NEWSATU.COM — Tepat genap satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani, posisi Purbaya Yudhi Sadewa resmi berganti. Purbaya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh sang wakil, Suahasil Nazara, pada Senin (14/9).
Masa jabatan Purbaya yang tergolong singkat ini mengingatkan orang pada sederet kebijakan dan pernyataan berani yang kerap menjadi perbincangan hangat publik. Sejak awal dilantik pada September 2025, Purbaya tidak lepas dari kritikan, namun ia selalu santai menanggapi suara sumbang terhadap kinerjanya.
Gaya Komunikasi Ceplas-ceplos Ala ‘Koboi’
Sejak kali pertama menduduki kursi Menkeu pada September 2025, Purbaya dikenal dengan gaya bicara blak-blakan. Pernyataan-pernyataannya terkait kondisi ekonomi nasional tak jarang memicu perdebatan.
Gaya komunikasinya dinilai bertolak belakang dengan pendahulunya, Sri Mulyani, yang cenderung formal dan berhati-hati dalam menyampaikan kebijakan fiskal. Purbaya sendiri mengakui gaya bicaranya mirip seorang ‘koboi’, meski ia menegaskan bahwa setiap langkahnya tetap terhitung secara matang.
“Jadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan, sembarangan, tapi enggak,” ujar Purbaya pada 29 September 2025. “Kita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak.”
Gebrakan Suntikan Dana Rp200 Triliun ke Himbara
Salah satu langkah paling berani yang diambil Purbaya adalah menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara). Langkah ini bertujuan memperkuat likuiditas perbankan sekaligus menggenjot penyaluran kredit ke sektor produktif.
“Bukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun sebetulnya untuk membangun ekspektasi ekonomi yang positif,” tegas Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada 28 Oktober 2025.
Kebijakan tersebut menyedot perhatian publik karena melibatkan dana negara dalam jumlah sangat besar. Purbaya pun memberi syarat ketat agar bank penerima tidak menyalurkan dana tersebut ke kelompok konglomerat atau menggunakannya untuk membeli dolar yang bisa memperlemah nilai tukar rupiah.
Polemik Setoran Rp120 Triliun Danantara
Menjelang akhir masa jabatannya, Purbaya kembali memicu kontroversi terkait pernyataannya mengenai target setoran Danantara sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.
“Ah, dia katanya bilang, saya (Danantara) enggak tahu,” tutur Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada 3 September 2026.
Pernyataan ini berujung polemik setelah pihak pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan nilai setoran tersebut. Hingga momen pergantian kursi Menkeu, isu ini menjadi salah satu topik panas yang mewarnai akhir masa jabatan Purbaya.***








