RANCABUNGUR, NEWSATU – Sejumlah kebijakan Kepala SMPN 1 Rancabungur menjadi sorotan para alumni. Mereka menilai berbagai polemik yang mencuat belakangan ini telah menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa, peserta didik, hingga masyarakat sekitar.
Sorotan tersebut disampaikan salah satu alumni, Mohamad Raka, yang mengaku prihatin melihat almamaternya ramai diperbincangkan karena berbagai isu kontroversial.
Menurut Raka, SMPN 1 Rancabungur selama ini dikenal sebagai sekolah yang memiliki reputasi baik dan telah melahirkan banyak prestasi. Para alumni, kata dia, juga turut berperan menjaga nama baik sekolah melalui berbagai kegiatan positif.
“Dulu kami bersama-sama membawa nama baik sekolah, ikut mengharumkan SMPN 1 Rancabungur lewat prestasi dan kegiatan positif,” ujarnya.
Raka menuturkan, ikatan alumni tetap terjalin kuat meski telah lama lulus. Kegiatan sosial seperti bakti sosial Ramadan dan turnamen futsal antarangkatan rutin digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus menjaga hubungan dengan sekolah.
Namun belakangan, sejumlah kebijakan sekolah di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Siti Khodijah menuai perhatian. Mulai dari sumbangan pembangunan masjid, penataan lapangan sekolah, proses penerimaan siswa baru, hingga polemik study tour ke Bandung yang menjadi perbincangan publik.
“Kami sebagai alumni sangat menyayangkan adanya kegaduhan yang terjadi dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa maupun peserta didik,” katanya.
Ia berharap pihak sekolah dapat lebih terbuka dalam berkomunikasi dan mempertimbangkan aspirasi berbagai pihak sebelum mengambil kebijakan.
Menurutnya, kritik yang disampaikan alumni merupakan wujud kepedulian agar SMPN 1 Rancabungur dapat kembali fokus pada pencapaian prestasi dan pembinaan siswa.
“Kami ingin SMPN 1 Rancabungur kembali dikenal karena prestasi dan kekompakannya, bukan karena polemik yang berkepanjangan,” tutupnya. (ril)







