Senin, Januari 30, 2023

Apa Pesan Menag Yaqut Saat Peringati Hari Santri di Korea Selatan?

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

SEOUL, newsatu.com – Peringatan Hari Santri tidak hanya dirayakan di Indonesia, tapi juga oleh para santri diaspora di Korea Selatan atau para santri yang mendapat bea siswa di Korea. Bahkan, perayaan tahun ini terasa berbeda karena kehadiran Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Khusus kepada para santri di Korsel, saya minta terus menjaga kedaulatan negara. Hargai perjuangan para kiai dan pejuang, termasuk muassis (pendiri) NU, yang telah berjuang mendirikan NKRI,” demikian pesan Menag Yaqut, di Seoul, Korea Selatan, Minggu (16/10).

Peringatan Hari Santri ini diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Korea Selatan. Hadir, para santri dan diaspora Indonesia yang ada di Korea Selatan.

BACA JUGA :   Presiden Joko Widodo Tegaskan Pandemi Covid-19 Belum Selesai

Ikut mendampingi Menag, Staf Khusus Wibowo Prasetyo dan Abdul Rochman, Dirjen Pendis Ali Ramdhani, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon Kartimi, Tenaga Ahli Menag Anna Hasbie, dan Kasubbag TU Ditjen Pendis Aziz Hakim. Hadir juga para atase KBRI Korea Selatan.

BACA JUGA :   Menparekraf Sandiaga Uno Resmikan Proyek Revitalisasi Galeri MURI di Jakarta

“Para muassis jami’iyah Nahdlatul Ulama, seperti Hadratus Syeikh Mbah KH Hasyim Asy’ari, Mbah KH Bisri Syansuri, Mbah KH Wahab Chasbullah, ikut berjuang memerdekaan Indonesia dan sepakat dengan NKRI. Mari kita jaga kedaulatan bangsa dan negara kita dengan menghargai perjuangan beliau, para kiai,” tegas Gus Men.

BACA JUGA :   Menparekraf Sandiaga Uno Resmikan Proyek Revitalisasi Galeri MURI di Jakarta

Dikatakan Menag, hidup di negeri orang harus memegang teguh peribahasa, ‘Di mana bumi dipijak di situ negeri dijunjung’. Artinya, setiap orang Indonesia atau pekerja Indonesia yang bekerja atau tinggal di negeri orang harus menjaga nama dan martabat bangsa dan negara.

 

“Waspadai setiap upaya yang menganggu citra baik Indonesia. Masih saja ada beberapa kelompok keagamaan yang meneriakkan narasi NKRI bersyariah, khilafah, dan sebagainya,” tambahnya.

BACA JUGA :   Kemendikbudristek Libatkan UMKM dan Satuan Pendidikan Berpartisipasi dalam Gernas BBI

Gus Men menegaskan bahwa bentuk negara Indonesia sudah final. Entitas ketatanegaraan yang bernama NKRI itu dibentuk atas dasar keberagamaan. Indonesia didirikan oleh beragam suku, agama, adat istiadat.

BACA JUGA :   LaNyalla: Tradisi Panjang Jimat di Cirebon Harus Dipertahankan

Menag meminta warga Indonesia, terutama yang berada di Korea Selatan, jangan pernah ikut gerakan atau narasi yang menginginkan Indonesia diubah menjadi negara agama.

Peringatan Hari Santri 2022 bertepatan momen Maulid Nabi Muhammad saw. Menag Yaqut mengajak para santri dan diaspora di Korsel untuk mencontoh akhlak dan perilaku Nabi Muhammad yang santun. Menurutnya, Nabi adalah sosok atau figur yang baik, selalu menjaga martabat dirinya dan kaumnya.

Sumber: kemenag.co.id

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here