Kamis, Agustus 27, 2026
Beranda blog Halaman 250

Tanda Kehormatan Dianugerahkan Presiden bagi 300 Nakes yang Gugur

0

JAKARTA, newsatu.com — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa kepada 300 tenaga kesehatan yang telah gugur dalam penanganan COVID-19.

Melalui Keputusan Presiden RI nomor 110/TK/TAHUN 2021 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa, Presiden Jokowi menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama kepada 223 tenaga kesehatan tersebut, dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya kepada 77 tenaga kesehatan.

Tanda Kehormatan Bintang Jasa diberikan kepada 3 orang perwakilan ahli waris yang mewakili profesi Dokter, Perawat, dan Bidan. Perwakilan penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Alm dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG (K)-KFM,MARS, Dokter RSUP Sanglah Denpasar, dan Almh Sucilia Indah, AMK, Perawat RSUP Sitanala, Tangerang.

Sementara perwakilan penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya diberikan kepada Almh Emialoina Lasia Carolin, AM.Keb, Bidan Puskesmas Kec  Pesanggrahan, Jaksel .

“Tanda Kehormatan Bintang Jasa tersebut diberikan atas perjuang mereka para dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya yang gugur dalam penanganan pandemi. Kementerian Kesehatan akan selalu mengenang jasa-jasa mereka,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Rabu (10/11) di Jakarta.

223 Penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Pratama:
1. Almh dr. Yulia Sri Susanti, Sp.PD, Dokter pada RSUD  Selasih Riau;
2. Almh dr. Ferra Aryana, Dokter pada Puskesmas Poncowarno Kalirejo, Lampung Tengah;
3. Almh dr. Muna Hasnita Harahap, Dokter pada Puskesmas Langsa Lama, Kota Langsa;
4. Alm dr. Uding Pramudya, Dokter pada Puskesmas Cipancuh Kab  Indramayu;
5. Alm dr. Lutfi Nurzaman, Dokter Puskesmas Karangnunggal, Kab  Tasikmalaya;
6. Almh dr. Sylvia Alviodita, Dokter Puskesmas Kec. Cengkareng, Jakbar;
7. Almh dr. Early Susan Balkani, Dokter pada RSUD Tani dan Nelayan, Kab  Boalemo;
8. Alm dr. Kunadi, Sp.S, Dokter pada RSUD Dr. Soegiri Lamongan;
9. Alm dr. Winardi Kahdar, Dokter Puskesmas Tarogong, Kab  Garut;
10. Alm dr. Mohammad Fahlevy, Sp.OG, Dokter RS Kartika Cibadak, Sukabumi;
11. Alm dr. H. M. Suaidi, Dokter pada RS Bhayangkara Tk. III Indramayu;
12. Almh dr. Yurika Maryanti, Sp.A, Dokter pada RS Satri Medika Mustikajaya, Kota Bekasi;
13. Almh dr. Nidya Ayu Respati Ayomi, Dokter RSUD Teluk Wondama;
14. Alm dr. Agus Mulyadi, Sp.B-KBD, Dokter pada RSUD Banyumas;
15. Almh dr. Asriningrum, Sp.S, Dokter pada RS Islam Siti Hajar Mataram;
16. Alm dr. Bambang Nugroho, Dokter Puskesmas Kec  Kelapa Gading;
17. Alm dr. Budi Prasetyo, Dokter pada Puskesmas Kedokan Bunder;
18. Alm dr. Abdul Jaelani, Dokter pada RSUD  M.A. Sentot Patrol;
19. Alm dr. Aldela Fitriyanto, Sp.P, Dokter pada RSUD  dr. Abdoer Rahem Kab  Situbondo;
20. Alm dr. Ananda Indrawan Prabowo, Dokter pada RS Umum Islam AsySyifaa Bandar Jaya;
21. Alm dr. Aulia Silkapianis, Dokter pada RSUD  Arosuka, Solok;
22. Alm dr. Jati Listyanto Pujo, Sp.An, KIC, Dokter pada RS Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang;
23. Alm dr. Kamaruddin Askar, Dokter pada RS Awal Bros Bekasi Timur;
24. Alm dr. Muhammad Ali Apriansyah, Sp.PD, Dokter pada RS Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang;
25. Alm dr. Rusdianto, Sp.M(K), Dokter pada RS Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang;
26. Alm dr. Aloysius Septiarko, Sp. A, Dokter pada RSUD  Karanganyar;
27. Alm dr. Sjaiful Ichwansjah Biran, Sp.PD, Dokter pada RS Ibu dan Anak Kenari Graha Medika;
28. Alm dr. Sonny Saksono Cahyo, Dokter pada Puskesmas Gubug I;
29. Alm dr. Yudha Rizky Kusuma, Sp.OG, Dokter RS Umum Mitra Siaga;
30. Alm dr. M. Rasyid, Sp.An, Dokter pada RS Umum Puri Asih;
31. Alm dr. Gunawan, Dokter pada Puskesmas Mojolaban;
32. Alm dr. H. Heri Purwanto, Dokter pada Puskesmas Kedawung;
33. Almh dr. Lilik Fauziyah, Dokter pada RSUD  Waru Pamekasan;
34. Alm dr. Rovi Panji Mustiko Aji, Sp.PA, Dokter pada RSUD  Kraton Kab. Pekalongan;
35. Alm dr. Zohal Budi Santosa, Dokter pada Puskesmas Banguntapan II;
36. Alm dr. Taufiq Sakti Noer Hidayat, Sp.BP RE, M.M., Dokter pada RSUD Cibabat Kota Cimahi;
37. Alm dr. R. Antonius Yosef Kwinsiyanto Probo Hendrarto, Dokter pada RS Brayat Minulya Surakarta;
38. Alm dr. Nanang Natawiredja, Dokter pada RS Citra Harapan Medan Satria Kota Bekasi;
39. Alm dr. Abdul Mursid, Dokter pada Puskesmas Nguntoronadi II Dinkes Kab. Wonogiri;
40. Almh dr. Sri Maryati, Dokter pada RSUD Ngimbang Kab  Lamongan;
41. Alm dr. Muhammad Himawan Nugroho, Sp.PD, Dokter pada RSUD Sibuhuan Kab  Padang Lawas;
42. Alm dr. Yohanes Didik Purwo Saputro, Sp.OG, Dokter pada RSUD Ragab Begawe Caram Kab  Mesuji;
43. Almh dr. Sri Haryati, M.Kes., Sp.KKP, Dokter pada RSD Mayjend. HM. Ryacudu Kotabumi Kab. Lampung Utara;
44. Alm dr. H. Efrizal, Dokter pada RSUD Kota Prabumulih;
45. Alm dr. Hindriyanto, Sp.P, Dokter pada RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo Surakarta;
46. Alm dr. Idin Lagalanti, Dokter pada RSUD Anuntaloko Kab  Parigi Moutong;
47. Almh dr. Sri Kunmartini, Sp.PD, Dokter pada RS Hermina Mekarsari Kab  Bogor;
48. Almh dr. Syukriati, Sp.An, Dokter RS Balikpapan Baru Balikpapan;
49. Almh dr. Yudia Supradini, Dokter pada Puskesmas Selopuro Kab  Blitar;
50. Almh dr. Heny Jasaningsih, Dokter Puskesmas Sukomulyo Kab  Gresik;
51. Alm dr. Agyan Reswanendro, Dokter RSUD Balikpapan Kota Balikpapan;
52. Alm dr. I Ketut Surya Negara, Sp.OG (K)- KFM, MARS, Dokter pada RSUP Sanglah Denpasar;
53. Almh dr. Tetrani Wasitaningtias, Sp.PD, Dokter pada RSI Harapan Anda Kota Tegal;
54. Alm dr. Herman Sutanto, Sp.Rad, Dokter pada RSIA Gebang Medika Kota Tangerang;
55. Alm dr. Azami Denas Azinar, Sp.OG, Dokter pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya;
56. Alm dr. Dimas Oktariyanto, Dokter pada RSUD dr. R. Soetrasno Rembang;
57. Alm Prof. dr. Suhatno, Sp.OG (K) Onk, Dokter RS Husada Utama Surabaya;
58. Alm dr. Hendra Lunardhi, Sp.B, Dokter RS Bhayangkara Kediri;
59. Alm dr. Sulasno, Sp.An., Dokter pada RS Keluarga Kita Tangerang;
60. Alm dr. H. Hizbullah Aschabul Jamin, Sp.JP, FIHA, FAsCC, Dokter RS Permata Cirebon;
61. Alm dr. Lukman Haaris, Dokter Puskesmas Nagreg Kab  Bandung;
62. Alm dr. H. Andri Suhartono, Dokter pada RS Pertamina Cirebon;
63. Alm dr. Trihardjo Saelan, Sp.PD, MARS, Dokter pada RS Kristen Mojowarno Jombang;
64. Almh dr. Meira Kurnia Dewandari, Dokter pada Puskesmas Kec  Kramat Jati Jaktim ;
65. Almh dr. Miryam Mona Dian Pinontoan, M.Kes., Sp.PD, Dokter pada RS GMIM Siloam Sonder Kab  Minahasa Utara;
66. Alm Dr. dr. Nazwir Nazar, Sp.B-FINACS, Dokter (Guru Besar) pada Univ  Sumut ;
67. Alm Ali Subaidi Tasrif, S.Kep., Ners, Perawat Puskesmas Margoyoso;
68. Alm G. Hari Krisnamurti W., Perawat pada RS Umum Keluarga Sehat;
69. Alm Gito Utama, S.Kep., Ners, Perawat pada Puskesmas Sulang;
70. Alm H. Tarjim, S.Kep., Ners, Perawat Puskesmas Kiajaran Wetan;
71. Almh Kusmiati, Perawat pada RS Umum Pelita Anugerah;
72. Alm Maksum, S.Kep., Ners, Perawat pada Puskesmas Mantup;
73. Alm Moh. Dakhirin, Perawat pada Puskesmas Wonosalam I;
74. Alm Purnomo, Perawat pada Puskesmas Winong I;
75. Alm Sumarsono, A.MK, Perawat pada RSUD  dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo;
76. Alm Sudibiyantoro, S.Kep., M.Kes., Perawat RSUD  Abdul Wahab Sjahranie;
77. Alm Angga Pramudya, S.Kep., Ners, Perawat pada RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro;
78. Alm Hendra Heryanto, Perawat pada RSUD  Subang;
79. Almh Jubaedah, Perawat pada RS TK.IV Daan Mogot, Tangerang;
80. Alm Subagiyo, S.Kep., Ners, Perawat pada Puskesmas Bringkoning Kab  Sampang;
81. Alm Tri Sutrisno, Perawat Puskesmas Pangean Kab. Kuantan Singingi;
82. Alm Sofian Hadi, S.Kep., Ners, Perawat RS Siloam Bekasi Sepanjang Jaya;
83. Almh Ari Asih Ardiani, A.M.K., Perawat pada RS Bethesda Yogyakarta;
84. Alm Barkah Rusdianto, Perawat pada RSUD Dr. Soedirman Kebumen;
85. Alm Muhammad Mahfud, Perawat pada RSI Sultan Agung Semarang;
86. Almh Nana Rihana Junianti, Perawat RS Bhayangkara Tk. III Indramayu;
87. Alm Asy Ichsan Yakub, Perawat RS Tk. IV 03.07.01 Kencana Serang;
88. Almh Dinny Kurniasih, Perawat Puskesmas Kec  Cipayung Jaktim ;
89. Alm Imam Suradi, Perawat RS Agisna Medika Sidareja Kab. Cilacap;
90. Alm Abdul Rochim, S.Kep.Ners, Perawat RSUD  Prof. Dr. Soekandar;
91. Alm Agus Supriyanto, Perawat pada Puskesmas Sidoharjo;
92. Alm H. Ahmadi, S.Kep.Ns, Perawat pada Puskesmas Sumberrejo;
93. Alm Alif Suhermanto, A.Md.Kep., Perawat pada RS Fathma Medika;
94. Alm Arief Nurrochman, Perawat pada RSUD  Tidar Magelang;
95. Alm Arif Hidayat, Perawat pada Puskesmas Peterongan;
96. Alm Arif Mulhan, Perawat RSUD  Sultan Syarif Mohammad Alkadri;
97. Almh Dhoyo Hadi Kushandayani, Perawat Puskesmas Kec  Pancoran;
98. Almh Dhyah Fitria Sari, Perawat RSUD  Ir. Soekarno Kab  Sukoharjo;
99. Almh Dina Kania Dewi, A.M.K., Perawat Puskesmas Bojong Nangka;
100. Alm Doni Hermawan, Perawat pada Puskesmas Ngadiluwih;
101. Almh Dwi Candra Mardiana, Perawat Puskesmas Wonosalam II;
102. Alm Edi Suprapto, S.Kep., Ners, Perawat pada RSUD  Sidoarjo;
103. Alm Eko Prasetyo, Perawat pada RSUD  Kraton Kab. Pekalongan;
104. Almh Eni Yulistyowati, Perawat pada RS Umum Prima Medika;
105. Almh Fauziatunnisak.Am.Kep, Perawat Puskesmas Banding Agung;
106. Almh Febri Candrawati, Perawat pada RSUD  Kab  Kediri;
107. Alm Galuh Praja Wirabumi, Perawat pada RSUD  Ngimbang;
108. Alm H.Winata, A.Md.,Kep, Perawat pada Puskesmas Tambi;
109. Alm Hendrik Suwarno Putro, Perawat pada Puskesmas Sambirejo;
110. Alm Hendro Darmono, Perawat pada Puskesmas Kebondalem;
111. Almh Ike Yulianti, S.Kep., Ns, Perawat RSUD  dr. H. Moh. Anwar;
112. Almh Indraningtyas Putri Purnamasari, Perawat pada RSUD  K.R.M.T. Wongsonegoro;
113. Almh Isma Maryani, A.M.K., Perawat pada RSUD  Koja;
114. Almh Khusnah Ulfa, Perawat pada RSUD  Sidoarjo;
115. Almh Lutfiyah Ningsih, Perawat pada RSU Mitra Keluarga Waru;
116. Alm Marthen Lawarissa, Perawat pada RSKD Provinsi Maluku;
117. Alm Moh Ishaq, S.Kep.Ns, Perawat Puskesmas Baureno Bojonegoro;
118. Alm Muhammad Holis, Perawat pada Puskesmas Rambipuji;
119. Almh Ni Putu Dian Adi Savitri, Perawat pada RSUD  Tabanan;
120. Almh Ns. Mastaulina Damanik, S. Kep, Perawat RS Umum Prikasih;
121. Almh Ns. Puri Septia Anggraini, A.Md. Kep, Perawat pada RS Umum Yukum Medical Centre;
122. Alm Ns. Slamet Setia Budi, S.Kep., Perawat pada RSUD  Koja;
123. Almh Nurhayati, Perawat pada Puskesmas Gandoang;
124. Almh Nurhuda, AM.Kep, Perawat Puskesmas Buay Sandang Aji;
125. Almh Nurila Maslakhah, Perawat pada Puskesmas Brondong;
126. Alm Puguh Santosa, A.Md.Kep., Perawat Puskesmas Plumbon Gambang;
127. Almh Rahayu Puji Astutik, Perawat RSU Mitra Keluarga Surabaya;
128. Almh Resmiati, Perawat pada Puskesmas Masni;
129. Almh Rossalina Adiyah Retnawati, Perawat RSUD  Taman Husada;
130. Almh Shindi Septia Shandra, Perawat RS Mitra Medika Pontianak;
131. Almh Sucilia Indah, A.M.K., Perawat RSUP Dr. Sitanala Tangerang;
132. Alm Sucipto, Perawat pada Puskesmas Balongpanggang;
133. Alm Supardi, Perawat pada Puskesmas Kuwarasan;
134. Almh Tantri Wahyu Widiastuti, Perawat pada RSUD Banyumas;
135. Almh Trice Ratnaningtyas, Perawat RS Umum Telogorejo Semarang;
136. Almh Tuti Setyawati, A.Md.Kep, Perawat pada Puskesmas Unyur;
137. Alm Wahyu Sisbagio, Perawat pada RS Umum PMI Bogor;
138. Alm Yusup Winarno, Perawat pada Puskesmas Bayah;
139. Almh Zuli Aminatu Zahriyah,Amd.Kep, Perawat pada RS Umum Muhammadiyah Lamongan;
140. Alm Sri Mulyono, Perawat RS Kristen Mojowarno Jombang;
141. Almh Mia Sonia, S.Kp., Perawat pada UPTD Puskesmas Purwaharja 2 Kota Banjar;
142. Alm Sutrisno, Perawat pada RSUD dr. M. Ashari Kab  Pemalang;
143. Almh Sunartiatin, Perawat pada RSUD Kab  Kediri;
144. Almh Muryanih, Perawat pada RS Mitra Husada Teluk Naga Tangerang;
145. Alm Pradhipta Setya Nugrahta, Perawat pada Puskesmas Kec  Pademangan Jakut ;
146. Almh Ayu Ariyani, Perawat pada Puskesmas Kelapa Kab  Bangka Barat;
147. Almh Sri Nurjiasih, Perawat pada RSUD dr. M. Ashari Kab  Pemalang;
148. Almh Chantika Oktriani Putri, Perawat pada RS Brayat Minulya Surakarta;
149. Alm Agus Riyanto, Perawat pada Puskesmas Bandar I Kab  Batang;
150. Almh Ani Sri Utami, A.M.K., Perawat pada RS Adi Husada Kapasari Surabaya;
151. Almh Kartika Ayu Ardini, Perawat pada Puskesmas Twano Entrop Kota Jayapura;
152. Alm Endak, Perawat pada Puskesmas Siding Kab  Bengkayang;
153. Alm Handri Susanto, Perawat pada RSUD dr. Soedono Madiun;
154. Alm Kekal Subiyanto, Perawat pada Rumkital Dr. Komang Makes Belawan Medan;
155. Almh Siti Andayani, Perawat pada Puskesmas Sukanegara Kab. Lampung Tengah;
156. Almh Anggita Dewi Nafiatul Aminah, Perawat pada RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo Surakarta;
157. Almh Mishartuti, Perawat pada Puskesmas Cempaka Putih Kota Banjarmasin;
158. Almh Nuri Priyandini, Perawat pada RS Panti Bhaktiningsih Kab  Oku Timur;
159. Almh Uji Lestari, Perawat pada RSUD Limpung Kab  Batang;
160. Almh Lailatul Latifah, Perawat pada RSUD Sunan Kalijaga Kab  Demak;
161. Alm Maskup, Perawat pada Puskesmas Prajekan Kab  Bondowoso;
162. Alm Indra Purnama, Perawat pada Puskesmas Tebing Geriting Kab  Ogan Ilir;
163. Alm Indrawan Susanto, Perawat pada Puskesmas Poncowati Kab  Lampung Tengah;
164. Alm Mujtahid, Perawat pada Puskesmas Panceng Kab  Gresik;
165. Almh Puput Putriani Indrajati Rosmana, Perawat pada Puskesmas Timika Kab  Timika;
166. Alm Anwar Sobirin, Perawat pada RSUD Alimuddin Umar Kab  Lampung Barat;
167. Almh Entin Kartina, Perawat pada Puskesmas Ciampea Kab  Bogor;
168. Almh Nanda Ega Rahmawati, Perawat pada RSUD dr. R. Soetrasno Rembang;
169. Alm Suparto, Perawat pada Puskesmas Gaya Baru V Kab  Lampung Tengah;
170. Almh Diyah Ayu Kusumasari, Perawat pada RSUD Bung Karno Kota Surakarta;
171. Almh Iva Widi Astutik, Perawat pada RS Muji Rahayu Surabaya;
172. Almh Marti Wahyu Nindriana, Perawat pada RS Husada Utama Surabaya;
173. Almh Rosdiana Tondang, Perawat pada Puskesmas Sekaran Kota Semarang;
174. Alm Syarif Nazarudin, Perawat pada Puskesmas Sukadana Kab  Kayong Utara;
175. Alm H.Darus, S.Kep., Ners, Perawat pada RSUD Ibnu Sina Kab  Gresik;
176. Almh Deris Pita Pitriyani, Perawat pada RSUD Kalijaga Kab  Demak;
177. Alm Hanafi, Perawat pada Puskesmas Teluk Dalam Kota Banjarmasin;
178. Alm Muhammad Rusdianoor Noviawan, Perawat pada Puskesmas Jambu Hilir Kab  Hulu Sungai Selatan;
179. Almh Purwantari, Perawat pada Puskesmas Baureno Kabupeten Bojonegoro;
180. Alm H. Mushollin, S.Kep., Ners, Perawat pada Puskesmas Soko Kab  Tuban;
181. Alm Tamyis Mashuri, Perawat pada RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto;
182. Alm Agus Rianto, Perawat pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya;
183. Almh Fitri Purwanti, Perawat pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya;
184. Almh Maimunatun, A.M.K., Perawat pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya;
185. Almh Nia Widyarti, A.Md.Kep, Perawat pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya;
186. Almh Sri Muwarni, Perawat pada Puskesmas Montong Kab  Tuban;
187. Almh Derliana Mantow, Perawat pada RS Cahya Kawaluyan Kab  Bandung Barat;
188. Alm Slamet Priyanto, Perawat pada Puskesmas Sooko Kab  Mojokerto;
189. Almh Tabah Riau Ningsih, Perawat pada RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Kab  Purbalingga;
190. Almh Vika Dwi Noviyanti, Perawat pada Puskesmas Licin Kab  Banyuwangi;
191. Alm Prof. Dr. H. Kusnanto, S.Kp.M.Kes., Perawat (Guru Besar) pada Univ  Airlangga;
192. Alm Dekrit Moekti Soekarno, A.Md.Kep, Perawat pada RS Karya Husada Cikampek Kab. Karawang;
193. Almh Desi Ikasari, Bidan pada RSUD Dr. Soedirman Kebumen;
194. Almh Gusti Ayu Kristina Aridewi, Bidan pada RSUD  Bali Mandara Provinsi Bali;
195. Almh Dewi Fauziyah, Bidan pada RSUD dr. M. Ashari Kab  Pemalang;
196. Almh Anita Sari, Bidan pada RSI Garam Kalianget Kab  Sumenep;
197. Almh Reni Rosmiati, Bidan pada RSUD dr. Slamet Kab  Garut;
198. Almh Endayanti, Bidan pada RSKIA Sawojajar Bogor;
199. Almh Nuraini Sianturi, A.Md.Keb, Bidan pada Puskesmas Cimareme Dinkes  Kab  Bandung Barat;
200. Almh Muryani, Penata Anestesi pada RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten;
201. Alm Sutikno, S.Kep.Ns, Penata Anestesi pada RSUD Kota Yogyakarta;
202. Alm H. Sujarwan, S.Kep., Penata Anestesi pada RS TK.III DR R Soeharsono Banjarmasin;
203. Almh Ribut Pudji Astuti, Str. AK, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RS Umum Tk.IV Tegal;
204. Almh Suzan Febrianty, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RSU Proklamasi Rengasdengklok Kab. Karawang;
205. Alm Gatot Subarianto, A.Md, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RSUD  dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo;
206. Almh Melindha Gesang, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RS St. Carolus Summarecon Serpong;
207. Alm Toto Susanto, AMAK, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RSUD  Koja;
208. Alm Anton Yuntarso, S.T, M.Si., Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya;
209. Almh Maharani Ayu Puspitasari, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RS PHC Surabaya;
210. Almh Bettris Nova Andini, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada Mayapada Hospital Jaksel ;
211. Almh Ni Made Indah Kusuma Dewi, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada RSUP Sanglah Denpasar;
212. Almh Tiara Sani Ardiana, S.Far, Apt., Apoteker pada RS Umum Islam Jakut;
213. Almh Apt. Ery Supriyanti, S.Farm, Apoteker pada RSUD Kota Depok;
214. Alm Apt. Drs. Achmad Arief Hariyadi, MPH, Apoteker pada RSUD Tidore Malut ;
215. Alm M. Irwansyah Harahap, Radiografer pada RS Paru Dungus Madiun;
216. Alm Dandis Priyo Atmojo, Radiografer pada RS Delta Surya Sidoarjo;
217. Alm Ony Hendra Ardiawan, A.Md.Rad, Radiografer pada RSUD Citra Medika Sidoarjo;
218. Almh Mugi Lestari, Radiografer pada RSU Karsa Husada Malang;
219. Alm I Wayan Sukanata, Sst, Radiografer pada RSUP Moh. Hoesin Palembang;
220. Almh Desi Mega Mentari, A.Md.Rad, Radiografer pada RSU Pindad Malang;
221. Almh Lisnawati, Terapis Gigi dan Mulut pada RS Betsaida;
222. Alm Egar Prasetya, Sanitarian pada RS Paru Respira Yogyakarta;
223. Almh Rindy Astike Dewanty, S.K.M., Sanitarian pada RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

77 penerima Tanda Kehormatan Bintang Jasa Nararya, antara lain:
1. Alm Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna,Sp.OG (K-Onk), Dokter (Guru Besar) pada Univ  Hasanuddin;
2. Alm Prof. Dr. dr. Boedi Warsono Sp.PD, KHOM, PGD, Pall Med (ECU), FINASIM, Dokter (Guru Besar) pada Univ  Airlangga;
3. Alm Prof. Dr. dr. Chandra Kusuma, Sp.A (K), Dokter (Guru Besar) pada Univ  Brawijaya;
4. Alm Prof. Dr. dr. Hendrian Dwi Koloso Soebagjio, Sp.M (K), FICS, Dokter (Guru Besar) pada Univ  Airlangga;
5. Alm Prof. Dr. dr. Dewa Nyoman Wirawan, MPH, Dokter (Guru Besar) pada Univ  Udayana;
6. Alm Prof. Dr. dr. Dadang Sjarif Hidajat Effendi, Sp. A (K), Dokter (Guru Besar) pada Univ  Padjajaran;
7. Alm Prof. Dr. dr. H. Rifki Muslim, Sp.B, Sp.U, Dokter (Guru Besar) pada Univ  Diponegoro;
8. Alm dr. Makhdur Muchtar, M.Kes., Dokter (Kepala Dinas) pada Dinkes  Kab. Luwu;
9. Alm dr. H. Muhammad Alief Satria Lahmuddin, Dokter (Kepala Dinas) pada Dinkes  Provinsi Sulawesi Barat;
10. Almh drg. Jeni Riski, Dokter Gigi pada Puskesmas Kec  Koja Jakut ;
11. Almh drg. Vinna Pradevie M, Dokter Gigi pada Puskesmas Kec  Cengkareng Jakbar ;
12. Almh drg. Shofyanatul Chamidah, Dokter Gigi pada UPT. Puskesmas Dapet Kab  Gresik.
13. Alm Oman Kosim, A.M.K., Perawat pada Sabah Hospital Al Nafisi Kuwait;
14. Almh Hamidah Alfianti, Bidan pada Puskesmas Kubangdeleg;
15. Almh Eka Nur Fitriani, Bidan pada Puskesmas Citarik;
16. Almh Hj. Nurnaenah, Bidan pada Puskesmas Kiajaran Wetan;
17. Almh Suryati, Bidan pada Puskesmas Ragajaya, Bojonggede, Kab. Bogor, Jabar ;
18. Almh Meilinda Imayani, Bidan pada Puskesmas Tambelangan Kab  Sampang;
19. Almh Sri Rahayu Wahyuni, Bidan pada Puskesmas Pangarengan Kab  Sampang;
20. Almh Sunenih, Bidan pada Puskesmas Cipancuh Kab  Indramayu;
21. Almh Yuli Karya Lestari, Bidan pada Puskesmas Tanggul Kab  Jember;
22. Almh Dwi Susilawati, A.Md.Keb, Bidan pada Puskesmas Wonosari I;
23. Almh Ellis Suhayati, Bidan pada Puskesmas Jemaras;
24. Almh Emialoina Lasia Carolin, Bidan pada Puskesmas Kec  Pesanggrahan;
25. Almh Kurniasih, AM.KEB, Bidan pada Puskesmas Sukasari;
26. Almh Luluk Wulansari, A.Md.Keb., Bidan pada Puskesmas Babat;
27. Almh Nurfaijah, Bidan pada Puskesmas Sooko;
28. Almh Nyemas Eka Merdekawati, Bidan pada Puskesmas Menjalin, Kab. Landak, Kalimantan Barat;
29. Almh Retno Sulistyorini, AMd. Keb, Bidan pada Puskesmas Jombang;
30. Almh Risna Alis Suraya, Bidan pada Puskesmas Mojo;
31. Almh Sri Ani Chastuti, Bidan pada Puskesmas Klareyan;
32. Almh Sri Penganti, AMd. Keb, Bidan pada Puskesmas Andongsari;
33. Almh Ulfa Muyasyaroh, Bidan pada Puskesmas Bringkoning;
34. Almh Umi Zahro, Bidan pada Puskesmas Randuagung, Lumajang, Jawa Timur;
35. Almh Tri Astuti, Bidan pada Puskesmas Anjatan Kab  Indramayu;
36. Almh Siti Kusbandiyahningsih, Bidan pada Puskesmas Driyorejo Kab  Gresik;
37. Almh Sumiyanah, Bidan pada : Puskesmas Palimanan Kab  Cirebon;
38. Almh Jumiyem, Bidan pada Puskesmas Kedamean Kab  Gresik;
39. Almh Suyani, Bidan pada Puskesmas Wuluhan Kab  Jember;
40. Almh Evi Nur Zakiyatul Miskiyah, Bidan pada Puskesmas Keboan Kab  Jombang;
41. Almh Rita Sahara, Bidan pada Puskesmas Duduksampean Kab  Gresik;
42. Almh Siti Aisyah, A.Md.Keb, Bidan pada Puskesmas Mentaras Kab  Gresik;
43. Almh Syarifah Ratna Juita, Bidan pada Puskesmas Sukadana Kab  Kayong Utara;
44. Almh Hj.Muhtati, Bidan pada Puskesmas Rawat Inap Cipanas Kab  Lebak;
45. Almh Irma Puspita Sari, Bidan pada Puskesmas Silo II Kab  Jember;
46. Almh Sutiari, Bidan pada Puskesmas Compreng Kab  Tuban;
47. Almh Kartini, Bidan pada Puskesmas Ritan Baru Kab  Kutai Kartanegara;
48. Almh Asmaul Indayanah, Bidan pada Puskesmas Sanankulon Kab  Blitar;
49. Almh Nur Lailiani, Bidan pada Puskesmas Mayang Kab  Jember;
50. Almh Wilis Endang Listyowati, Bidan pada Puskesmas Balongpanggang Kab  Gresik;
51. Almh Lusiana Ndongku, Bidan pada Puskesmas Pagimana Kab. Banggai;
52. Almh Aneng Mintarsih, Bidan pada Puskesmas Rawat Inap Mande Kab  Cianjur;
53. Almh Dini Indah Pratiwi, Bidan pada RSUD Dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo;
54. Almh Yuliana Rantesalu, Bidan pada Puskesmas Palopo Kab  Sigi;
55. Almh Tini Martini, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada Labkesda Kab Purwakarta;
56. Almh Yasniati, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada Puskesmas Rambatan II;
57. Almh Dyas Ratnaningsih, A.Md., Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada Puskesmas Polanharjo Klaten;
58. Almh Enny Suliastutik K, A.Md.Kes., Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) pada PKM Tarik Sidoarjo, Jawa Timur;
59. Almh Sulastri Ginah, Ahli Gizi pada Puskesmas Medokan Ayu;
60. Almh Apt. Dra. Ellen Wijaya, MS, M.M., Apoteker pada IAI Pusat;
61. Alm Apt. Drs. Mohamad Dani Pratomo, M.M., Apoteker pada PT Mersi Farma;
62. Almh Apt. Dra. Nurma Hidayati, M.Epid, Apoteker pada BPOM;
63. Almh Siti Sofiah, Tenaga Teknis Kefarmasian pada Puskesmas Bantul I Kab  Bantul;
64. Almh Sri Sapartinah, Tenaga Teknis Kefarmasian pada Puskesmas Sangkrah Kota Surakarta;
65. Alm Heribirtus Agustriyanto, S.K.M., M.Kes., Kesmas pada Dinkes  Kota Kendari;
66. Almh Siti Halamah, S.K.M., M.Kes., Kesmas pada Dinkes  Kota Tegal;
67. Almh Apriyanti K. Lasari, Kesmas pada Dinkes Kab  Banggai;
68. Alm Imam Gojali, Kesmas pada Puskesmas Tampo Kab  Banyuwangi;
69. Almh Intan Indriyani, S.K.M., Kesmas pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Cilacap;
70. Almh Ratih Prastiti, S.K.M., M.Kes., Kesmas pada Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas IV DI Yogyakarta;
71. Almh Zulfa Mustagfiroh Khasanah, S.K.M., Kesmas pada Puskesmas Magelang Utara;
72. Almh Karolina Aruan, S.K.M., Kesmas pada Puskesmas Sukoharjo, Lampung;
73. Almh Nurmala Sari, Terapis Gigi dan Mulut pada Puskesmas Krembangan Selatan Surabaya;
74. Almh Yupi Hendrawati, Terapis Gigi dan Mulut pada Puskesmas Kec  Duren Sawit;
75. Almh Sri Utami, Terapis Gigi dan Mulut pada Puskesmas Cicantayan;
76. Almh Murtiana, Sanitarian pada Puskesmas Kalitidu;
77. Almh Dwi Eka Desrina Purwanti, A.M.K.L., S.K.M., Sanitarian pada Puskesmas Sriamur Kab. Bekasi.

Presiden Joko Widodo dan ahli waris Nakes yang gugur ketika menangani pasien Covid-19.

Catatan Jose Sulaiman: Saul Alvarez Kini Best Pound for Pound

0

JAKARTA, newsatu.com — Saul Canélo Alvarez menjadi juara tak terbantahkan pekan lalu setelah menang KO ronde 11 atas Caleb Plant di Las Vegas. Kemenangan itu membuatnya jadi orang pertama yang jadi pemegang empat sabuk gelar di kelas menengah super.

Sukses itu sekaligus juga menjadikannya the best fighter pound-for-pound.

Plant bukan lawan enteng buat Canélo meski faktanya ia menghentikan lawan ronde 11. Plant seorang bukan juara dunia abal-abal. Tekniknya brilian, tahan pukul, dan kondisi fisiknya prima. Tapi, Canélo selalu tahu apa yang harus dilakukannya di atas ring.

Ia terus menyerang. Coba mencecar tubuh lawan sepanjang ronde. Pertarungan itu bisa dikatakan menguras fisik.

Canélo mungkin petinju ambisius. Tapi, sabuk gelar IBF di pinggang Plant menjadi satu-satunya yang harus ia renggut untuk menyebut dirinya undisputed dengan tiga sabuk sebelumnya, WBA, WBC, dan WBO.

Karena itu, ia terus mencecar lawan, memancing pukulan ke bagian bawah untuk mendapatkan power knockput otentik yang baru bisa ia dapatkan di ronde 11. Di ronde itu Canélo mendapatkan hasil kerja keras, komitmen, kesiapan fisik dan mentalnya bersama pelatih Eddy Reynoso.

Wasit Russell Mora juga sudah bekerja keras, dan sekali lagi ia memperlihatkan  penampilan sensasional, sama seperti ketika ia memimpin pertarungan Tyson Fury vs Deontay Wilder sebulan sebelumnya.

Pertarungan ini dibangun dengan permusuhan sengit antara kedua petinju, hinaan dan ancaman lewat media sosial yang kemudian berubah menjadi perkelahian dalam satu-satunya konferensi pers langsung di Los Angeles.

Ada harapan besar dan begitu bel berbunyi, mereka berdua tampil seperti yang diharapkan para penggemar. Canelo tampak lelah di ronde 9 dan 10 dengan Plant menjadi lebih sibuk, tetapi ada rentetan yang mengakhiri pertarungan dengan cara yang dramatis.

Kemudian datanglah momen yang menyentuh ketika tinju menunjukkan kepada dunia keindahan olahraga, ketika keduanya berpelukan, menyapa dan mengakui nilai masing-masing. Yang ini istimewa, karena sebelumnya ada ejeken-ejekan jelang pertarungan. Canelo dan Plant sekarang akan menjadi teman seumur hidup.

Segera sesudah itu kerumunan kecil menyerbu ring. Sang pemenang menunjukkan sabuk, yang ditambahkan sabuk Teotihuacán yang berharga, pengakuan khusus yang dibuat oleh tangan terampil dari kelompok etnis Meksiko dari Estado de Mexico. Sebuah karya seni sejati yang dikagumi dan dipuji semua orang, dan yang dengan bangga ditampilkan Canelo dengan kepuasan dan kebanggaan yang luar biasa.

Kami sekarang mengalihkan perhatian penuh kami ke konvensi tahunan WBC yang akan diselenggarakan di Mexico City, pertama kalinya dalam 21 tahun kami kembali ke CDMX (Ciudad de Mexico).

Kami memiliki agenda yang sibuk dengan banyak topik penting untuk didiskusikan, peringkat, mandatori, lokakarya dan sertifikasi petugas ring, dan begitu banyak juara legendaris, raja saat ini, dan bintang masa depan yang akan berpegangan tangan dalam pertemuan tahunan kami yang bertajuk ‘BERSAMA LAGI”.

958.140 Perangkat Desa di Indonesia akan Dapat Perlindungan Hari Tua dari BRI Life & Kemendagri

0

SURABAYA, newsatu.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung kerja sama antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan  Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberi perlindungan jaminan hari tua perangkat desa.

Menurut LaNyalla, jalinan kerja sama ini patut diapresiasi. Ia menilai proteksi hari tua adalah bentuk kepedulian terhadap perangkat desa.

“Jalinan kerja sama antara Kemendagri dan BRI melalui BRI Life patut kita apresiasi. Dengan kerja sama ini, kita harapkan perangkat desa bisa bekerja lebih maksimal,” kata LaNyalla di sela kunjungan Dapil di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/11).

Senator asal Jawa Timur itu menambahkan, perangkat desa merupakan ujung tombak bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat. Tentu saja perangkat desa memiliki risiko yang tak sedikit.

“Sebagai pihak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, tugas perangkat desa tentu tak mudah. Maka, upaya proteksi dan perlindungan jaminan hari tua merupakan apresiasi atas kinerja dan pengabdian mereka selama menjabat,” ujar LaNyalla.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui jumlah desa di Indonesia yakni 81.616 desa dengan jumlah perangkat desa sebanyak 958.140 orang.

“Proteksi yang diberikan akan menjamin dan memperbaiki kinerja para perangkat desa dalam melayani kebutuhan masyarakat,” ujar alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.

Agency BRI Life, Dadi Mustafa, menerangkan program ini dirancang untuk memproteksi atas risiko kehidupan serta kesejahteraan hari tua perangkat desa.

Ia berharap seluruh aparatur pemerintahan desa mendapatkan perlindungan atas risiko yang dialami, baik ketika terjadi musibah meninggal dunia maupun kecelakaan.

“Sehingga, keluarganya tetap terjaga kelangsungan hidupnya dan juga akan mendapatkan sejumlah dana ketika berusia 75 tahun,” paparnya.

Dadi menerangkan, BRI Life merupakan perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia. PT BRI Persero (BUMN) memiliki jaringan di seluruh pelosok desa.

Produsen Gula Terbesar di Timteng Siap Bangun Pabrik di Indonesia

0

JAKARTAm newsatu,com — Al Khaleej Sugar Co., produsen terbesar gula di kawasan Timur Tengah dan lima besar dunia, berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Komitmen ini disampaikan Managing Director Al Khaleej Sugar Co. sekaligus Chairman Jamal A-Ghurair Group, Jamal Al-Ghurair, saat bertemu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Dubai, Selasa (2/11) waktu setempat.

Selain menghadiri perhelatan Expo Dubai 2020, kunjungan kerja Menperin Agus tersebut ke Persatuan Emirat Arab, sekaligus bertemu calon investor potensial. Salah satunya adalah Al Khaleej Sugar (AKS).

Saat itu, Menperin Agus didampingi Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Taufik Bawazier, Staf Khusus Menteri Achmad Sigit Dwiwahjono dan Konsul Jenderal RI di Dubai K. Candra Negara.

“AKS akan berinvestasi pabrik gula terintegrasi di Indonesia. Selain memproduksi gula, AKS rencananya memproduki bioetanol dan listrik dari biomassa,” ungkap Agus melalui keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (7/11).

AKS bakal membenamkan investasi sebesar 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp28,68 triliun dalam pengembangan etanol di Indonesia.

“AKS akan mengembangkan fabrikasi etanol dari gula. Etanol tersebut pun diharapkan dapat menjadi sumber bahan bakar alternatif,” ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan tren pengurangan emisi karbon, yang membuat sejumlah negara memutar otak mencari sumber energi yang lebih bersih.

Negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan Filipina sendiri telah mengembangkan etanol dalam jumlah besar sebagai alternatif bahan bakar fosil. Pemanfaatan etanol dalam energi baru dan terbarukan menjadi satu alternatif untuk pengurangan gas emisi karbon dari sektor transportasi.

Selain sebagai bahan bakar, lanjut Agus, etanol gula dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap gula rafinasi. “Dalam konteks ini, impor gula bisa ditekan dan bahkan ke depan berpeluang berkurang sekitar 750.000 ton per tahun,” ungkapnya.

AKS sendiri memiliki pabrik gula di Dubai dengan kapasitas 6.000 ton per hari. Selain itu AKS juga berinvestasi di Mesir dan Spanyol. Penghasilan AKS per tahun diperkirakan sebesar 14 miliar dolar AS.

“Kebutuhan gula nasional sekitar 6,7 juta ton. Ada beberapa cara untuk mengurangi impor, di antaranya menyiapkan lahan tebu dan mendorong proses transformasi digital. Kehadiran AKS di Indonesia, Insya Allah dapat membantu memenuhi kebutuhan gula nasional,” imbuh Menperin.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi rencana investasi AKS. “Jika terwujud, investasi ini akan membantu pemenuhan kebutuhan gula nasional dan juga kebutuhan energi di Sulawesi dan kawasan Timur Indonesia,” sebut Putu.

Putu optimistis, investasi AKS di Indonesia akan dapat membantu pemenuhan gula dalam negeri, mendukung program substitusi impor, dan memproduksi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

“Karena besar investasinya, mau memproduksi sekitar 750.00 ton per tahun. Mereka sangat tertarik dan kita sedang membuat langkah-langkahnya supaya mereka bisa berinvestasi,” tuturnya.

Guna mendorong investasi raksasa gula UEA itu, lanjut Putu, Kemenperin mengundang pihak AKS ke Indonesia dan melihat potensi tersebut.

“Untuk menghasilkan gula sebanyak 750 ribu ton tersebut, dibutuhkan sekitar 100 ribu hektar lahan tebu,” ungkapnya.

Saat ini, lahan yang diproyeksikan untuk ditanami tebu itu ada di Sulawesi.

Sementara itu, Biomassa merupakan produk samping gula dengan jumlah mencapai 30% dari setiap produksi. Etanol ini terbuat dari produk samping proses gula yang bernama molasis dengan jumlah sebesar 4%,” jelasnya.

Putu menambahkan, etanol berperan meningkatkan oktan bahan bakar. Umumnya untuk kendaraan roda empat sudah bisa menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol 20%, sementara kendaraan roda dua 10%.

“Di dalam negeri sendiri, kebutuhan etanol masih sangat besar dan belum dipenuhi oleh produksi dalam negeri,” tandasnya.

Sejalan dengan rencana investasi AKS, pemerintah pun berkeinginan untuk menjadikan industri gula nasional dapat menerapkan teknologi Industri 4.0 dan lebih lebih ramah lingkungan.

