasi lengkap untuk 208,2 juta warga akan dicapai pada Maret atau April tahun depan.

Sedangkan untuk penyuntikan dosis pertama sudah mencakup lebih dari 143 juta warga atau 70% dari target 208,2 juta yang harus dicapai di akhir Januari tahun depan.

Vaksinasi dosis lengkap menjadi syarat perjalanan dari dan ke Indonesia. Indonesia termasuk negara dengan kategori Level 1 yang merupakan kategori rendah. Pelaku perjalalanan yang ingin berkunjung ke Indonesia direkomendasikan tetap harus sudah divaksinasi dosis lengkap sebelum bepergian.

Capaian vaksinasi tersebut dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong dengan semua pihak tertutama TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN, organisasi keagamaan dan sosial, dan pihak swasta yang turut membantu.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kemenkes terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat.

Selain membuka vaksinasi massal, Kemenkes juga mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP.

”Vaksinasi menjadi salah satu upaya penting dalam mengurangi laju penyebaran virus sehingga mengurangi lonjakan kasus dan membawa kita keluar dari pandemi. Capaian vaksinasi kita tak lepas dari modal sosial masyarakat Indonesia yang tinggi dengan saling bahu-membahu berpartisipasi dalam menyelenggarakan kegiatan vaksinasi,” kata Menkes di Jakarta, Rabu (8/12).

Pemerintah juga terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi sesuai dengan stok vaksin yang ada.

Seluruh masyarakat Indonesia diminta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan tidak memilih-milih vaksin karena semua jenis vaksin manfaatnya sama. Dengan vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat akan semakin banyak dan semakin cepat masyarakat terlindungi dari Covid-19.

Menkeu Sri Mulyani: Korupsi Negatif bagi Rasa Keadilan Hingga Merusak Perekonomian

0

JAKARTA, newsatu.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, korupsi akan menurunkan kinerja ekonomi dan sistem demokrasi suatu negara sehingga harus dicegah melalui penguatan fondasi integritas dengan pembangunan sistem, budaya, dan perilaku.

“Ini suatu penyakit yang ada dan bisa menghinggapi serta menggerus fondasi suatu masyarakat dan negara. Jadi bahayanya sudah sangat nyata,” ujar Menkeu secara daring dalam Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Kementerian Keuangan 2021, Rabu (8/12).

Menkeu menyebut korupsi berdampak negatif terhadap rasa keadilan dan kesetaraan sosial, standar moral, serta intelektual masyarakat, hingga merusak perekonomian suatu bangsa. Korupsi dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sehingga dapat menyebabkan gejolak politik, sosial, hingga ekonomi.

Dari sisi makro, korupsi yang merajalela menyebabkan ketidakmerataan dan kemiskinan yang terus menerus. Masyarakat akan merasakan ketidakmerataan penghasilan dan jumlah kemiskinan semakin besar, serta adanya perbedaan penghasilan antara satu kelompok orang yang melakukan korupsi dengan mereka yang tidak korupsi semakin besar.

“Bagaimana negara yang tidak bisa mengatasi korupsi meskipun mereka memiliki natural resources, maka banyak masyarakatnya yang kelaparan, yang tidak bisa mendapatkan pendidikan, bahkan untuk mendapatkan air bersih pun tidak diperoleh,” kata Menkeu.

Di sisi lain, korupsi juga akan berdampak pada ketiadaan kegiatan-kegiatan produktif dalam bentuk investasi. Korupsi mengurangi dana yang tersedia untuk investasi, memperkecil kesempatan kerja yang dapat disediakan, dan menimbulkan pengangguran yang tinggi sehingga menyebabkan tingginya angka kemiskinan.

“Karena siapa pun yang memiliki kapital, ia akan berpikir 1000 kali apakah ia bisa melakukan kegiatan produktif tanpa menjadi korban dari korupsi yang merajalela,” ujar Menkeu.

Menkeu menggarisbawahi bahwa korupsi menyebabkan terjadinya ketidakpastian pelaksanaan program bidang ekonomi sehingga tidak tersedia untuk kegiatan pembangunan ekonomi. Di sisi lain, kebiasaan korupsi dapat menimbulkan pemerintahan yang tidak transparan karena orang membeli, membagi jabatan, dan promosi seseorang dalam jabatan melalui tindakan korupsi, baik suap maupun gratifikasi.

Pemberantasan korupsi butuh peran aktif seluruh lapisan bangsa serta konsisten agar penanganannya dapat berjalan tepat, efektif, dan efisien.

Untuk mendukung terciptanya budaya birokrasi tanpa korupsi menuju Indonesia Tangguh dan Tumbuh, Menkeu berkomitmen untuk bekerja bersama dengan seluruh pihak untuk memperkuat budaya antikorupsi.

“Jadi kerja sama yang sangat erat dan sinergis dengan seluruh Kementerian Lembaga menjadi sangat penting. Saya berharap untuk Kementerian Keuangan juga terus menerjemahkan strategi nasional pencegahan korupsi untuk bisa menjadi suatu tidak hanya strategi, tapi aksi sehari-hari,” tandas Menkeu.