Sabtu, Agustus 29, 2026
Beranda blog Halaman 31

Sungai Ogan Telan Korban, Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Jadi Korban Tenggelam

0

OGAN ILIR, NEWSATU – Suasana bahagia perayaan ulang tahun di tepian Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, berubah menjadi duka. Tiga pemuda terseret arus deras saat berusaha saling menolong ketika mandi di sungai, Sabtu (1/8/2026) sore.

Dari tiga korban yang tenggelam, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan hingga Minggu (2/8/2026).

Korban yang telah ditemukan yakni Arifebriansyah (18), warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (2/8/2026), di dasar Sungai Ogan dengan jarak sekitar 10 meter dari titik awal kejadian.

Sedangkan dua korban yang masih hilang adalah Rahman Udin (33), warga Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, serta Rizky Saputra (22), warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Diketahui, Arifebriansyah dan Rizky Saputra merupakan pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berasal dari Kabupaten Cilacap dan sedang menjalankan pekerjaan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Peristiwa tragis itu bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, lima orang yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan berkumpul di tepian Sungai Ogan, Kampung 5 Desa Rantau Alai, untuk bersantai sekaligus merayakan ulang tahun.

Ketika berada di lokasi, salah seorang laki-laki turun ke sungai untuk mandi. Namun nahas, korban tiba-tiba terseret arus yang cukup kuat.

Melihat rekannya dalam kondisi berbahaya, dua orang lainnya spontan turun ke sungai untuk memberikan pertolongan. Namun upaya penyelamatan tersebut justru berujung petaka, ketiganya ikut terseret arus dan tenggelam.

Laporan kejadian diterima Kantor SAR Palembang sekitar pukul 22.00 WIB. Tim Rescue kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Setelah melakukan pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Arifebriansyah dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ogan Ilir sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Memasuki hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan dua korban lainnya. Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan Sungai Ogan menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu milik warga.

Area pencarian diperluas hingga sekitar lima kilometer persegi dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim juga melakukan penyelaman di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, S.E., mengatakan seluruh unsur SAR Gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menemukan kedua korban yang masih hilang.

“Pada hari kedua ini kami mengerahkan seluruh potensi yang ada dengan melakukan penyisiran permukaan sungai dari dua sisi serta penyelaman di sekitar lokasi kejadian,” ujar Raymond.

Ia berharap kedua korban dapat segera ditemukan agar dapat dikembalikan kepada keluarga.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan tidak dikuasai kondisi perairannya,” tambahnya.

Operasi pencarian melibatkan personel Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat.

Basarnas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun perairan. Warga diimbau menghindari berenang di lokasi berarus deras, memperhatikan kondisi lingkungan, serta menggunakan alat keselamatan saat melakukan aktivitas di atas air. (ril)

Dorong Ketahanan Pangan 2026, Polres Muara Enim Bersama Pemkab Cek Potensi Lahan Bawang Putih

0

MUARA ENIM, NEWSATU – Mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih tahun 2026, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melakukan pengecekan langsung terhadap calon lokasi penanaman bawang putih di wilayah Kecamatan Semendo Darat Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sebelum memasuki tahap budidaya. Kapolres bersama jajaran meninjau sejumlah titik yang dinilai potensial, diawali dari Balai Benih Induk (BBI) Aur Duri di Desa Tenam Bungkuk, kemudian dilanjutkan ke lahan yang berada di Desa Gunung Agung.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kabid Hortikultura Kabupaten Muara Enim Ati, Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP M. Andrian, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., Kasat Intelkam AKP Eddy Tri Jauhariansyah, Waka Polsek Semendo Ipda Apriadi, Bhabinkamtibmas, Kepala BPP Semendo Darat Tengah Agus Riyanto, Kasi Hortikultura Heri, serta para penyuluh pertanian lapangan.

Kapolres Muara Enim bersama tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi lahan, mulai dari ketinggian wilayah, karakteristik tanah, tingkat keasaman (pH), luas area, ketersediaan sumber air, hingga berbagai kendala yang kemungkinan dapat menghambat proses penanaman.

Hasil pengecekan di BBI Aur Duri Desa Tenam Bungkuk menunjukkan lahan berada pada ketinggian sekitar 1.202 meter di atas permukaan laut (MDPL), dengan jenis tanah lempung dan tingkat keasaman tanah (pH) 6. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 1 hektare dengan sumber air berasal dari anak sungai. Namun, keterbatasan pasokan air pada waktu tertentu menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian.

Sementara itu, lokasi kedua di Desa Gunung Agung memiliki kondisi yang cukup mendukung dengan ketinggian sekitar 1.297 MDPL, jenis tanah lempung, pH tanah 5, serta luas lahan mencapai 2 hektare. Sumber air di lokasi tersebut berasal dari embung irigasi, sedangkan fasilitas penyimpanan hasil panen menjadi salah satu aspek yang perlu dipersiapkan.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang mengatakan, kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan teknis sebelum program penanaman bawang putih dilaksanakan.

“Pengecekan lahan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan kelayakan lokasi, sehingga program swasembada pangan bawang putih tahun 2026 dapat berjalan maksimal. Kami berharap program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP RTM Situmorang.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak, mulai dari Polri, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, dinas terkait, hingga para petani dan penyuluh pertanian.

Dengan potensi lahan pertanian di kawasan Semendo yang memiliki karakteristik dataran tinggi, program pengembangan bawang putih ini diharapkan mampu menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Muara Enim.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. (ril)

Sandy Pas Band Cerita Soal Kepergian Trisno Berjuang Lawan Sakit Sebelum Wafat

0

NEWSATU.COM – Berita duka datang dari dunia musik Indonesia. Bassist PAS Band, Bambang Sutrisno, atau akrab disapa Trisno, meninggal dunia Sabtu (1 /8), di RS Hermina Bandung. Trisno menghembuskan nafas terkahir di usia 55 tahun, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di ICU.

Kabar wafatnya Trisno pertama kali diungkap drummer PAS band, Sandy, melalui unggahan sosial media.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah saudara kami, bassist kami,” tulis Sandy di akun instagramnya.

Sandy mengungkapkan kondisi kesehatan Trisno sebenarnya sudah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, sang bassist terlihat tidak lagi dalam kondisi prima dan mulai menunjukkan sejumlah gejala yang mengkhawatirkan.

Trisno diketahui sempat berjuang melawan gagal ginjal hingga mengalami komplikasi berupa penyumbatan pembuluh darah di otak yang mengharuskannya menjalani operasi. Meski kondisinya terus memburuk, Trisno disebut sempat menolak saat diajak menjalani pemeriksaan ke rumah sakit. Rekan-rekannya pun harus membujuk dengan keras agar ia bersedia mendapatkan penanganan medis.

“Wah, pada saat dibawa ke rumah sakit tuh nggak mau, ngelawan nggak mau, nggak mau dibawa. Ya akhirnya dengan berusaha keras kita, akhirnya mau, dicek. Dua minggu yang lalu kita bawa ke rumah sakit dan dicek, akhirnya diketahui gagal ginjal. Sudah tinggal 5%,” ujar Sandy.

Hasil pemeriksaan lanjutan juga mengungkap adanya dua penyumbatan pembuluh darah di bagian kepala Trisno. Menurut Sandy, dokter menilai kondisi tersebut berisiko memicu stroke apabila tidak segera ditangani.

“Dan yang bikin lebih parah lagi adalah ada dua sumbatan di kepalanya, sumbatan pembuluh darah yang kalau dibiarkan bisa arahnya ke stroke. Jadi menurut dokter ini harus dioperasi. Harus dioperasi dan akhirnya dioperasi satu, sebelah kanan sini, dibuka,” ungkap Sandy.

PAS Band adalah kelompok musik rock alternatif asal Bandung yang dibentuk pada tanggal 1 April 1991. Mereka dikenal sebagai pelopor band independen (indie) pertama di Indonesia yang sukses menembus industri musik arus utama tanpa jalur instan.

Trisno merupakan salah satu pendiri PAS Band, bersama kakak kandungnya Bengbeng (gitaris), Yukie (Vokalis), dan Richard (Drummer).

Selamat jalan Trisno. Karya dan dentuman bassmu akan terus hidup.

Kasus Dugaan Kelalaian Jadi Sorotan, LSM APM Minta RS AR Bunda Evaluasi Total

0

PRABUMULIH, KORANPLUS.COM – Pelayanan kesehatan di RS AR Bunda Prabumulih kembali menjadi sorotan publik. Setelah mencuatnya dugaan kelalaian medis yang dialami seorang anak asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) meminta manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mutu dan kualitas pelayanan.

Ketua LSM APM, Adi Susanto, SE, didampingi Ketua DPD Abi Rahmat Rizki dan Sekretaris Jenderal Rendi Barlindo, menegaskan bahwa rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan yang profesional, aman, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Menurut Adi, munculnya berbagai keluhan masyarakat dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir harus menjadi alarm bagi manajemen rumah sakit agar segera berbenah.

“Rumah sakit jangan hanya berorientasi pada keuntungan semata. Mutu pelayanan dan keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat merasa dirugikan karena pelayanan yang tidak maksimal,” tegas Adi.

Sorotan tersebut semakin menguat setelah adanya kasus yang kini tengah diperjuangkan oleh keluarga seorang anak asal PALI. Keluarga tersebut menduga adanya kelalaian saat proses persalinan sekitar tujuh tahun lalu yang mengakibatkan anak mereka mengalami gangguan pada bagian tangan hingga diduga mengalami kecacatan.

Meski proses mediasi antara keluarga korban dan pihak rumah sakit telah dilakukan, hingga kini belum tercapai titik temu. Keluarga korban masih berharap rumah sakit bertanggung jawab terhadap pengobatan anak mereka hingga benar-benar pulih.

Di sisi lain, praktisi hukum di Kota Prabumulih juga menilai bahwa persoalan tersebut berpotensi menempuh jalur pidana apabila terdapat bukti adanya dugaan kelalaian yang memenuhi unsur tindak pidana.

Menyikapi kondisi tersebut, LSM APM mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar bagi sebuah rumah sakit. Apabila pelayanan terus menuai keluhan tanpa adanya perbaikan nyata, dampaknya akan sangat besar terhadap citra institusi.

“Kepercayaan masyarakat itu dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hilang hanya karena satu pelayanan yang buruk. Kalau keluhan seperti ini terus terjadi dan tidak segera dibenahi, masyarakat tentu akan berpikir dua kali untuk berobat di sana,” ujar Adi.

Ia menambahkan, penurunan kepercayaan publik pada akhirnya juga akan berdampak terhadap keberlangsungan rumah sakit itu sendiri.

“Kalau masyarakat sudah kehilangan kepercayaan, jumlah pasien bisa terus menurun. Tentu ini akan merugikan rumah sakit. Karena itu, kami berharap manajemen tidak menunggu persoalan semakin besar baru melakukan evaluasi,” katanya.

LSM APM juga mendesak manajemen RS AR Bunda Prabumulih agar melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga medis hingga pengawasan terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP).

Selain itu, mereka meminta agar setiap dugaan pelanggaran atau kelalaian yang dilakukan tenaga medis ditangani secara transparan dan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“SOP harus benar-benar ditegakkan. Jangan hanya menjadi dokumen administrasi. Pengawasan harus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban maupun keluhan masyarakat,” tegasnya.

LSM APM berharap kasus yang kini menjadi perhatian publik dapat menjadi momentum bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. (ril)

Chelsea Belanja Lagi! Wellbeck + Lacroix Resmi Merapat

0

NEWSATU.COM – Chelsea telah resmi mengumumkan perekrutan Danny Welbeck dari klub Premier League, Brighton and Hove Albion pada Sabtu (1/8). Penyerang yang telah mencatatkan 42 penampilan bersama tim nasional Inggris ini, sepakat dengan kontrak hingga tahun 2028, dan akan bergabung dengan skuad asuhan Xabi Alonso dalam tur pramusim kami.

“Saat mendengar adanya minat dari Chelsea, rasanya sungguh membanggakan,” ujar Welbeck. “Mengingat sejarah Chelsea, ini adalah klub yang berambisi meraih trofi dan terus berupaya mewujudkannya di setiap musim.

“Saya merasa sangat terhormat bisa bergabung dengan klub sebesar ini di momen yang terasa begitu istimewa. Saya sudah mengenal beberapa pemain di sini, serta telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan sang manajer dan sudah merasakan adanya kecocokan.

“Saya memiliki semangat yang membara dan siap memberikan segalanya bagi klub ini demi membuat semua orang di Chelsea, termasuk para pendukung, merasa bangga.” Kata Wellbeck usai perkenalan resminya berseragam Chelsea.

Welbeck tiba di Stamford Bridge dengan segudang pengalaman di level tertinggi. Ia telah mencatatkan 400 penampilan di Premier League, bermain di Liga Champions UEFA, serta mewakili Inggris dalam dua edisi Piala Dunia FIFA.

Ia mengawali kariernya bersama Manchester United dan memantapkan posisinya sebagai sosok kunci di bawah asuhan Sir Alex Ferguson; ia turut memenangkan gelar Premier League, dua kali menjuarai Piala Liga dan Community Shield, serta meraih gelar Piala Dunia Antarklub FIFA 2008.

Pemain berusia 35 tahun ini pindah ke Arsenal pada September 2014 dan menghabiskan lima musim bersama klub asal London Utara tersebut. Ia mencetak 32 gol dalam 126 penampilan serta memenangkan Piala FA dan Community Shield bersama The Gunners, sebelum kemudian melanjutkan kariernya ke Watford dan selanjutnya Brighton.

Welbeck mencatatkan lebih dari 200 penampilan bersama The Seagulls dan terus menunjukkan ketajamannya sebagai pencetak gol di Premier League, dengan torehan 26 gol di kompetisi kasta tertinggi tersebut selama dua musim terakhir.

Di kancah internasional, Welbeck memperkuat tim nasional senior Inggris selama delapan tahun. Ia mencetak 16 gol bagi The Three Lions dan menjadi sosok kunci di ajang Euro 2012.

Sebelum Wellbeck, Chelsea juga resmi mendatangkan pemain internasional Prancis, Maxence Lacroix, dari Crystal Palace. Bek berusia 26 tahun ini telah menyepakati kontrak di Stamford Bridge hingga tahun 2032 dan akan bergabung dengan rekan-rekan setim barunya di The Blues menjelang musim kompetisi 2026/27.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari klub hebat ini. Semua orang tahu reputasi legendaris Chelsea serta tradisi kemenangannya, dan menjadi bagian dari hal itu merupakan suatu kebanggaan,” ujar Lacroix.

“Kami ingin meraih kemenangan. Melihat kualitas para pemain di sini serta segala fasilitas yang dimiliki klub, hal itu adalah sesuatu yang bisa kami wujudkan. Ambisinya adalah memenangkan trofi, dan saya tidak sabar untuk memberikan kontribusi.” Pungkas Lacroix.

Dorong Ekonomi Desa, Kopdes Pangkul Mulai Lengkapi Armada Operasional

0

PRABUMULIH, NEWSATU – Pemerintah Desa Pangkul terus menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan operasional Koperasi Desa (Kopdes). Salah satu buktinya, satu unit mobil operasional resmi tiba di Desa Pangkul pada Sabtu (1/8/2026) sebagai sarana pendukung kegiatan koperasi yang akan segera beroperasi.

Kedatangan kendaraan operasional tersebut disambut antusias oleh Pemerintah Desa dan masyarakat. Mobil itu menjadi salah satu fasilitas penting yang akan digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas koperasi, mulai dari pelayanan kepada anggota, distribusi barang, hingga mendukung pengembangan unit-unit usaha yang akan dijalankan.

Kepala Desa Pangkul, Jakaria Yadi, SH., MM., mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pengadaan mobil operasional tersebut. Menurutnya, kehadiran kendaraan itu merupakan langkah awal menuju beroperasinya Koperasi Desa yang selama ini telah dipersiapkan secara matang.

“Alhamdulillah, satu unit mobil operasional untuk Koperasi Desa Pangkul sudah sampai di desa. Insya Allah dalam minggu-minggu ini akan datang lagi satu unit truk sebagai penunjang operasional. Ini menjadi pertanda bahwa Kopdes akan segera beroperasi sesuai kehendak dan harapan kita bersama,” ujar Jakaria Yadi.

Ia menjelaskan, keberadaan mobil operasional dan truk nantinya akan sangat membantu kelancaran aktivitas koperasi, terutama dalam mendukung distribusi hasil usaha maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin koperasi ini benar-benar hadir untuk masyarakat. Fasilitas operasional yang mulai kami lengkapi merupakan bentuk komitmen agar ketika Kopdes mulai berjalan, seluruh kegiatan dapat dilakukan secara maksimal, efektif, dan profesional,” katanya.

Jakaria menegaskan bahwa Koperasi Desa Pangkul tidak hanya dibentuk sebagai lembaga ekonomi semata, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa. Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperluas akses terhadap berbagai kebutuhan ekonomi.

“Harapan kami, Kopdes Pangkul mampu menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkembang. Koperasi harus menjadi milik bersama, dikelola secara transparan, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Desa Pangkul,” tambahnya.

Menurut Jakaria, dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan koperasi. Karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dijalankan oleh Kopdes.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membesarkan koperasi ini. Jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan semua pihak, saya optimistis Kopdes Pangkul akan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya.

Dengan mulai tersedianya sarana operasional berupa mobil dan dalam waktu dekat disusul satu unit truk, Pemerintah Desa Pangkul optimistis seluruh persiapan menuju operasional Koperasi Desa dapat segera rampung. Kehadiran Kopdes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, memperkuat sektor perdagangan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. 

Tim Beruang Hitam Kejar hingga Hutan, Pelaku Penusukan Maut di PALI Tak Berkutik

0

PALI, NEWSATU – Gerak cepat Satreskrim Polres PALI bersama Unit Reskrim Polsek Penukal Utara membuahkan hasil. Seorang pria berinisial YLS (23), pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, berhasil diringkus kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Pelaku ditangkap Tim Opsnal Beruang Hitam Satreskrim Polres PALI pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 10.45 WIB saat bersembunyi di kawasan hutan Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI.

Korban berinisial H (25) sebelumnya mengalami luka tusuk di bagian perut kiri akibat serangan pelaku di depan Pasar Turunan Gajah, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Luka yang dialami korban berakibat fatal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula ketika korban bersama tiga rekannya sedang berkumpul di pinggir jalan. Saat pelaku melintas, korban dan rekan-rekannya menyapa dan menanyakan tujuan perjalanan pelaku.

Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan setelah salah seorang saksi memegang lengan kiri pelaku. Diduga panik, pelaku langsung mencabut sebilah pisau yang diselipkan di pinggang kirinya dan menusukkannya ke arah perut kiri korban sebelum melarikan diri ke kawasan hutan.

Menerima laporan dari Polsek Penukal Utara pada Jumat dini hari, Tim Opsnal Beruang Hitam segera melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan informasi, serta menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pelarian tersangka.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pelaku berhasil ditemukan di kawasan hutan Desa Lubuk Tampui dan diamankan tanpa perlawanan. Selanjutnya, tersangka dibawa ke Mapolres PALI untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah pisau yang diduga digunakan saat kejadian, pakaian, celana pendek, serta sepasang sandal milik tersangka.

Kapolres PALI, AKBP Januar Kencana Setia Persada, mengapresiasi kerja cepat personel Satreskrim Polres PALI dan Polsek Penukal Utara yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat personel sejak laporan diterima. Saya mengapresiasi Tim Opsnal Beruang Hitam Satreskrim Polres PALI bersama personel Polsek Penukal Utara yang bergerak cepat sehingga pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian,” ujarnya.

Kapolres menegaskan, pengungkapan perkara ini menjadi bukti komitmen Polres PALI dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa keadilan kepada korban sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten PALI,” tegas AKBP Januar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (ril) 

Berbekal Laporan Warga, Satres Narkoba Polres Musi Rawas Ungkap Peredaran Sabu

0

MUSI RAWAS, NEWSATU – Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Rawas kembali berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu. Seorang pria berinisial AF (20) diamankan Tim Elang Musi dalam operasi yang digelar di Desa Tanah Periuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, Kasat Reserse Narkoba Polres Musi Rawas Iptu Jemmy Amin Gumayel, S.H., M.M. langsung memerintahkan Tim Elang Musi melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan informasi tersebut akurat, petugas bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan AF di sebuah rumah tanpa perlawanan.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan tujuh klip plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat bruto 2,98 gram. Selain itu, petugas juga menyita dua skop plastik, dua pyrex kaca, satu timbangan digital, serta satu alat hisap sabu yang diduga digunakan untuk aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Seluruh barang bukti bersama tersangka kemudian dibawa ke Satres Narkoba Polres Musi Rawas untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan menunjukkan AF juga positif mengandung metamfetamina berdasarkan tes urine yang dilakukan penyidik. Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan keterlibatan tersangka dalam tindak pidana narkotika.

Atas perbuatannya, AF dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kasat Reserse Narkoba Polres Musi Rawas, Iptu Jemmy Amin Gumayel, mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung menerjunkan Tim Elang Musi untuk melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti. Penyidikan akan terus kami kembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lainnya,” tegas Iptu Jemmy.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di seluruh wilayah hukum.

Menurutnya, setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat, profesional, dan sesuai prosedur sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran narkoba. (ril) 

SEA V CUP 2026 – Usai Dilibas Thailand, Timnas Voli Putri Indonesia Digilas Vietnam

NEWSATU.COM — Langkah Timnas voli putri Indonesia pada ajang SEA V Cup Putri 2026 putaran pertama kian terjal. Bertanding di Dong Anh Gymnasium, Hanoi, Sabtu (1/8), Skuad Merah Putih harus mengakui keunggulan tuan rumah Vietnam dengan skor 1-3 (25-20, 15-25, 19-25, 20-25).

Hasil pahit ini menjadi kekalahan beruntun bagi Indonesia setelah pada laga pembuka sebelumnya juga dipaksa takluk 1-3 dari Thailand.

Padahal, anak-anak asuh Marcos Sugiyama sejatinya membuka laga dengan sangat menjanjikan. Mengandalkan enam pertama yakni Namira Marandanti, Chelsa Berliana, Medi Yoku, Ersandrina Devega, Tisya Amallya, dan Arsela Nuari, Indonesia tampil percaya diri di tengah tekanan ribuan suporter lawan hingga mengamankan set pertama dengan keunggulan 25-20.

Inkonsistensi dan Tembok Kokoh Vietnam

Sayangnya, momentum emas itu gagal dipertahankan. Memasuki set kedua, Vietnam bangkit menggelegar melalui servis agresif dan pertahanan benteng blok yang sangat rapat. Serangan Indonesia dibuat frustrasi hingga tertahan telak 15-25.

Dominasi Vietnam kian tak terbendung di set ketiga. Kendati Sugiyama sempat menjajal rotasi dengan memasukkan pemain muda Venisa Dwi Oktaviani dan Syelomitha Wongkar di posisi opposite hitter, Vietnam terus memanen poin dari blok-blok mematikan. Set ketiga pun lepas dengan skor 19-25 untuk keunggulan tuan rumah 2-1.

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh, menyoroti masalah konsistensi dan eror fatal di momen krusial sebagai penyebab utama kekalahan ini.

“Timnas putri memulai pertandingan dengan baik dan berhasil memenangi set pertama. Namun, Vietnam tampil lebih konsisten pada set-set berikutnya, sementara Indonesia masih melakukan kesalahan sendiri pada poin-poin penting,” aku Luciana.

Eksperimen Posisi Medi Yoku Belum Membuah Hasil

Memasuki set keempat, pelatih Marcos Sugiyama melakukan perjudian taktik dengan menggeser Medi Yoku dari outside hitter menjadi opposite hitter, sementara posisi outside diserahkan kepada Putri Agustin. Rotasi pengumpan juga dilakukan dengan memasukkan Arneta Putri menggantikan Tisya Amallya.

Perubahan skema ini sempat menipiskan jarak angka menjadi 15-18. Namun, Vietnam yang tampil sangat dingin di poin-poin kritis tak memberi ruang bagi Indonesia untuk bangkit. Tuan rumah akhirnya mengunci set keempat dengan skor 25-20 sekaligus membungkus kemenangan 3-1.

Kekalahan ini bakal menjadi bahan evaluasi total bagi tim pelatih sebelum Skuad Merah Putih melakoni laga pamungkas putaran pertama melawan Filipina.

“Hasil ini menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk terus memperbaiki performa dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya melawan Filipina,” tandas Luciana.***

Rio Ferdinand dan Khalid Ikramullah Sukses Bawa Diklat ISA Unggul 2-0 atas Bintang Ragunan

0

NEWSATU.COM — Pertarungan sengit kaya taktik tersaji pada lanjutan Liga Jakarta U17 di Lapangan Sintetis 2 Pancoran Soccer Field, Sabtu (1/8). Diklat ISA sukses mengamankan tiga poin penuh usai menyudahi perlawanan gigih Bintang Ragunan dengan skor 2-0.

Dua gol kemenangan Diklat ISA masing-masing dilesakkan oleh Rio Ferdinand pada menit ke-39 serta aksi ciamik Khalid Ikramullah di menit ke-58.

Kemenangan ini tak diraih dengan mudah oleh Diklat ISA. Menghadapi Bintang Ragunan yang sadar kalah kualitas materi pemain, laga berjalan dengan dominasi penuh dari Diklat ISA yang harus memutar otak menembus tembok tebal lawan. Bisa dibilang, Bintang Ragunan lakukan aksi parkir bus.

Strategi Bertahan Agar Tak Babak Belur

Pelatih Bintang Ragunan, Teuku Chairul Wisal, secara terbuka mengakui bahwa timnya sengaja mengusung strategi bertahan total sejak peluit awal dibunyikan untuk meredam agresivitas lawan.

“Saya tahu kualitas mereka lebih baik, jadi upaya kami adalah bagaimana agar kami tidak banyak kebobolan. Kalau kami berani bermain terbuka, bisa-bisa kami babak belur,” ujar Coach Teuku terus terang.

Di sisi lain, juru taktik Diklat ISA, Rayandi Zulfikar, bersyukur anak asuhnya tetap tenang dan disiplin menjalankan skema permainan hingga mampu mengamankan hasil positif.

“Anak-anak bermain sesuai instruksi. Apa yang kami latih dalam persiapan, bisa kami terapkan dalam pertandingan,” kata Rayandi.

Meski demikian, Rayandi mengakui pertahanan rapat Bintang Ragunan yang mengombinasikan middle block dan low block sempat membuat lini serangnya frustrasi memburu celah.

“Yang bisa kami lakukan hanya menunggu momen yang tepat untuk menerobos pertahanan lawan,” tambah Rayandi.

Momen kunci yang dinanti itu akhirnya tiba di menit-menit akhir babak kedua. Khalid Ikramullah melihat celah dan melepaskan tembakan spekulasi lambung terukur dari luar kotak penalti. Bola melengkung indah memperdaya kiper, mengenai tiang jauh, lalu melesak masuk ke dalam gawang Bintang Ragunan untuk mengunci skor menjadi 2-0.

Rekap Hasil Pertandingan Lengkap Sabtu (1/8/2026)

Selain duel taktis Diklat ISA vs Bintang Ragunan, rangkaian laga sengit juga berlangsung di ajang Liga Soeratin U15 dan Liga Jakarta U17 pada hari yang sama:

Hasil Liga Soeratin U15:

  • Toyo Haryono 0 – 5 PSF FA
  • Bina Taruna 4 – 0 Tunas Indonesia
  • Bina Mutiara 4 – 0 UMS
  • Rorotan United 1 – 0 Real Jakarta

Hasil Liga Jakarta U17:

  • Satria Sanggeni 1 – 0 Putra Nusantara
  • Diklat ISA 2 – 0 Bintang Ragunan