Jakarta Baru Punya 254 Bengkel Uji Emisi Mobil & 15 Uji Emisi Sepeda Motor

0

JAKARTA, newsatu.com — Hingga saat ini, lanjut Kuswanto, baru ada 254 bengkel uji emisi kendaraan roda empat dan 15 untuk roda dua. Ia menargetkan, ada penambahan bengkel uji emisi untuk kendaraan roda empat dan roda dua hingga mencapai 500 bengkel uji emisi. Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya siap menerapkan tilang emisi setelah lebih dari 50 persen kendaraan yang beroperasi di DKI Jakarta telah menjalani uji emisi.

“Artinya kalau kita berhentikan 10 kendaraan paling tidak yang melanggar hanya satu kendaraan,” kata Kepala Sub-Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, saat dikonfirmasi, Senin (8/11).

Menurut Argo, kalau sekarang diberlakukan tilang emisi, dikhawatirkan sebagian besar kendaraan masih melanggar. “Kalau kita berhentikan 10 kendaraan, jangan-jangan sembilan kendaraan masih melanggar,” katanya.

Argo mengatakan, ada sekitar 16 juta kendaraan yang beroperasi di jalanan di DKI Jakarta. Tapi belum diketahui berapa kendaraan yang telah melakukan uji emisi.

“Kalau mau diterapkan sanksi tilang, perlu diketahui sudah sejauh mana pelaksanaan uji emisi. Kalau total kendaraan di DKI Jakarta sudah kami sampaikan jumlahnya sekitar 16 juta,” katanya.

Ditlantas Polda Metro Jaya akan menggelar rapat bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta selaku stakeholder dalam kebijakan tilang emisi untuk membahas kesiapan pemberlakuan kebijakan terkait.

“Kami jadwalkan Jumat (12/11) besok untuk rapat, karena kemarin sudah disampaikan sampai 12 November. Kami akan lihat pada hari Jumat itu sudah berapa kendaraan yang diuji emisi, sehingga teknis penindakannya seperti apa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta resmi menunda penerapan sanksi denda bagi pengendara yang belum uji emisi atau kendaraannya tidak lulus uji emisi.

Sanksi ini sedianya dilakukan pada 13 November 2021. Adapun jumlah kendaraan bermotor yang sudah melakukan uji emisi baru mencapai sekitar 10  hingga 15 persen.

Hingga saat ini, lanjut Kuswanto, baru ada 254 bengkel uji emisi kendaraan roda empat dan 15 untuk roda dua. Ia menargetkan, ada penambahan bengkel uji emisi untuk kendaraan roda empat dan roda dua hingga mencapai 500 bengkel uji emisi. Pemprov DKI Jakarta juga akan melakukan koordinasi dengan daerah tetangga mengingat mobilitas yang tinggi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Kita juga akan berkoordinasi dengan daerah penyanggga di Bodetabek supaya penerapannya bisa sama tapi kami masih fokus dulu untuk DKI,” ucapnya.

Berdasarkan ketentuan Pasal 285 dan Pasal 286 Undang Undang RI Nomor 22 tahun 2009, sanksi denda untuk sepeda motor maksimal Rp250 ribu, sedangkan mobil didenda maksimal Rp 500 ribu.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah kendaraan bermotor di Jakarta dari tahun ke tahun terus naik. Pada 2020, jumlah kendaraan bermotor mencapai 20,2 juta unit. Hampir 80 persennya adalah sepeda motor atau mencapai 16,1 juta unit, sekitar 3,36 juta mobil penumpang, dan 680 mobil truk.

Buka Art Exhibition Le Musée di Surabaya, LaNyalla Sempat Teteskan Air Mata

0

JAKARTA, newsatu.com — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi langkah sekelompok anak muda yang bersemangat menunjukkan karya seni kontemporer dengan membuka Art Exhibition Le Musée di Jalan Dr Wahidin Surabaya, Minggu (7/11).

LaNyalla kagum dan bangga Surabaya memiliki sebuah galeri seni yang bisa menjadi sarana pameran. Bahkan mantan Ketua Kadin Jatim tersebut sempat meneteskan air mata karena terharu dengan semangat anak-anak muda.

Ia mengatakan, kegigihan mereka mengingatkannya pada masa-masa sulit yang telah ia lalui, saat mulai berkarya dengan buka pameran.

“Saat berusaha menjadi seorang pengusaha muda, kali pertama saya membuat pameran. Awalnya rugi hampir Rp200 juta. Tetapi saya akhirnya saya berhasil sekalipun tidak semudah yang saya bayangkan,” ungkap LaNyalla sambil tersedu.

Ia yakin semua orang pernah mengalami kerugian atau kesulitan, apalagi di awal memulai karier. Untuk itu, ia berpesan agar anak-anak muda terus bersemangat.

LaNyalla juga mengingatkan akan semangat Sumpah Pemuda yang telah kita peringati pada tanggal 28 Oktober yang lalu. Menurutnya, Sumpah Pemuda adalah sebuah spirit dan semangat bersatunya para pemuda untuk berbuat suatu karya yang nyata.

“Semangat itulah yang saya harapkan ada di dada Ananda dan Adik-Adik semua. Semangat untuk menghasilkan sebuah karya. Demi mengisi sejarah perjalanan bangsa dengan karya-karya nyata yang bermanfaat dan memberi sumbangsih bagi negeri ini,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, di era global dan disrupsi di berbagai bidang saat ini, akan memberi tantangan sangat berat. Karena itu, ADNA Studio Creative, penyelenggara pameran, harus menjawab tantangan itu, dengan menjadi pusat kreativitas kalangan muda di Surabaya untuk memamerkan karya-karya seni dan kreatifitas lainnya.

“Dan karya-karya tersebut tidak hanya terpampang di studio ini, tetapi juga harus terpampang di media komunikasi digital lintas batas yang ada. Dengan begitu dapat dilihat dan diapresiasi oleh siapapun dan dimanapun,” tambah LaNyalla.

Apalagi generasi muda Indonesia saat ini, atau yang biasa kita sebut dengan kaum milennial, sangat identik dengan Digital Lifestyle, yang mobile, personal dan interactive.

“Saya yakin, dengan Le Musee Art Exhibition kali ini, bisa menjadi pemantik semangat warga Surabaya, khususnya generasi muda untuk bisa lebih mengeksplorasi dan menemukan sesuatu hal yang baru di bidang seni,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga  mengungkapkan kekaguman atas keberhasilan anak-anak muda Surabaya yang ternyata mampu menyulap rumah tua menjadi sebuah exhibition instalasi seni kontemporer yang keren.

“Saya yakin kalau diberi kesempatan lagi akan jauh lebih keren lagi. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah bisa mengonversi apa yang ada menjadi sesuatu yang membanggakan,” kata Emil.

LaNyalla di Puri Agung Bali: Kerajaan & Kesultanan Berjasa dalam Lahirnya Bangsa & Negara

0

TABANAN, newsatu.com – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan Kerajaan dan Kesultanan Nusantara, dan entitas civil society lainnya, harus dilibatkan dalam menentukan arah perjalanan bangsa ini.

Penegasan tersebut disampaikan LaNyalla saat berkunjung ke Puri Agung Tabanan, Bali, Sabtu (6/11).

“Kerajaan dan Kesultanan Nusantara berjasa besar dalam proses lahirnya bangsa dan negara. Sumbangsih dan dukungan mereka sangat konkret. Tetapi, sekarang mereka terpinggirkan. Justru partai politik yang datang belakangan dalam bangsa ini yang menguasai sistem tata negara kita,” jelasnya.

Menurut LaNyalla, hal menjadi salah satu alasan wacana Amandemen Konstitusi ke-5 yang oleh DPD RI dipandang sebagai momentum untuk melakukan koreksi demi Indonesia yang lebih baik.

“Amandemen Konstitusi ke-5 salah satunya bertujuan agar non partisan mempunyai hak setara dengan partai politik. Selain itu juga agar civil society yang ikut dalam proses pendirian bangsa ini diberikan tempat dan posisi yang tepat,” jelasnya.

Sejak Amandemen Konstitusi 4 tahap yang terjadi di tahun 1999 hingga 2002, wajah dan arah bangsa ini hanya ditentukan oleh partai politik.

Ditambahkan LaNyalla, Parpol menjadi satu-satunya instrumen untuk mengusung calon pemimpin bangsa. Melalui Fraksi di DPR RI bersama pemerintah, Parpol memutuskan Undang-Undang yang mengikat seluruh warga bangsa.

“Sebelum dilakukan Amandemen, UUD 1945 naskah asli memberi ruang kepada utusan daerah dan utusan golongan dengan porsi yang sama dengan anggota DPR RI yang merupakan representasi partai politik,” jelas Senator asal Jawa Timur itu.

Setelah Amandemen, dilanjutkan LaNyalla, utusan golongan dihapus, utusan daerah diubah menjadi DPD RI, tetapi dengan kewenangan yang berbeda dengan Utusan Daerah. DPD RI sebagai wakil daerah hanya bisa mengusulkan Rancangan Undang-Undang dan membahas di fase pertama di Badan Legislasi. Sedangkan pemutus untuk mengesahkan menjadi Undang-Undang adalah DPR bersama pemerintah.

“DPD RI juga tidak bisa mengusulkan pasangan Capres dan Cawapres dari jalur non-partai politik. Padahal, publik melalui sejumlah survei menghendaki ada calon pemimpin nasional dari unsur non-partai politik,” ungkapnya.

LaNyalla yakin resonansi yang terus disuarakan oleh DPD RI terkait posisi Kerajaan dan Kesultanan Nusantara, serta entitas civil society lainnya akan terus menggema dan menggugah kesadaran publik.

“Termasuk kesadaran pemerintah dan bangsa Indonesia. Karena hanya bangsa yang besar, yang mampu menghargai sejarah kelahirannya,” tuturnya.

Turut mendampingi LaNyalla sejumlah Senator, di antaranya Bambang Santoso dan Anak Agung Gde Agung (Bali), Ahmad Bastian (Lampung), Fachrul Razi (Aceh), Andi Muh Ihsan (Sulsel), Erlinawati (Kalbar), Andi Nirwana (Sultra), Ahmad Kanedi (Bengkulu), Angelius Wake Kako (NTT).

Akselerasi Pembangunan di Papua Harus Serasi Antara Kesejahteraan & Keamanan

0

JAKARTA, newsatu.com — Pemerintah RI terus melakukan sinergi untuk mengakselerasi pembangunan di Papua. Sinergi dilakukan baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga masyarakat. Untuk terselenggaranya akselerasi yang baik serta hasil maksimal, diperlukan juga sinergi pembangunan dari sisi kesejahteraan dan keamanan.

“Karena itu pembangunan di Papua ini harus mengharmoniskan antara kesejahteraan dan keamanan,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat memberikan keterangan persnya usai melakukan kunjungan di Tugu MacArthur, Jayapura, Sabtu (6/11).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, harmonisasi ini dapat terjadi salah satunya dengan mendengarkan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat di Papua agar hasil yang dicapai nantinya realistis dan sesuai dengan kebutuhan serta keinginan masyarakat setempat.

“Karena itu ketika saya pada waktu menutup PON (Pekan Olahraga Nasional), kemudian saya melakukan rapat koordinasi dengan mengikutsertakan tokoh-tokoh adat, tokoh-tokoh agama, dari kalangan pemuda, kalangan perempuan, berbagai klaster. Local champion dari berbagai klaster kita ajak berdialog untuk menyampaikan [pandangan], dan kita menghimpun pandangan-pandangan itu untuk kita jadikan program yang nanti realistis,” tambahnya.

Namun di sisi lain, Wapres menilai bahwa akselerasi pembangunan ini tidak dapat berjalan dengan baik apabila dari sisi keamanan masih mengkhawatirkan. Karena itu, Wapres telah memerintahkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) untuk memimpin koordinasi terkait kemanan di Papua dengan Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) serta Menteri Dalam Negeri agar langkah-langkah pengamanan di Papua dapat terintegrasi dengan baik.

Menutup keterangan persnya, Wapres menyampaikan harapan agar upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah terkait harmonisasi kesejahteraan dan keamanan di Papua dapat menyukseskan program akselerasi yang telah dirancang dan menghilangkan ketidakpuasan serta rasa tidak percaya yang mungkin terjadi di Papua terhadap pemerintah.

Canelo Alvarez Dibayar Rp572 Miliar, Caleb Plant Rp143 Miliar

0

JAKARTA, newsatu.com — Caleb Plant, juara kelas menengah super IBF, disebut-sebut sudah jadi jutawan sebelum bertarung dengan Canélo Alvarez, juara kelas menengah super IBF.

Plant, 29 tahun, memiliki kekayaan yang ditaksir sebanyak 2 juta dolar AS atau sekitar Rp28,6 miliar.

Tapi, dipastikan, pascapertarungan dengan Canélo, rekeningnya akan menggelembung berlipat-lipat. Kabarnya, untuk pertarungan ini, ia dibayar 10 juta dolar AS atau Rp143 miliar.

Mau tahu berapa bayaran Canélo? Kabarnya 40 juta dolar AS atau lebih dari Rp572,3 miliar.

Pertarungan unifikasi ini digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, AS, Sabtu atau Minggu (7/11) WIB.

Vaksinasi di Indonesia Capai Lebih 200 Juta Suntikan

0

JAKARTA, newsatu.com — Hingga kemarin, Kamis (4/11) penyuntikan vaksin COVID-19 di Indonesia mencapai lebih dari 200 juta suntikan. Dari jumlah tersebut terdiri dari 123,4 juta suntikan dosis pertama, 77,1 suntikan dosis kedua, serta 1.1 juta suntikan dosis ketiga. Dengan demikian jumlah suntikan vaksinasi telah mencapai 201,6 juta suntikan.

Cakupan vaksinasi tersebut dicapai berkat usaha optimal dan gotong royong dengan semua pihak terutama TNI/Polri, pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta yang turut membantu.

”Kami terus mengupayakan ketersediaan vaksin baik lewat skema multilateral maupun bilateral demi mencukupi stok yang ada saat ini dan menjaga laju vaksinasi sesuai dengan stok vaksin yang ada,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kemenkes, drg. Widyawati, MKM, Jumat (5/11) di Jakarta.

Kemenkes terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi dengan membuka vaksinasi massal atau sentra vaksinasi di banyak tempat. Hal tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.

Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran yang menginstruksikan seluruh pos pelayanan vaksinasi, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kemenkes, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS Vertikal, Poltekkes, di seluruh Indonesia untuk melakukan vaksinasi kepada semua target sasaran tanpa memandang domisili atau tempat tinggal pada KTP.

”Pemerintah terus mengupayakan ketersediaan vaksin dan mempercepat program vaksinasi sehingga semakin banyak masyarakat terlindungi,” ucap drg. Widyawati.

Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinasi, karena dengan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat akan semakin banyak dan semakin cepat masyarakat terlindungi dari COVID-19.