Kamis, Agustus 27, 2026
Beranda blog Halaman 248

44 Ribu Guru Pendidikan Agama Islam Non-PNS Menerima Rp1,5 Juta Potong Pajak

0

JAKARTA, newsatu.com — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) mulai mencairkan bantuan insentif bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS). Total anggaran insentif ini sebesar Rp66 miliar bagi 44.000 guru PAI non PNS seluruh Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bantuan insentif merupakan tambahan penghasilan yang diberikan kepada guru PAI non PNS pada sekolah yang belum tersertifikasi dan belum mendapatkan tunjangan profesi guru.

“Bantuan insentif bagi guru PAI non PNS, merupakan afirmasi Kemenag bagi kesejahteraan guru PAI di sekolah,” kata Menag di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Menag berharap, bantuan insentif ini akan memotivasi guru PAI non PNS untuk bekerja lebih baik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menambahkan, anggaran Rp66 miliar diperuntukkan bagi 44.000 guru PAI non PNS pada Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah luar Biasa (SLB) di semua tingkatan.

“Masing-masing akan mendapatkan Rp1,5 juta dipotong pajak. Insentif ini akan dikirim langsung ke rekening masing-masing,” terang pria yang akrab disapa Dhani ini.

“Tidak dibenarkan adanya pengurangan, pemotongan, atau pungutan dengan alasan apa pun, dalam bentuk apa pun, dan oleh pihak mana pun, kecuali pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan/atau biaya transfer antarbank,” sambungnya.

Ramdhani menambahkan, insentif tahun anggaran 2021 diberikan kepada Guru PAI non PNS yang memenuhi syarat sebagai penerima dengan ditetapkan melalui aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) berdasarkan urutan prioritas.

Berikut kriteria penerima insentif guru PAI Non PNS:

  1. Guru PAI bukan PNS yang masih aktif mengajar di TK, SD/LB, SMP/LB, SMA/LB atau SMK,
  2. Terdata dalam SIAGA per-Maret 2021,
  3. Bukan penerima Tunjangan Profesi Guru,
  4. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK),
  5. Belum Memasuki Usia Pensiun.
  6. Lama pengabdian sebagai pendidik, dibuktikan dengan surat keterangan terhitung mulai tanggal mengajar, dan

“Guru yang telah lama mengabdi, menjadi salah satu prioritas,” jelas Ramdhani.

“Guru yang memiliki kualifikasi pendidikan juga menjadi pertimbangan untuk menjadi skala prioritas,” pungkasnya.

United Bike & 4 IKM akan Siapkan Produk-produk Sepeda Berkualitas

0

JAKARTA, newsatu.com — Kemitraan antara PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) dan IKM (Industri Kecil & Menengah) yang dimulai pada akhir 2020, sebagai imbas dari hasil FGD (Forum Group Discussion) yang diinisiasi oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, kini akan memasuki babak baru.

Forum Koordinasi IKM Alat Angkut dengan Industri Besar Sepeda yang dilaksanakan pada 16 November 2021 di gedung United Bike menyoroti komitmen PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) untuk menambah persentase TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dalam produk yang dihasilkan, melalui penandatanganan MoU antara PT. Terang Dunia Internusa dan 4 IKM untuk mendukung industri besar sepeda di masa datang lewat produk-produk yang dihasilkan.

Keempat IKM itu terdiri atas  PT. Eran Teknikatama, PT. Rachmat Perdana Adhimetal, PT. Kreasiniaga dan PT. Servatek.

Kerja sama ini merupakan multiplikasi yang telah terbina sebelumnya, dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita.

Dalam kesempatan ini, turut hadir pula IKM-IKM lain yang berpotensi untuk terlibat dalam pengembangan industri sepeda lokal, yang turut memamerkan produk-produk unggulannya.

Terang Dunia Internusa turut mendukung usaha Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan RI dalam menumbuhkembangkan IKM sebagai tonggak perekonomian negara, dengan cara memfasilitasi para IKM dengan memberikan kemudahan untuk memiliki sepeda yang dapat menunjang kegiatan usahanya, terutama sebagai sarana transportasi maupun kebutuhan logistik lainnya; dimana fasilitas pembelian sepeda akan dijembatani oleh Kementerian Perindustrian RI.

Karena itu, sebagai langkah awal maka PT. Terang Dunia Internusa (United Bike) akan memberikan 5 (lima) unit sepeda kepada 5 (lima) IKM sebagai stimulus dalam mewujudkan maklumat tersebut.

Harapan besar dari rangkaian kegiatan ini adalah semakin maju dan berkembangnya hasil industri dalam negeri yang diproduksi oleh IKM, lewat sebuah kemitraan yang kuat, maka industri besar yang memiliki teknologi maju dengan akses besar, mampu mentransfer kemampuan dan membuka pintu pasar bagi masyarakat.

Guru Agama Madrasah Swasta Minimal Harus S1 Sesuai Ketentuan Menteri Agama

0

JAKARTA, newsatu.com — Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan pedoman pengangkatan guru madrasah swasta, tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No 1006 tahun 2021 tentang Pedoman Pengangkatan Guru pada Madrasah yang Diselenggarakan oleh Masyarakat.

“KMA ini terbit agar bisa menjadi pedoman bagi masyarakat yang mengelola madrasah dalam hal pengangkatan guru,” terang Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (17/11).

Menurutnya, KMA ini mengatur sejumlah ketentuan, mulai dari persyaratan calon guru, mekanisme seleksi, hingga pengangkatan dan pemberhentian.

“Berdasarkan KMA ini, pengangkatan guru madrasah yang diselenggarakan masyarakat harus berkualifikasi sarjana atau S1. Ini bertujuan agar kualitas guru terjamin sebagai guru profesional,” jelasnya.

“Guru juga harus mempunyai wawasan keberagamaan moderat dan usia saat diangkat paling tinggi 45 tahun,” sambungnya.

Terkait prosedur rekruitmen, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah M Zain menjelaskan bahwa itu diawali dengan usulan kebutuhan guru yang disampaikan penyelenggara pendidikan kepada Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota.

Selanjutnya, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota memberikan persetujuan atau rekomendasi setelah melakukan analisis kebutuhan guru pada Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika).

“Penyelenggara pendidikan selanjutnya membentuk panitia seleksi yang berasal dari unsur yayasan, Kankemenag Kabupaten/Kota, dan pihak lain sesuai kebutuhan,” tuturnya.

“Dengan skema rekruitmen seperti ini, saya berharap guru madrasah ke depan semakin berkualitas dan profesional, baik negeri maupun swasta,” lanjutnya.

Kepala Seksi Bina Guru MI dan MTs Mustofa Fahmi menambahkan KMA ini disusun oleh para pakar pendidikan, terdiri atas: guru besar, dosen, kepala madrasah, pengawas, widyaiswara, dan pejabat birokrasi pada Ditjen Pendidikan Islam dan Sekretariat Jenderal.

“Sebelum diterbitkan, KMA ini juga sudah diuji publik dengan melibatkan seluruh Kabid Pendidikan Madrasah dan Kasi GTK pada Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia,” terangnya.

Pada tahap berikutnya, lanjut Fahmi, Kemenag akan menyusun petunjuk teknis pengangkatan, penataan, dan redistribusi guru madrasah. Direktorat GTK juga akan merilis fitur data kebutuhan guru di seluruh madrasah negeri dan swasta melalui Simpatika.

“Sehingga, masyarakat bisa mengetahui kondisi kekurangan dan kelebihan guru di masing-masing madrasah,” ujarnya.

“Formulasi penghitungan kebutuhan guru di madrasah berbasis kepada analisa jumlah peserta didik, rombel dan model kurikulum yang diimplementasikan,” tandasnya.

Pabrik AC Panasonic Relokasi dari Malaysia Mulai Berproduksi

0

JAKARTA, newsatu.com — Industri elektronik dalam negeri semakin menunjukkan kinerja gemilangnya. Hal tersebut didukung upaya pemerintah yang serius mengelola dan memperbaiki iklim usaha bagi pelaku industri di Tanah Air, melalui berbagai kebijakan probisnis yang telah dirilis. Salah satu hasilnya adalah relokasi pabrik AC inverter dari Malaysia ke Indonesia.

“Hari ini kami meresmikan produksi perdana produk AC inverter oleh PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (PT. PMI). Pabrik tersebut merupakan relokasi dari pabrik AC inverter dari Malaysia,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Produksi Perdana Produk AC inverter tersebut, Selasa (16/11).

Ia menyampaikan, relokasi pabrik tersebut merupakan salah satu langkah yang strategis dalam pencapaian program substitusi impor 35% dan pendalaman struktur industri, khususnya untuk produk AC. Tingginya nilai impor AC juga menjadi perhatian Kemenperin.

Sejalan dengan program substitusi impor 35% dan Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Kemenperin akan berupaya dan mendorong Kementerian/Lembaga terkait serta para stakeholder agar pangsa pasar produk AC dapat didominasi hasil produksi dalam negeri. “Kami juga meminta agar para produsen AC lainnya menangkap peluang ini untuk dapat berproduksi di Indonesia,” jelas Agus.

IAIN Pare-pare Ingin Bertransformasi Jadi Universitas Sains Islam Indonesia

0

PARE-PARE, newsatu.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan dukungannya terhadap transformasi status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare-pare menjadi Universitas Sains Islam Indonesia.

Bahkan LaNyalla akan berusaha memperjuangkan perubahan status tersebut sampai berhasil.

Hal itu dinyatakan LaNyalla saat menerima aspirasi yang disampaikan Wakil Rektor I Bidang APK IAIN Pare-pare Sitti Jamilah Amin dalam FGD di Auditorium IAIN Pare-pare, Selasa (16/11).

“Saya tidak hanya memberikan testimoni dukungan, tapi akan action. Akan kami perjuangkan. Dan itu sudah saya buktikan,” tegas LaNyalla.

“Ada belasan kampus Islam yang kami perjuangkan menjadi UIN. Jadi aspirasi dari IAIN Pare-pare ini akan kami teruskan,” kata LaNyalla.

Sitti Jamilah yang mewakili Rektor IAIN Pare-Pare Ahmad Sultra Rustan yang sedang sakit, mengatakan biasanya IAIN berubah menjadi UIN namun IAIN Pare-Pare ingin lebih spesifik.

“Kami ingin transformasi yang arahnya menjadi Universitas Sains Islam di Indonesia. Sebab sejauh ini belum ada universitas serupa, sehingga IAIN Pare-Pare akan mengisi posisi tersebut,” kata Sitti.

Ditambahkan Sitti, pihaknya masih dalam tahap menyusun naskah akademik.

Sitti juga menjelaskan bahwa sudah ada dukungan dari Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, HM Ali Ramdhani.

Dalam testimoninya Dirjen berharap transformasi IAIN Pare-Pare akan menjadi poros episentrum peradaban sains dan teknologi yang  dibingkai oleh nilai ke-Islaman.

“Artinya ide dan rencana besar itu harus dapat dukungan, support dan motivasi dari berbagai pihak. Terutama kami meminta dukungan dari Ketua DPD untuk mewujudkan rencana tersebut,” kata Sitti.

Menkes Budi Gunadi: RS Persahabatan Harus Tularkan Kepintaran di RS Seluruh Provinsi

0

JAKARTA, newsatu.com — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, RS Persahabattan sebagai RS rujukan untuk penyakit pernapasan jangan pintar sendirian, tapi juga menularkan kepintarannya kepada RS-RS lain di seluruh provinsi.

Hal itu dikatakan Menkes Budi Gunadi saat menghadiri puncak peringatan HUT RSUP Persahabatan, Selasa (16/11).

Acara yang digelar secara daring dan luring tersebut, turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir, Direktur Utama RSUP Persahabatan, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penyakit Menular Langsung, Duta Besar Rusia untuk Indonesia serta jajaran direksi dan karyawan RSUP Persahabatan.

RS yang dibangun atas kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Rusia dan kini telah berstatus sebagai RS Rujukan Nasional untuk penyakit respiratory (pernafasan) I intelah memasuki usia ke-58 pada 7 November 2021.

Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan jalannya acara yang dikemas dalam acara yang seru, menarik dan menyehatkan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya, Menkes menyebutkan bahwa pandemi menjadi momentum seluruh negara di dunia termasuk Indonesia untuk mempercepat lahirnya berbagai inovasi bidang kesehatan agar semakin siap dalam menghadapi kedaruratan di bidang kesehatan di masa depan.

Sebagai salah satu rumah sakit yang fokus pada pelayanan kesehatan paru, Menkes ingin RSUP Persahabatan terus berbenah. Rumah Sakit Vertikal harus bisa menjadi rujukan minimal di level Asia Tenggara. Untuk mencapai target ini, bisa dimulai dengan peningkatan kinerja, mutu pelayanan serta SDM kesehatan yang berkualitas.

”Penyakit pernafasan menyebabkan banyak kematian bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. Saya titip kepada teman-teman di persahabatan mengingat bahwa penyakit pernafasan ini sudah menimbulkan korban di seluruh dunia maka RS Persahabatan harus menjadi salah satu RS rujukan dunia baik dari penelitian, teknologi dan SDM kesehatannya agar bisa mencegah dan mengobati supaya tidak terjadi lagi,” terang Menkes.

Dengan menggandeng berbagai stakeholder terkait seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian, RS vertikal termasuk RSUP Persahabatan harus secara aktif melakukan berbagai penelitian dan pengembangan guna menemukan kebaruan dalam ilmu kesehatan yang berbasis bukti.

Lewat riset-riset yang dilakukan secara simultan, Menkes optimis RS vertikal bisa menjadi rujukan tidak hanya regional tetapi juga internasional.

”Untuk itu, RS vertikal harus reach out ke perguruan tinggi, harus reach out ke lembaga riset di dalam negeri maupun luar negeri, supaya bisa menjadi rujukan di kawasan regional. Banyak perguruan tinggi yang punya spesialis paru, rangkul dan ajak untuk bergabung,” katanya.

Melalui cara ini, Menkes optimis harapan Indonesia memiliki RS khusus paru yang berkualitas dunia dengan didukung teknologi dan SDM yang mumpuni bisa terwujud.

Tak berhenti disitu, RS Vertikal harus bisa menjadi pengampu bagi seluruh rumah sakit di daerah sekitarnya, minimal satu rumah sakit di daerah lain yang membutuhkan pendampingan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

”RS Persahabatan harus menjadi pengampu, jangan hanya pintar sendirian tapi harus bisa menularkan kepintaranya ke rumah sakit-rumah sakit di seluruh provinsi,” pungkasnya.

Nadia Tarmidzi: Cakupan Vaksinasi Lengkap di Indonesia Melebihi Target WHO

0

JAKARTA, newsatu.com — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan setiap negara memvaksinasi setidaknya 10% dari populasinya pada akhir September 2021. Sekurangnya 40% pada akhir 2021 ini dan 70% populasi dunia pada pertengahan 2022.

Di Indonesia, hingga Ahad (14/11) pukul 18:00 WIB, dari 208,2 juta sasaran, sekitar 215,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 130,3 juta orang yang menerima vaksin (62,5% dari sasaran) dosis pertama. Lebih dari 84,1 juta di antaranya (40,4%) sudah mendapatkan dosis kedua. Untuk vaksinasi ke-3/booster bagi tenaga kesehatah sudah diberikan sebanyak 1,19 juta (81%).

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan dengan demikian Indonesia telah melampaui target WHO tersebut, yakni mampu memberikan vaksinasi lengkap setidaknya 40% populasi pada akhir 2021.

”Indonesia berhasil mencapainya lebih cepat dari target WHO tersebut,” katanya, Senin (15/11) di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Per Ahad (14/11), 84,1 juta atau 40,4% populasi masyarakat Indonesia telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ke-2/lengkap. Pencapaian ini merupakan kerja keras seluruh komponen bangsa sebagai penyelenggara vaksinasi dan juga partisipasi dari seluruh rakyat Indonesia yang bersedia untuk divaksinasi.

Stok vaksin Covid-19 di Indonesia per Sabtu (13/11) sebanyak 342,5 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi dan bulk. Terakhir Indonesia menerima 4 juta dosis vaksin Sinovac pada Sabtu (13/11).

Masyarakat diimbau tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat aman, bermutu, dan berkhasiat.

Vaksin membuat tubuh relatif lebih tahan serangan virus, bisa menghindarkan dari gejala, perawatan di rumah sakit dan mengurangi risiko kematian.

”Akan tetapi tidak menjadikan seseorang kebal 100% terhadap infeksi virus, sehingga masih dapat tetap tertular dan menularkan. Bagi yang sudah divaksin agar tetap menjalankan protokol kesehatan 5M,” ucap Nadia.

Kalahkan V-Cunk 2-1, Stars Soccer Club Rebut Trofi Cibadak United Championship

0

SUKABUMI, newsatu.com — Tim sepakbola elite asal Sukabumi, Stars Soccer Club (SSC), merebut trofi Cibadak United Championship setelah pada pertandingan final mengalahkan tim elite Sukabumi lainnya, V-Cunk, 2-1, di Lapangan Sinagar, Nagrak, Sukabumi.

Pertandingan final berlangsung sangat menarik di mana kedua tim sama-sama ngotot sehingga pertandingan berjalan keras dan panas. Pertandingan juga berjalan relatif imbang karena musim ini tak ada tim yang  diperkuat pemain eks Liga Indonesia karena pandemi Covid-19.

V-Cunk unggul 1-0 di babak pertama membuat SSC makin gencar melakukan serangan di babak kedua untuk mengejar defisit gol. Kerja keras itu akhirnya berbuah manis ketika di pertengahan babak kedua Layur mampu mencetak gol penyeimbang melalui sundulan.

Di pungujung laga, gol kedua SSC lahir, lagi-lagi melalui tandukan Layur yang memang bertubuh jangkung. Tak pelak Layur pun terpilih sebagai Pemain Terbaik Open Tournament Cibadak United Championship.

Buat SSC, yang berdiri sejak 2002, gelar ini jadi sangat berarti. Pasalnya, inilah kali pertama mereka mengikuti kejuaraan sepakbola.

Cibadak United Championship sendiri digelar untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November. Turnamen tentunya dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Kami ingin sukses turnamen ini jadi contoh bagi calon penyelenggara lain bagaimana agar event berlangsung sukses di tengah pandemi Covid-19,” kata Solih, Ketua Panitia.

Berikut adalah nama-nama pemain SSC:

  1. Andi Juandi
  2. Ahmad Hakiki
  3. Andrias Pratama
  4. Bobi Mulyana
  5. Denis Rustandi
  6. Pesa priyatna
  7. Ade Suherman
  8. Deri J Afgani
  9. Gilang Pringadi
  10. Iwan Hermawan
  11. Hendri karya
  12. Ilmar saefurahman
  13. Teguh darmayuda
  14. Yusep Surahmat
  15. Ogy Ardhana
  16. Deden Solihin
  17. Iyan Sopian
  18. Restu Indra
  19. Ujang Nasrudin
  20. Abdul Lutfi
  21. Heru
  22. Indra
  23. Husni Mubarok
  24. Shandy Eka F
  25. Solih Muliandi
  26. Sofi Muliana
  27. Husnul Musolih
  28. Ade Ika Wasrika
  29. Yuda Maulana
  30. Dede Abdillah
  31. Adi Sandra
  32. Edi
  33. Labib Labiatul Wussul
  34. Sarif Nurjaman
  35. Riki Arismendi
  36. Ichsan permana
  37. Zusmanto
  38. Sarip Nurjaman
  39. Jamal

 

RSUD Kota Bogor Bisa Jadi RS Unggulan Internasional di Jabar

0

BOGOR, newsatu.com — RSUD Kota Bogor siap menjadi Rumah Sakit Riset dan Pendidikan dengan diresmikannya fasilitas alat kesehatan MRI 3 Tesla, CT-Scan 128 Slice, dan ESWL. RSUD Kota Bogor mengisyaratkan bahwa mereka siap mengembangkan diri secara terstruktur.

”Ini akan menjadi salah satu milestone, menjadi tonggak sejarah bagaimana RSUD Bogor ini mengupgrade fasilitas kesehatan sebagai faskes tingkat rujukan kelas A dengan adanya fasilitas seperti ini,” kata Wakil Menteri Kesehatan, dr. Dante Saksono Harbuwono saat Peresmian di RSUD Kota Bogor, Sabtu (13/11).

Dalam sambutannya, dr Dante menyampaikan bahwa dalam pengembangannya sebagai RS Pendidikan, ada tiga aspek yang harus diperhatikan, yaitu aspek pendidikan, pelayanan masyarakat, dan aspek riset.

Dante menggambarkan bahwa bukan tidak mungkin akan terjadi internasionalisasi RSUD Kota Bogor sehingga menjadi unggulan di Provinsi Jawa Barat sebagai RS Unggulan tingkat Internasional.

Hadirnya ketiga alat kesehatan dengan teknologi canggih ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota bogor, khususnya dalam mendeteksi lebih cepat, mengoptimalkan pelayanan, dan mengurangi tingkat kematian akibat penyakit jantung, kardiovaskular, kanker, dan stroke.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Nina Susana Dewi mengatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai merupakan salah satu faktor penunjang dalam meningkatkan kinerja profesional rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Inovasi pelayanan kesehatan juga diharapkan hadir di berbagai wilayah di Indonesia sebagai bentuk penguatan pelayanan kesehatan.

Ingin Ketenangan di Tempat Wisata? Kunjungi Setu Lebak Wangi di Parung

0

BOGOR, newsatu.com — Wisata Bogor tidak melulu berkutat di kawasan Puncak. Di daerah Parung, ada juga wisata hits yang murah meriah yaitu Setu Lebak Wangi.

Setu Lebak Wangi merupakan destinasi wisata baru di Desa Pamegarsari yang diresmikan 7 Oktober 2021. Hadir pada peresmian itu antara lain Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, Menteri BUMN Erick Tohor, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, hingga anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu.

Setu ini dikelola masyarakat, kolaborasi antara Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Ketua Bumdes Mekar Wangi, Desa Pamegarsari, Parung, Sanin Kurniawan menjelaskan pengembangan lokasi wisata ini sebenarnya sudah dilakukan selama 1,5 tahun belakangan. Namun selama tiga bulan terakhir memang begitu pesat karena bantuan sejumlah pihak.

“Awalnya ini memang program pemerintah. Mau nggak mau wisata ini jadi bagian dari usaha, maka dipegang oleh Bumdes. Lalu kebetulan ada Bang Adian Napitupulu. Alhamdullilah dikasi jalan sama beliau. Ada bantuan Kemendes dan BUMN,” kata Sanin, Rabu (10/11).

Tempat wisata ini menjadi salah satu lokasi nongkrong warga sekitar. Meski cuaca mendung, tampak puluhan orang yang duduk-duduk di pinggir danau atau minum kopi di Cafe Danau yang kekinian.

Kegiatan lainnya yang juga dapat dilakukan adalah menyewa sepeda air yang berbentuk bebek atau naik perahu mengelilingi Setu Lebak Wangi. Sewa sepeda air Rp10 ribu selama 15 menit, perahu Rp20 ribu per orang.

Karena masih baru dibuka, belum terlalu banyak wahana yang dapat traveler nikmati. Hanya saja, wisata Setu Lebak Wangi ini sangat cocok dikunjungi untuk traveler yang ingin mencari ketenangan.

Masuk ke Setu Lebak Wangi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Traveler hanya cukup membayar parkir sebesar Rp5 ribu.