Rabu, Januari 7, 2026

Viral Lagu yang Diduga Karya Kuburan Band Menyindir Slank Ternyata Hoaks

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Nama Kuburan Band, grup musik asal Bandung terkenal dengan wajah dilukis putih-hitam, tengah ramai diperbincangkan setelah sebuah soundtrack berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” viral di media sosial dan dikaitkan dengan mereka. Lagu tersebut ramai disebut sebagai sindiran terhadap band rock legendaris Slank setelah Slank merilis single kritik sosial mereka “Republik Fufufafa” di akhir 2025.

Namun, klarifikasi terbaru dari pihak Kuburan Band memastikan bahwa lagu viral tersebut bukan rilisan resmi mereka dan sama sekali tidak ditujukan sebagai respons atau sindiran terhadap Slank.

Vokalis Kuburan Band, Resa Rizkyan, meluruskan kabar simpang siur tersebut melalui unggahan di media sosialnya. Ia menegaskan bahwa “Tak Diberi Tulang Lagi” yang sedang beredar bukan dibuat atau dirilis oleh Kuburan Band. Lagu itu justru merupakan hasil kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mencatut nama band mereka.

“Boleh bantu viralkan lagu baru Kuburan yang berjudul Ajeng, bukan lagu yang viral di TikTok yang hoax, karena itu lagu AI,” ujar Resa melalui Instagram.

Penegasan ini sesuai dengan penelusuran di platform musik digital yang menunjukkan tidak ada lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” dalam katalog resmi Kuburan Band.

Fenomena ini bermula saat video dan klip lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” ramai beredar terutama di TikTok dan Instagram Reels, di mana beberapa kreator konten menautkan narasi bahwa lagu tersebut merupakan “jawaban tajam” terhadap Slank. Lagu ini justru menampilkan genre yang berbeda dari identitas musik Kuburan Band, yang dikenal dengan rock dan alternatif.

Sejumlah netizen bahkan memperdebatkan lirik yang muncul di klip-klip tersebut, mengaitkannya dengan kritik terhadap sebuah band yang lazim menyuarakan aspirasi sosial melalui lagu mereka.

Alih-alih membiarkan hoaks terus beredar, Kuburan Band justru mengajak penggemar untuk fokus pada karya mereka yang benar-benar resmi, yakni single berjudul “Ajeng” yang dirilis pada 2025, jauh sebelum polemik ini muncul.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa karya kami adalah yang asli, dan membedakan antara karya manusia dengan konten yang dibuat AI penting di era digital sekarang ini,” kata Resa.

Respons terhadap klarifikasi ini beragam, ada yang mendukung langkah Kuburan Band untuk meluruskan hoaks, sementara sebagian lainnya menyoroti bagaimana lagu AI semacam itu bisa memicu kebingungan bahkan di kalangan pencinta musik.

Isu ini sekaligus jadi pengingat kuat tentang pentingnya cek fakta sebelum percaya dan menyebarkan konten viral, terutama yang berkaitan dengan nama besar musisi atau band populer.

- Advertisement -spot_imgspot_img
Muhammad Panber
Muhammad Panber
Muhammad panber merupakan penulis berita di Newsatu.com yang fokus pada liputan isu hukum, peristiwa, dan dinamika sosial di Indonesia.
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini