Sabtu, Agustus 29, 2026
Beranda blog Halaman 15

Sidang Tahunan MPR: Pidato Prabowo Dapat Apresiasi Jokowi

NEWSATU.COM – Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026, berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8). Sejumlah tokoh negara turut menghadiri acara tersebut,  di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta para menteri Kabinet Merah Putih.

Acara dibuka oleh pidato yang disampaikan Ketua MPR, Ahmad Muzani. Dalam sambutannya, Muzani membacakan pantun yang intinya mengajak seluruh rakyat untuk bersatu jelang hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Ketua DPD, Sultan B Najamudin juga bacakan sambutan kenegaraannya, usai pidato Ketua MPR. Dalam kesempatan itu, Najamudin Dmenyebut bahwa setiap presiden adalah seorang negarawan. Ia memberikan julukan para kepala negara RI, berdasarkan pencapaian nyata pada masa jabatan masing-masing.

Acara dilanjut dengan pidato kenegaraan Presiden Prabowo yang memaparkan capaian kerja pemerintah, hingga tahun 2026. Menurut Prabowo, beberapa masalah lama yang rumit, telah berhasil ia selesaikan. Namun, Prabowo juga mengakui ada beberapa pekerjaan besar yang belum dituntaskan.

“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan.”

“Saya tidak mengatakan selesai. Saya mengatakan, kita mulai selesaikan,” ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung penemuan 1000 tambang ilegal di Bangka Belitung. Ia pun meminta TNI-Polri untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam keberadaan tambang ilegal tersebut.

“Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masa pejabat TNI dan pejabat Polri tidak tahu?” tegas Prabowo.

Usai menyampaikan pidato kenegaraannya, Prabowo menyapa sejumlah anggota sidang dan tokoh kenegaraan. Momen menarik pun terjadi, kala Prabowo menyapa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengapresiasi pidato Prabowo dengan memberikan acungan jempol. Tak hanya Jokowi, apresiasi juga diberikan oleh Wakil Presiden ke-11 RI, Boediono.

Tragedi Prichard Colon di Atas Ring, Bagaimana Perasaan Terrel Williams Setelah Kematian Colon?

0

NEWSATU.COM – Mantan petinju Terrel Williams membuat Prichard Colón mengalami cedera yang mengubah jalan hidupnya dalam pertarungan tragis pada Oktober 2015. Teknik yang digunakan Terrel selama laga dinilai kontroversial karena ia menjatuhkan Prichard dengan pukulan terlarang ke arah belakang kepala atau biasa disebut rabbit punch.

Prichard kemudian dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi akibat cedera otak, hingga mengalami koma selama lebih dari 200 hari.

Pada usia 33 tahun, Prichard meninggal dunia pada Agustus 2026—lebih dari satu dekade setelah pertarungannya dengan Terrel. Sejak saat itu, Terrel terus menuai kritik atas peranannya dalam tragedi yang menimpa Prichard, dan para penggemar tinju masih mempertanyakan apakah Terrel pernah menyampaikan permohonan maaf.

Siapa yang Menyebabkan Prichard Colon Cedera?

Seperti yang telah disebutkan, Terrel—sengaja atau tidak—adalah sosok yang menyebabkan Prichard mengalami cedera otak serius dalam pertarungan naas pada Oktober 2015 tersebut.

Terrel berkali-kali melayangkan pukulan ke bagian belakang kepala Prichard, yang dikenal sebagai pukulan terlarang. Namun, pertarungan tidak pernah dihentikan dan Prichard terus bertarung hingga akhir.

Apa yang Terjadi pada Prichard Colón Saat Bertarung Melawan Terrel Williams?

Setelah Terrel mengalahkan Prichard dalam laga kontroversial tersebut, mendiang atlet asal Puerto Rico itu merasa pusing dan kemudian muntah di dalam ruang ganti. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi darurat untuk mengurangi pembengkakan pada otaknya.

Dokter mendiagnosis Prichard mengalami subdural hematoma, dan ia berada dalam kondisi koma selama 221 hari akibat pendarahan otak. Setelah terbangun dari koma, Prichard tidak lagi mampu berjalan atau berbicara sendiri. Ia menghabiskan sisa hidupnya dalam kondisi tidak dapat bergerak dan dirawat penuh oleh keluarganya.

Apakah Terrel Williams Pernah Meminta Maaf kepada Prichard Colón?

Tidak. Terrel tidak pernah menyampaikan permohonan maaf secara formal kepada Prichard atas pertarungan tersebut. Ia sebenarnya sempat ingin menjenguk mantan lawannya itu di rumah sakit, tetapi disarankan untuk tidak melakukannya.

Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post pada Juli 2019, Terrel mengakui bahwa pertarungan melawan Prichard “memengaruhi kehidupannya selamanya. Dan itu juga memengaruhi hidup saya selamanya.”

“Saya hanya tidak menyukai situasi ini,” kata Terrel saat itu, seraya menambahkan bahwa ia merasa seolah-olah “beberapa tahun dari kariernya telah terenggut.”

“Saya memikirkannya setiap hari. Sebelum kejadian ini terjadi, saya tidak pernah membayangkan diri saya berada dalam situasi seperti ini.”

Apakah Terrel Williams Berhenti dari Dunia Tinju?

Pada akhirnya, ya. Terrel tidak mengambil jadwal pertarungan selama dua tahun setelah laga kontroversialnya melawan Prichard. Ketika kembali ke atas ring pada 2017, Terrel menceritakan kepada The Washington Post bahwa ia tidak pernah menceritakan kepada ketiga putranya mengenai masa lalunya sebagai petinju profesional maupun tentang pertarungan brutalnya dengan Prichard.

“Ketika mereka mengetahuinya kelak, saya akan membicarakannya dengan mereka. Dan saya akan jujur,” tuturnya kepada The Washington Post.

Terrel kemudian memutuskan untuk pensiun sepenuhnya dari olahraga tinju.

Di Mana Terrel Williams Sekarang?

Terakhir kali Terrel berbicara secara terbuka tentang pertarungannya melawan Prichard, ia diketahui menetap di Los Angeles, California, bersama keluarganya. Saat ini, ia menjalani kehidupan yang tertutup dan jauh dari sorotan publik.***

(Sumber: hollywoodlife.com)

Belum Kapok, Edgar Berlanga Bilang Bisa Remukkan Hamzah Sheeraz di Rematch Setelah Kalau KO Ronde 5

0

NEWSATU.COM – Edgar Berlanga (24-2-0, 19 KO) sesumbar bahwa duel dengan Hamzah Sheeraz akan jadi pekerjaan muda jika mereka dipertemukan lagi, meski faktanya dia kalah KO ronde 5 pada 12 Juli 2025.

Kekalahan itu jelas mencoreng catatan rekor petinju New York asal Puerto Riko ini. Sebelumnya, dia kalah angka dari Canelo Alvarez pada 14 September 2024.

Edgar Berlanga, 29 tahun, meyakini pertarungan ulang (rematch) bakal terwujud di masa depan, yang ia rasakan sebagai kesempatan untuk membuktikan kepada dunia bahwa dirinya jauh lebih baik daripada Sheeraz.

“Saya akan katakan seperti ini dan mengakhirinya di sini: Dia itu lawan yang mudah,” ujar Berlanga dalam acara ‘Ring Champs with AK & Barak’.

“Saat saya mendapatkan rematch dengannya, saya akan menghajarnya habis-habisan; saya akan menghentikannya (KO). Saya akan tetap tenang dan membiarkan Tuhan bekerja, tetapi saya berjanji dalam rematch itu, saya akan mengalahkannya… Orang itu tahu. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Meskipun kartu penilaian resmi selama lima ronde tidak pernah dirilis ke publik, Berlanga sebenarnya tampil solid pada awal pertarungan dengan memangkas jarak lewat pukulan jab-nya. Namun, begitu ia merasa cukup percaya diri untuk beradu pukulan keras dengan petinju jangkung 190 cm tersebut, ia justru dijatuhkan dua kali di ronde keempat sebelum akhirnya dihentikan pada ronde kelima.

Menurut catatan Compubox, Sheeraz secara resmi unggul dalam mendaratkan pukulan, yakni 62 berbanding 46 milik Berlanga. Sheeraz mendaratkan 38 pukulan bertenaga berbanding 20 milik Berlanga, dan efek dari pukulan-pukulannya terlihat jauh lebih merusak saat keduanya memutuskan untuk saling jual-beli pukulan.

Arah Karier Hamzah Sheeraz dan Edgar Berlanga yang Berlawanan

Kemenangan tersebut membawa Sheeraz menuju pertarungan perebutan gelar juara dunia kelas menengah super WBO yang kosong melawan Alem Begic pada Mei, di mana ia tampil dominan dan sukses menjadi juara dunia. Sejak saat itu, ia telah mempertahankan gelarnya sekali lewat kemenangan angka yang dinilai kurang meyakinkan saat melawan Simon Zachenhuber pada Juli.

Di sisi lain, Berlanga mengambil waktu rehat selama satu tahun usai kekalahan KO tersebut, sebelum akhirnya menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing pada pertengahan 2026. Ia melakoni debut promosinya dengan kemenangan TKO di ronde ketujuh atas Steven Butler dalam partai utama yang digelar di New York City.***

Dana Hibah Pilkada 2024 Didalami Kejari, Komisioner dan Sekretariat Bawaslu Bisa Dipanggil Klarifikasi

0

PRABUMULIH, NEWSATU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih terus mendalami dugaan penyimpangan dana hibah penyelenggaraan Pilkada 2024 di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Prabumulih.

Namun, proses yang dilakukan Kejari Prabumulih saat ini masih berada pada tahap awal, yakni pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbahan) serta pengumpulan data (Puldata).

Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, Asvera Primadona, SH., MH., melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Volanda Aziz Saleh, SH., SE., MH., membenarkan adanya kegiatan pengumpulan data dan dokumen tersebut.

“Masih dalam rangka pengumpulan data dan bahan,” ujar Volanda saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Volanda menegaskan, kegiatan yang dilakukan tim Pidsus belum merupakan pemanggilan resmi terhadap pihak-pihak tertentu.

“Bukan pemanggilan sifatnya, tetapi klarifikasi data-data dan bahan. Saat ini masih klarifikasi data,” tegasnya.

Sejauh ini, tim Pidsus Kejari Prabumulih baru meminta sejumlah dokumen kepada staf di lingkungan Bawaslu Kota Prabumulih.

Sementara itu, klarifikasi terhadap komisioner maupun sekretaris Bawaslu Kota Prabumulih belum dilakukan.

“Kemarin kami belum klarifikasi komisioner dan sekretaris, hanya staf saja yang kami minta dokumen. Hari ini masih dilanjutkan pengumpulan dokumen. Kemungkinan nanti, tetapi saat ini masih fokus pada dokumen,” jelasnya.

Dengan demikian, peluang komisioner maupun sekretariat Bawaslu untuk dimintai klarifikasi masih terbuka apabila dalam proses pengumpulan dokumen nantinya diperlukan keterangan lebih lanjut.

Kejari Prabumulih saat ini masih fokus menelusuri dokumen dan informasi terkait pengelolaan dana hibah Pilkada 2024. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai penggunaan anggaran sekaligus memastikan ada atau tidaknya indikasi penyimpangan.

Kejari juga belum menyatakan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Proses yang berlangsung masih berupa Puldata dan Pulbahan. Hasil pendalaman nantinya akan menjadi dasar bagi Kejari Prabumulih untuk menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Artinya, dugaan penyimpangan dana hibah Pilkada 2024 di Bawaslu Prabumulih hingga kini masih dalam tahap penelaahan awal dan belum memasuki tahap penyidikan.

Gegara Bocor Crawford Berlatih Keras, Spekulasi Comeback Pun Mencuat, Ini Kata Pelatihnya

0

NEWSATU.COM – Terence Crawford telah mengukir namanya dalam sejarah tinju dunia lewat perjalanan karier yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di era modern. Dengan deretan sabuk juara yang melimpah, Crawford sebenarnya sudah tidak memiliki hal apa pun lagi yang perlu dibuktikan di atas ring.

Begitu pula dalam hal finansial. Kemampuannya mengelola keuangan telah memberinya kekayaan yang melimpah, hingga ia tak perlu lagi mempertaruhkan nyawa dengan bertarung di antara tali ring sebagai petinju aktif.

Pada dasarnya, Crawford adalah seorang petarung sejati. Dari sudut pandang warisan karier, ia tak perlu lagi bertarung walau hanya satu ronde. Kendati demikian, bukan berarti hasrat mendalam untuk kembali melakoni rutinitas yang telah ia jalani selama puluhan tahun bisa lenyap begitu saja.

Karena itu, Crawford secara resmi telah menyatakan pensiun setelah mengalahkan raja ring Meksiko Canelo Alvarez, beberapa pengamat tinju meyakini ia bakal kembali bertarung.

Spekulasi Comeback Langsung Ditampik Sang Pelatih

Laporan terkait aktivitas latihan Crawford di sasana B+B Gym memicu spekulasi hangat pekan ini. Hal itu membakar keyakinan publik bahwa kembalinya dia ke atas ring sudah di depan mata.

Tidak ada yang mampu memahami isi kepala seorang petarung sebaik sesama petarung lainnya. Juara dunia dua divisi, Paulie Malignaggi, dalam acara Boxing Scene Today, menyebut bahwa cara Crawford berlatih memberikan petunjuk paling terang mengenai niat tersembunyinya.

“Dia sama sekali tidak melakukan sparring dengan santai. Ada beberapa mantan petarung nekat yang tetap sparring setelah pensiun, tetapi mereka melakukannya secara ringan. Mereka tidak akan menempatkan diri dalam bahaya…” katanya

“Dalam dunia tinju, jika Anda melakukan sparring tingkat tinggi di gym, itu tetap berisiko bagi kesehatan. Sparring keras bisa menyebabkan kerusakan otak, retina mata lepas, dan hal-hal mengerikan lainnya,” papar Malignaggi.

“Ketika Anda melihat petinju yang sudah pensiun tetapi tetap melakoni sparring berat, mereka tidak sekadar mencari keringat. Dari situ, Anda tentu harus mulai berpikir bahwa tidak mungkin ia melakukan hal sekeras itu hanya untuk bersenang-senang…”

“Itu artinya, Anda sedang mengerahkan kemampuan terbaik untuk mencapai level tertinggi dan melihat bagaimana respons tubuh Anda dari hari ke hari.”

Namun, di tengah seluruh klaim dan analisis dari Malignaggi tersebut, satu sosok paling penting justru meyakini hal sebaliknya: Crawford akan tetap berpegang pada keputusan pensiunnya.

Sang pelatih, Brian ‘BoMac’ McIntyre, secara tegas meruntuhkan harapan publik yang mendambakan kembalinya sang petarung ke atas ring:

“Bud (julukan Crawford) sangat mencintai atmosfer yang ia ciptakan—yang kami bangun bersama sebagai sebuah tim. Dia hanya ingin datang dan berlatih sedikit. Bud sudah selesai. Dia sendiri yang bilang kalau dia sudah selesai, dan saya menghormati keputusannya. Saya ingin dia tetap pensiun karena tidak ada lagi yang perlu dia buktikan di dunia ini.”***

Dari Infrastruktur ke Kultur: Transformasi Mobilitas Kota Palembang

0

Oleh: Dr. Robby Kurniawan, S.STP., M.Si., M.MTr.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan serta Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia

Palembang memiliki sesuatu yang belum dimiliki banyak kota besar di Indonesia yaitu angkutan massal berbasis rel sebagai tulang punggung transportasi perkotaan. Sejak LRT Sumatera Selatan beroperasi, kota ini sesungguhnya telah memiliki modal penting untuk keluar dari ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Infrastruktur tersedia, feeder berkembang, subsidi diberikan, dan integrasi moda terus didorong.

Namun delapan tahun setelah LRT hadir, pertanyaan yang lebih penting bukan lagi apakah Palembang memiliki transportasi publik modern. Pertanyaannya adalah apakah sistem itu sudah cukup menarik untuk mengubah cara masyarakat Palembang bergerak? Di sinilah ujian sesungguhnya. Data Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan menunjukkan bahwa pada Juli 2025 LRT melayani sekitar 400.949 penumpang. Pada Oktober 2025 jumlahnya mencapai 403.889 penumpang. Angka tersebut memperlihatkan bahwa LRT mempunyai basis demand yang nyata. Tetapi angka penumpang juga perlu dibaca secara kritis. Pada Februari 2025, misalnya, jumlah penumpang LRT tercatat 328.361 orang, turun 16,32 persen dibandingkan Januari.

Fluktuasi seperti ini menunjukkan bahwa demand angkutan umum masih sensitif terhadap kualitas jaringan, kebutuhan perjalanan, kalender aktivitas, serta kemudahan integrasi dengan moda lain.

Pemerintah Kota Palembang sendiri pada Juni 2025 mengakui adanya kecenderungan menurunnya minat masyarakat terhadap sebagian transportasi umum, meskipun penggunaan feeder LRT gratis disebut cukup tinggi. Fenomenanya menjadi menarik.Palembang bukan kekurangan infrastruktur. Palembang menghadapi persoalan bagaimana mengubah infrastruktur menjadi kebiasaan perjalanan.

LRT Bukan Tujuan, tetapi Backbone
Kesalahan terbesar dalam menilai keberhasilan LRT adalah memperlakukannya sebagai moda yang berdiri sendiri. Masyarakat tidak membutuhkan LRT. Masyarakat membutuhkan perjalanan dari rumah menuju kantor, sekolah, kampus, pasar, rumah sakit, bandara, atau pusat kegiatan dengan mudah dan pasti.

Karena itu LRT semestinya ditempatkan sebagai backbone, bukan keseluruhan sistem. Struktur transportasi Palembang idealnya sederhana: LRT sebagai tulang punggung; bus dan BRT sebagai jaringan utama penghubung antarkawasan; feeder sebagai jaringan kapiler menuju permukiman; sedangkan pedestrian dan moda mikro menjadi first and last mile.

Pemerintah sebenarnya telah bergerak ke arah ini. Pada 2025 Palembang menambah koridor feeder, termasuk layanan Asrama Haji–Talang Betutu. Dokumen resmi pemerintah kota pada tahun yang sama juga menyebut Palembang telah memiliki LRT, layanan BTS Teman Bus pada dua koridor, serta delapan koridor angkot feeder LRT Musi Emas. Ini merupakan modal penting.

Tetapi banyaknya koridor tidak otomatis berarti jaringan telah efektif. Pertanyaannya harus lebih tajam apakah feeder melewati asal perjalanan masyarakat? Apakah waktu kedatangannya terhubung dengan jadwal LRT? Apakah perpindahan moda nyaman? Apakah perjalanan secara keseluruhan lebih cepat daripada menggunakan sepeda motor? Jika jawabannya belum, maka masalahnya bukan lagi jumlah armada, tetapi desain jaringan.

Tantangan Utama: Menang Melawan Sepeda Motor
Kompetitor utama transportasi umum Palembang bukan moda publik lainnya. Kompetitornya adalah kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Motor menawarkan sesuatu yang sangat sulit dilawan: perjalanan langsung dari pintu ke pintu, fleksibilitas waktu, hampir tanpa waktu tunggu, serta kemampuan menjangkau jalan lingkungan.

Karena itu transportasi umum tidak akan memenangkan masyarakat hanya dengan menawarkan tarif murah. Bahkan feeder gratis sekalipun tidak otomatis menciptakan modal shift apabila perjalanan membutuhkan terlalu banyak waktu, transfer, atau ketidakpastian.

Masyarakat sesungguhnya menghitung biaya perjalanan secara keseluruhan: uang, waktu, kenyamanan, kepastian, serta kemudahan. Inilah sebabnya mengapa indikator transportasi Palembang harus berubah. Jangan hanya mengukur jumlah penumpang LRT, jumlah koridor atau armada. Ukur pula door-to-door travel time, waiting time, transfer time, load factor, ketepatan headway, kepuasan pengguna, public transport modal share, dan yang terpenting: berapa perjalanan kendaraan pribadi yang berhasil dialihkan. Tanpa indikator ini, angka ridership dapat tumbuh tetapi perubahan perilaku belum tentu terjadi.

Dari Coverage Menuju Accessibility
Palembang juga perlu mengoreksi cara membaca cakupan pelayanan. Sebuah kawasan dapat terlihat terlayani di peta karena dilalui feeder atau berada dekat stasiun. Namun akses itu belum tentu nyata bagi pengguna. Jalan menuju halte mungkin tidak nyaman. Penyeberangan kurang aman. Informasi kedatangan tidak tersedia. Jarak perpindahan antarmoda terlalu jauh. Atau feeder tidak datang ketika penumpang membutuhkannya. Karena itu coverage harus berubah menjadi effective accessibility.

Pertanyaan kebijakan bukan sekadar berapa kilometer rute yang tersedia, melainkan: Berapa persen warga Palembang dapat mencapai pusat pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan kota dengan angkutan umum dalam waktu yang kompetitif? Ini mengubah cara pemerintah melihat trotoar, feeder, halte, penyeberangan, sepeda, serta fasilitas drop-off. Semuanya bukan pelengkap. Semuanya merupakan bagian dari sistem transportasi publik.

Jangan Terjebak pada Transportasi Gratis
Kebijakan feeder gratis mempunyai fungsi penting. Ia menurunkan hambatan biaya dan memperkenalkan transportasi publik kepada masyarakat. Namun gratis harus dipahami sebagai instrumen, bukan tujuan akhir. Jika pemerintah hanya mengejar layanan gratis tanpa mengukur produktivitasnya, subsidi berisiko berubah menjadi biaya operasional yang terus meningkat tanpa perubahan perilaku yang sepadan.

Pertanyaan yang lebih tepat adalah: setiap rupiah subsidi menghasilkan berapa penumpang tambahan, berapa perjalanan kendaraan pribadi yang berkurang, dan berapa peningkatan akses masyarakat terhadap pusat kegiatan? Paradigmanya perlu berubah dari subsidizing vehicles menjadi buying mobility outcomes.

Subsidi tetap diperlukan, terutama untuk menjamin akses kelompok masyarakat tertentu. Tetapi kinerja operator harus semakin dikaitkan dengan reliability, load factor, kepuasan penumpang, efisiensi biaya, integrasi jaringan, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ridership LRT. Integrasi Jadwal Lebih Penting daripada Sekadar Integrasi Tarif Salah satu persoalan klasik transportasi antarmoda adalah transfer penalty.

LRT memiliki jadwal relatif pasti. Feeder yang datang tidak menentu membuat kepastian itu kehilangan nilai. Bayangkan seseorang tiba dengan LRT dalam waktu yang tepat, kemudian harus menunggu feeder 20 atau 30 menit. Dari perspektif pengguna, perjalanan tersebut tetap dianggap tidak efisien. Karena itu integrasi Palembang harus bergerak dari integrasi moda menuju integrasi perjalanan. Feeder perlu dirancang mengikuti jadwal kedatangan LRT pada simpul tertentu.

Informasi waktu nyata perlu tersedia. Peta jaringan seharusnya dipahami sebagai satu sistem, bukan peta masing-masing operator. Tujuannya sederhana one journey, one information system, minimum waiting, minimum transfer penalty.

LRT Harus Mengubah Kota
Potensi terbesar LRT Palembang sebenarnya bukan hanya mengangkut penumpang. Ia dapat mengubah struktur pembangunan kota. Pada 2025, Palembang bahkan mulai membahas pilot project Land Value Capture terkait kawasan LRT dan Jembatan Ampera.

Pemerintah melihat peningkatan nilai tanah akibat infrastruktur sebagai peluang menciptakan sumber penerimaan sekaligus aktivitas ekonomi baru. Ini langkah penting. Transportasi publik dan tata ruang memang tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pusat perdagangan, hunian, kantor, fasilitas pendidikan, pelayanan publik, dan kegiatan ekonomi baru perlu semakin diarahkan ke sekitar simpul angkutan massal. Dengan demikian LRT tidak terus-menerus “mencari penumpang”. Kota justru menciptakan penumpang di sekitar LRT. Inilah esensi Transit-Oriented Development.

Saatnya Push Strategy Dimulai Bertahap
Palembang belum memerlukan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi seagresif Jakarta. Alternatif transportasi publik harus terlebih dahulu diperkuat. Tetapi bukan berarti push strategy harus menunggu selamanya. Palembang dapat memulainya dari kebijakan yang lebih proporsional: penataan parkir di pusat kota, tarif parkir progresif pada kawasan yang terlayani LRT, prioritas bus pada ruas tertentu, pengendalian parkir liar, serta manajemen perjalanan pada sekolah, kampus, perkantoran, dan pusat kegiatan besar.

Prinsipnya: Provide first, integrate next, manage demand gradually. Ketika alternatif sudah cukup baik, penggunaan kendaraan pribadi di kawasan tertentu dapat dikelola lebih tegas.

Tujuh Agenda Palembang
Ke depan, terdapat tujuh langkah yang perlu menjadi agenda bersama.

– Pertama, redesign jaringan berdasarkan data origin-destination. Feeder harus mengikuti kebutuhan perjalanan nyata, bukan semata batas administratif atau rute historis.

– Kedua, sinkronkan feeder dengan jadwal LRT. Waktu tunggu harus diperlakukan sebagai indikator kinerja utama.

– Ketiga, bangun satu sistem informasi perjalanan yang menghubungkan LRT, bus, feeder, tarif, jadwal. -Keempat, perkuat first-last mile melalui trotoar, penyeberangan aman, halte berkualitas, feeder lingkungan, serta akses universal.

– Kelima, jadikan stasiun sebagai mobility hub dan pusat TOD, bukan hanya tempat naik-turun penumpang.

– Keenam, ubah subsidi menjadi performance-based subsidy yang dikaitkan dengan penumpang, reliability, efisiensi, kepuasan, dan modal shift.

– Ketujuh, satukan tata kelola mobilitas. Pemkot Palembang, Pemprov Sumatera Selatan, Kementerian Perhubungan, BPKARSS, operator LRT, operator bus dan feeder harus bekerja berdasarkan satu integrated urban mobility plan.

Dari Infrastruktur Menuju Budaya
Palembang sebenarnya berada dalam posisi yang sangat strategis. Banyak kota masih membicarakan kapan memiliki angkutan berbasis rel. Palembang sudah memilikinya. Karena itu tantangan berikutnya bukan membangun kebanggaan terhadap LRT, tetapi menjadikan investasi tersebut benar-benar produktif bagi kota. Transformasinya harus bergerak:
Infrastructure → Integration → Accessibility → Competitiveness → Modal Shift → Transit-Oriented City → Mobility Culture.
Ukuran keberhasilan akhirnya bukan seberapa megah stasiunnya atau berapa banyak feeder yang dioperasikan. Ukurlah dari berapa banyak masyarakat yang sebenarnya mempunyai sepeda motor atau mobil, tetapi memilih meninggalkannya karena angkutan umum memang lebih masuk akal. Ketika pilihan tersebut mulai terjadi setiap hari, transportasi umum tidak lagi menjadi sekadar program pemerintah. Ia berubah menjadi kebiasaan masyarakat. Dan ketika kebiasaan itu tumbuh menjadi budaya, Palembang bukan hanya akan dikenal sebagai salah satu kota pertama di luar Jawa yang memiliki LRT. Palembang dapat menjadi contoh bagaimana sebuah kota mengubah investasi transportasi menjadi transformasi mobilitas. (*)

Meski Kalah, Aston Villa Punya Bintang Baru: Brian Majo

0

NEWSATU.COM – PSG kembali menjadi juara Piala Super Eropa usai mengalahkan Aston Villa 2-1. Ini menjadi gelar Super Eropa kedua beruntun untuk Les Parisiens. Meski kalah, Aston Villa tetap mencuri perhatian lewat aksi Brian Majo yang sukses memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda di Piala Super Eropa.

Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih gelar juara Piala Super Eropa 2026, usai mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1, dalam laga yang berlangsung di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8) dini hari WIB.

Gol PSG dicetak lewat torehan indah Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-20, dan sepakan Desire Doue pada babak kedua. Sementara, Aston Villa hanya mampu membalas lewat gol talenta muda mereka, Brian Madjo.

Raihan juara Super Eropa, makin menegaskan dominasi PSG di sepak bola benua biru. Ini merupakan raihan kedua beruntun bagi pasukan Luis Enrique, mengikuti jejak AC Milan (1989-1990), dan Real Madrid (2016-2017).

Usai pertandingan, pelatih PSG Luis Enrique memuji mentalitas yang ditunjukkan para pemainnya, meski kondisi fisik tidak dalam kondisi prima, pasca libur musim kompetisi.

“Kami sudah tahu sejak awal bahwa pertandingan ini akan berjalan sengit. Namun, kami mampu tampil seperti itu karena para pemain menunjukkan kualitas dan ketangguhan mereka yang sesungguhnya. Kondisi fisik kami mungkin tidak dalam keadaan prima, tetapi sekali lagi, ini adalah bukti nyata dari DNA kami serta peran para penggemar yang telah membantu kami meraih trofi dan menjaga standar tinggi.” Kata Enrique dilansir dari laman resmi UEFA.

Meski kalah, Aston Villa tetap memberikan perlawanan sengit di partai puncak, terutama penampilan mengejutkan dari bomber muda mereka, Brian Majo. Pemain berusia 17 tahun itu, sukses catat sejarah sebagai pencetak gol termuda di ajang Piala Super Eropa.

Brian Majo memecahkan rekor Patrick Kluivert, saat cetak gol untuk Ajax di Piala Super Eropa tahun 1996 silam. Saat itu Kluivert berusia 19 tahun 220 hari. Aksi impresif Majo pun mendapat pujian dari kapten Villa, John McGinn.

“Dia benar-benar luar biasa. Sangat mudah baginya untuk merasa patah semangat setelah peluang-peluang yang terbuang, namun penyerang yang hebat akan terus menempatkan diri di posisi yang menguntungkan. Dia akan menjadi pemain penting bagi kami musim ini.” Ujar McGinn.

Pujian juga datang dari gelandang Villa asal Argentina, Emiliano Buendia. Menurutnya, Majo telah berkembang cepat, dan mampu berkolaborasi dengan pemain senior.

“Dia bekerja dengan sangat baik. Dia masih sangat muda, namun perkembangan yang dicapainya luar biasa. Dia benar-benar fokus dan bekerja keras, serta memanfaatkan pengalaman para pemain senior untuk belajar. Kami senang bisa membantunya.” Tutur Buendia.

Reuni Di Istanbul! Vlahovic & Italiano Bersatu Lagi Di Besiktas

0

NEWSATU.COM – Besiktas resmi mendatangkan Dusan Vlahovic dengan kontrak 3 tahun. Kedatangan striker Serbia itu sekaligus mempertemukannya kembali dengan Vincenzo Italiano, mantan pelatihnya di Fiorentina. Kini duet Vlahovic-Italiano siap mengarungi Liga Turki bersama tim Elang Hitam.

Teka-teki seputar masa depan striker Serbia, Dusan Vlahovic, akhirnya terjawab. Vlahovic dikabarkan telah sepakat bergabung dengan klub asal Turki, Besiktas, usai kontraknya dengan Juventus, berakhir pada akhir Juni lalu.

Bomber berusia 26 tahun tersebut akan diikat kontrak berdurasi tiga tahun, yang membuatnya akan menetap di Tupras Stadium, markas Besiktas, hingga 2029 mendatang. Kepindahan ke Turki akan menjadi babak baru dalam karier Vlahovic setelah beberapa musim bermain di Liga Italia.

Vlahovic telah tiba di Istanbul, Turki, untuk menjalani pemeriksaan medis, sebelum transfer resmi dirampungkan. Jika seluruh proses berjalan lancar, mantan pemain Fiorentina itu, akan langsung diperkenalkan secara resmi kepada publik.

Kedatangan Vlahovic menjadi tambahan amunisi bagi lini depan Besiktas. Pengalamannya saat merunput di Serie A bersama Fiorentina dan Juventus diharapkan mampu menjadi mesin gol sekaligus pusat permainan di lini serang.

Terlebih, Vlahovic akan bereuni dengan Vicenzo Italiano, pelatih yang pernah bekerja sama dengannya, saat di Fiorentina. Vlahovic memperkuat Fiorentina setelah bergabung dari Partizan Belgrade pada 2018. Ia kemudian meninggalkan klub tersebut pada Januari 2022 untuk bergabung dengan Juventus.

Sebelum memutuskan hijrah ke Turki, beberapa klub top Eropa sempat mendekati Vlahovic. Namun, klub-klub tersebut tidak keberatan untuk memenuhi tuntutan gaji yang diminta Vlahovic. Situasi itu membuat Besiktas akhirnya menjadi pilihan sang pemain.

Sasha Deru Lantik Pengurus Kormi Prabumulih, Puspita Siap Jalankan Amanah

0

PRABUMULIH, NEWSATU – Ketua Kormi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj Samantha Tivani BBus MIB atau Sasha Deru meminta kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Prabumulih periode 2026-2030 yang baru dilantik untuk terus bersinergi dan memajukan olahraga masyarakat di Kota Prabumulih.

Pesan tersebut disampaikan Sasha Deru saat melantik kepengurusan Kormi Prabumulih di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Kamis (13/8/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Puspita Sugiartie STrKeb resmi dipercaya sebagai Ketua Kormi Prabumulih periode 2026-2030. Ia didampingi Muhammad Asroni SPd sebagai Sekretaris dan Juwita Sulistiyarani SPd sebagai Bendahara.

Pelantikan turut disaksikan Ketua TP PKK Prabumulih H Linda Arkan, Staff Ahli Wali Kota Prabumulih H Abdullah Abadi AP MH, Ketua DW Prabumulih Hj Windriana Elman, perwakilan Kejaksaan Negeri Prabumulih serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sasha Deru mengatakan, Kormi memiliki peran strategis dalam mengembangkan olahraga masyarakat. Karena itu, Kormi Prabumulih diharapkan mampu menghadirkan program-program unggulan yang dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berolahraga.

“Kormi Prabumulih memiliki peran strategis. Kami berharap Kormi dapat memiliki program unggulan, termasuk mensosialisasikan olahraga masyarakat ke sekolah-sekolah,” ujar Sasha.

Menurutnya, sosialisasi olahraga masyarakat penting dilakukan sejak dini agar olahraga tidak hanya dipandang sebagai kegiatan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

Sasha juga mengajak Kormi Prabumulih untuk bersinergi dengan Kormi Sumsel dalam berbagai agenda olahraga masyarakat.

Apalagi, kata dia, dalam waktu dekat terdapat dua agenda besar yang harus dipersiapkan, yakni kegiatan olahraga masyarakat tingkat provinsi dan nasional.

“Untuk tingkat provinsi, Oktober nanti akan dilaksanakan di Muara Enim. Kami berharap Prabumulih bisa mengirim atlet-atlet terbaiknya dan membawa nama baik Prabumulih,” katanya.

Sementara untuk agenda tingkat nasional, kontingen Sumsel nantinya akan diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Rencananya, sekitar 1.500 atlet asal Sumsel akan mengikuti kegiatan tersebut.

“Peran Prabumulih sangat dibutuhkan agar Kormi Sumsel bisa tetap berada di posisi 10 besar,” tegasnya.

Sasha berharap kepengurusan baru Kormi Prabumulih dapat semakin berkembang, solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga masyarakat.

“Selamat atas pelantikan pengurus Kormi Prabumulih. Semoga semakin berkembang dan maju,” ucapnya.

Puspita Siap Bersinergi

Sementara itu, Ketua Kormi Prabumulih Puspita Sugiartie menyatakan kesiapannya mengemban amanah dan menjalankan program Kormi dengan semangat edukasi, inovasi serta gotong royong.

Puspita mengatakan, Kormi merupakan induk olahraga masyarakat di Indonesia. Karena itu, keberadaan Kormi Prabumulih akan diarahkan tidak hanya untuk mengembangkan aktivitas olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kormi Prabumulih akan menjadi olahraga yang edukatif dan inovatif, sekaligus mendorong perekonomian serta menggelorakan semangat gotong royong,” ujar Puspita.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga Kormi Prabumulih dapat melaksanakan pelantikan kepengurusan periode 2026-2030.

Menurut Puspita, amanah tersebut akan dijalankan bersama seluruh jajaran pengurus dengan membangun sinergi, termasuk mendukung program-program Kormi Sumsel.

“Kami siap mengemban amanah dan memajukan Kormi di Prabumulih. Kami juga siap bersinergi dan mendukung program Kormi Sumsel,” tegasnya.

Puspita berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi motor penggerak olahraga masyarakat di Kota Prabumulih serta mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat, bugar dan ceria.

“Salam Kormi, sehat, bugar, ceria,” pungkasnya.

Proyek Mentereng PSIM, Tangan Dingin Pelatih Eropa Siap Sulap Athaullah Daib, Bakat Muda Gunungkidul, Jadi Bintang Ring Pertama

0

NEWSATU.COM — Langkah berani ditunjukkan PSIM Yogyakarta dalam menyongsong bergulirnya Super League 2026/27. Klub berjuluk Laskar Mataram tersebut resmi mempromosikan penjaga gawang belia dari skuad Elite Pro Academy (EPA) U-16 musim 2025/26, Athaullah Daib, untuk masuk ke dalam skuad senior.

Pemain muda ini mendapatkan kesempatan berharga satu musim penuh untuk berlatih dan berkembang bersama tim utama.

Keputusan mempromosikan kiper berusia 16 tahun tersebut disambut antusias oleh Pelatih Kepala PSIM, Jean Paul van Gastel. Juru taktik asal Belanda yang memiliki rekam jejak panjang dalam membina pemain muda di Akademi Feyenoord Rotterdam itu melihat potensi besar pada diri Daib.

“Saya sangat senang bekerja dengan talenta-talenta muda. Kami mengundang anak ini berlatih bersama kami karena ia baru berusia 16 tahun dan performanya cukup baik. Jadi, kami memutuskan untuk mempertahankannya dan mencoba mengembangkan potensinya,” ujar Van Gastel.

Proses pemantauan Daib melibatkan porsi latihan khusus di bawah arahan pelatih kiper PSIM, Mario Capece. Van Gastel menilai penyerapan materi latihan oleh sang pemain sangat memuaskan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa akademi PSIM memiliki pembinaan yang berjalan efektif.

“Hal ini menjadi sinyal positif bagi akademi kami bahwa para pemain muda memiliki masa depan cerah di klub ini. Kami juga sedang mempertimbangkan apakah ada pemain berbakat lainnya yang dapat kami promosikan ke tim utama,” tegas Van Gastel.

Bagi Daib, keberhasilan menembus skuad utama Laskar Mataram menjadi kebanggaan tersendiri. Pelajar kelas 11 SMA Negeri 2 Playen kelahiran 9 April 2010 ini mengaku sangat bersyukur usahanya menimba ilmu di akademi membuah hasil manis.

“Pertama-tama, saya mengucapkan Alhamdulillah karena sudah bisa masuk ke dalam tim senior pada usia 16 tahun ini. Dahulu hal ini selalu terbawa ke dalam mimpi, dan alhamdulillah sekarang mimpi tersebut jadi kenyataan,” ungkap remaja asli Gunungkidul yang mengidolakan Thibaut Courtois tersebut.

Memiliki pengalaman bertanding di Swedia bersama Tim Barati pada 2023 lalu, Daib merasa beruntung bisa menyerap ilmu dan budaya sepak bola Eropa langsung dari tim pelatih PSIM. Kesempatan ini makin melecut motivasinya untuk menembus skuad Tim Nasional Indonesia.

Meski telah didaftarkan untuk memperkuat tim senior PSIM di Super League, Daib menegaskan dirinya siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membela tim kelompok umur EPA.***