Selasa, Januari 6, 2026

Sindiran Pandji Pragiwaksono ke Selera Politik Jabar Dijawab Santai Dedi Mulyadi

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Awal tahun 2026 diwarnai viralnya potongan video special show stand-up comedy Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menembakkan peluru komedinya tepat ke jantung selera politik warga Jawa Barat yang menurutnya terbilang “unik”.

Dengan gaya khas yang tepi jurang, Pandji menyentil kebiasaan warga Jawa Barat yang ia anggap kerap memilih pemimpin bermodal popularitas, tanpa terlalu mempersoalkan akhlak maupun kinerja. Lewat komedi, Pandji membedah sejarah kepemimpinan Jawa Barat yang menurutnya sarat figur selebritas.

Ia menyebut beberapa nama yang sudah akrab di dunia hiburan:
Deddy Mizwar, artis film Si Naga Bonar;
Dede Yusuf, aktor serial Catatan Si Boy;
hingga Dedi Mulyadi, gubernur Jawa Barat saat ini, yang disebut Pandji sebagai “artis Youtube”.

“Gue gak tau nih orang bisa kerja atau enggak… sekarang gubernurnya, Dedi Mulyadi, artis Youtube,” ujar Pandji di atas panggung.

Dedi Mulyadi Gak Baper

Alih-alih tersinggung, marah, atau melaporkan Pandji dengan pasal karet UU ITE, Dedi Mulyadi justru merespons dengan sangat santai. Lewat akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, pada Minggu (4/1/2026), Dedi bahkan memuji Pandji.

“Setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” kata Dedi. Ia menilai kritik Pandji sebagai vitamin demokrasi, bukan serangan personal.

Dedi juga menolak anggapan bahwa warga Jawa Barat “buta” memilih pemimpin hanya karena faktor artis. Ia menyebut fakta bahwa Deddy Mizwar dan Dede Yusuf pernah kalah dalam kontestasi politik, meski mengakui Dede Yusuf memiliki kapasitas dan kinerja yang baik selama menjadi anggota DPR RI.

Tantangan Tur Jawa Barat

Soal julukan “Gubernur Konten” atau “Artis YouTube”, Dedi sendiri tidak defensif. Ia justru melempar tantangan langsung kepada Pandji.

“Apakah saya hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, itu bisa dilihat dari hasilnya di lapangan,” tegas Dedi.
Ia bahkan mengajak Pandji berkeliling Jawa Barat, mengecek kondisi jalan provinsi hingga pembangunan kota dan kabupaten.

“Jangan cuma lihat Youtube saya, lihat aspal jalanan saya,” ucapnya.

Alih-alih berujung panas, perseteruan ini justru dinilai banyak pihak sebagai contoh dialog publik yang sehat. Pandji berhasil menyampaikan kritik tajam bahwa popularitas bukan jaminan kualitas, sementara Dedi Mulyadi menunjukkan cara merespons kritik dengan elegan dan terbuka.

Untuk sementara, publik menilai skor masih imbang. Tinggal menunggu satu hal, apakah Pandji akan menerima tantangan tur bareng Pak Gubernur Jawa Barat?

- Advertisement -spot_imgspot_img
Muhammad Panber
Muhammad Panber
Muhammad panber merupakan penulis berita di Newsatu.com yang fokus pada liputan isu hukum, peristiwa, dan dinamika sosial di Indonesia.
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini