Jumat, Juli 17, 2026

Donald Trump Pastikan Serahkan Trofi Piala Dunia, Apakah Juga Tak Mau Tinggalkan Lapangan Seperti Piala Dunia Antarklub Tahun Lalu

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -spot_imgspot_img

NEWSATU.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipastikan akan menghadiri laga final Piala Dunia pada Minggu (19/7) waktu setempat yang mempertemukan Spanyol dan Argentina.

Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa sang presiden sengaja menyimpan penampilan pertamanya di turnamen ini khusus untuk babak grand finale.

“Kehadiran Presiden akan menjadi penutup dari apa yang menjadi Piala Dunia paling banyak ditonton, paling aman, dan paling sukses dalam sejarah Amerika,” ujar Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah pengarahan pada Kamis (16/7).

“Ini adalah kesimpulan yang sangat layak untuk turnamen yang memamerkan kemampuan Amerika dalam menjamu dunia di panggung termegah.”

Leavitt juga menambahkan bahwa pemimpin AS tersebut akan menghadiri acara resepsi untuk badan pengatur sepak bola dunia, FIFA, di Trump Tower, New York, pada Jumat (17/7).

Presiden FIFA Gianni Infantino sebenarnya sudah mengumumkan sejak Juni lalu bahwa Trump akan menghadiri laga final di New Jersey dan menyerahkan trofi kepada sang juara, namun kabar tersebut baru dikonfirmasi secara resmi oleh Gedung Putih sekarang.

Saat ditanya, Leavitt mengaku tidak tahu apakah Trump akan mendukung Argentina atau Spanyol. Pasalnya, Trump sempat mengkritik negara Eropa (Spanyol) tersebut pada KTT NATO pekan lalu karena dianggap gagal membantu dalam perang Iran.

Meskipun Trump belum menghadiri satu pun pertandingan Piala Dunia sejauh ini, ia telah terlibat dalam turnamen ini dengan cara yang jauh lebih kontroversial.

Trump mengonfirmasi awal bulan ini bahwa ia telah meminta Infantino dari FIFA untuk meninjau kembali keputusan kartu merah yang diberikan kepada striker bintang AS, Folarin Balogun, saat pertandingan melawan Bosnia.

FIFA kemudian secara mengejutkan menangguhkan hukuman larangan bertanding satu laga milik Balogun menjelang pertandingan Amerika berikutnya melawan Belgia. Sayangnya, terlepas dari kehadiran Balogun di lapangan, tim tuan rumah justru dipermalukan dalam kekalahan telak 4-1.

Trump juga berulang kali mengklaim bahwa dirinyalah yang berjasa mengamankan hak Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko—sebuah keputusan yang dibuat oleh FIFA pada masa jabatan pertamanya.

Di sisi lain, Infantino memang sengaja membina hubungan dekat dengan Trump. Ia bahkan menganugerahi Trump sebuah penghargaan perdamaian FIFA yang baru dibuat pada acara pengundian Piala Dunia di Washington tahun lalu, beberapa bulan sebelum AS meluncurkan aksi militer terhadap Venezuela dan Iran.

Keputusan membiarkan Trump menyerahkan trofi Piala Dunia ini pun membangkitkan kembali memori kontroversi seputar penyerahan trofi Piala Dunia Antarklub kepada klub Inggris, Chelsea, setelah kemenangan mereka atas Paris Saint-Germain di stadion yang sama di New Jersey tahun lalu.

Kala itu, Trump menyerahkan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James, tetapi kemudian menolak meninggalkan panggung. Akibatnya, ia ikut serta dalam perayaan juara tim di tengah para pemain yang tampak kebingungan.

Belakangan diketahui bahwa Trump bahkan menyimpan replika trofi tersebut di ruang kerjanya.***

- Advertisement -spot_imgspot_img
Latest news
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Related news
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini