NEWSATU.COM – Di tengah hiruk-pikuk layanan kunjungan khusus Hari Raya Imlek dan menjelang Ramadan, dua tersangka kakap kasus dugaan korupsi jual-beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dan PT Inti Alasindo Energi (IAE) dilaporkan tidak berada di sel mereka.
Eks Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, dan Komisaris Utama PT IAE, Arso Sadewo, kini tengah menjalani perawatan medis di luar rumah tahanan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi pada Selasa (17/2) bahwa kedua tersangka tersebut dilarikan ke dua rumah sakit berbeda. Hendi Prio Santoso dibawa ke RS Abdi Waluyo, sementara Arso Sadewo menjalani perawatan di RS Darmawangsa.
“Dari 41 tahanan pria di Rutan Cabang KPK Gedung C1, dua di antaranya sedang menjalani perawatan kesehatan,” jelas Budi.
Meski demikian, pihak KPK tidak merinci lebih jauh mengenai jenis penyakit atau sejak kapan kedua petinggi tersebut mulai dirawat.
Sebagai pengingat, Arso Sadewo telah ditahan sejak 21 Oktober 2025. Kasus ini juga menjerat tiga nama besar lainnya, yakni Iswan Ibrahim (Komisaris PT IAE), Danny Praditya (Eks Direktur Komersial PGN), dan Hendi Prio Santoso sendiri yang menjabat sebagai Dirut PGN periode 2009-2017.
Fasilitas Kunjungan Khusus di Hari Raya
Di sisi lain, suasana Rutan KPK tampak berbeda pada Selasa (17/2). Memanfaatkan momentum Imlek dan menyambut Ramadan, KPK membuka pintu bagi keluarga tahanan untuk berkunjung. Layanan ini dibuka selama dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, sebagai bentuk pemenuhan hak dasar para tahanan.
Budi Prasetyo menekankan bahwa kebijakan ini adalah langkah institusi untuk menghormati kemanusiaan.
“Fasilitasi kunjungan ini adalah bentuk pemenuhan hak-hak dasar tahanan agar tetap bisa bersua dengan keluarga,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan keluarga mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Prosedur keamanan tetap berjalan ketat; setiap barang bawaan dan makanan diperiksa secara menyeluruh oleh petugas guna memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam sel.
Hingga saat ini, total tahanan yang mendekam di Rutan Merah Putih mencapai 40 orang, sementara di Gedung C1 terdapat 41 orang (termasuk dua orang yang sedang dirawat).
Kunjungan singkat dua jam tersebut menjadi momen emosional bagi para keluarga untuk memberikan dukungan moril bagi kerabat mereka yang tengah terjerat proses hukum di lembaga antirasuah tersebut.***







